Meta, Microsoft, dan X/Twitter Ramai-ramai Tuntut Apple, Ini Penyebabnya

Wahana Berita – Pertikaian antara perusahaan teknologi dan Apple terkait kebijakan pembayaran dalam aplikasi semakin memanas. Sejumlah perusahaan besar seperti Meta, Microsoft, X/Twitter, dan Match Group telah menyuarakan keberatan mereka terhadap rencana Apple untuk membebankan biaya pajak 27 persen untuk pembayaran diluar toko aplikasi. Ini merupakan tanggapan terhadap keputusan Apple untuk mengizinkan pengembang memproses pembayaran di luar App Store, namun tetap mengenakan pajak yang tinggi.

Apple mempertahankan kebijakannya dengan alasan investasi dalam privasi dan keamanan pengguna, namun pengembang merasa bahwa pajak yang tinggi tersebut menghambat mereka dalam menawarkan layanan dengan harga yang kompetitif atau diskon kepada konsumen. Sejak tahun 2020, kasus tuntutan hukum antara Apple dan Epic Games telah menjadi sorotan, dengan tuduhan bahwa Apple melanggar undang-undang antimonopoli.

Meskipun Apple telah mengizinkan opsi pembayaran eksternal, tetap saja pajak yang dikenakan masih tinggi, hanya 3 persen lebih rendah dari pajak pembelian di App Store. Pengembang berpendapat bahwa kebijakan baru tersebut tidak memberikan manfaat yang signifikan, karena pengguna akan tetap dikenai pajak yang tinggi.

Dalam petisi bersama, Meta, Microsoft, X, dan Match Group menyatakan kekhawatiran mereka bahwa rencana Apple akan mempengaruhi ribuan pengembang dan jutaan pengguna, serta akan menghambat upaya pengadilan untuk meningkatkan persaingan harga dalam transaksi digital. Meskipun demikian, Apple menyatakan bahwa mereka sepenuhnya mematuhi perintah pengadilan dan telah menerapkan sistem yang memberikan opsi kepada pengembang untuk memberi tahu pelanggan tentang metode pembayaran alternatif. Apple juga menekankan pentingnya melindungi konsumen dan integritas ekosistem Apple.

 

Sumber : tekno.kompas.com