Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, Mengkritik Larangan Ekspor China terhadap Gallium dan Germanium

Wahana Berita – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, mengeluarkan kritik keras terhadap China yang baru-baru ini melarang ekspor dua elemen penting dalam industri semikonduktor, yaitu gallium dan germanium.

Dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah pebisnis yang diadakan oleh Kamar Dagang Amerika di Beijing, China, Janet Yellen dengan tegas menyuarakan ketidakpuasannya terhadap tindakan tersebut. Dalam pernyataannya yang dikutip oleh CNN pada Jumat (7/7), Yellen mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kontrol ekspor baru yang diberlakukan China terhadap dua mineral penting ini, yang digunakan dalam teknologi semikonduktor.

“Saya prihatin dengan pengumuman baru-baru ini mengenai kontrol ekspor yang dilakukan oleh China terhadap dua mineral penting yang digunakan dalam teknologi seperti semikonduktor,” kata Yellen. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi dampak dari tindakan tersebut, tetapi tindakan ini mengingatkannya akan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh dan terdiversifikasi.

Larangan ekspor yang diberlakukan oleh China terhadap gallium dan germanium diduga merupakan tindakan balasan atas kebijakan larangan ekspor chip yang diterapkan oleh AS terhadap China. Yellen dengan tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap tindakan hukuman yang telah diambil terhadap perusahaan Amerika dalam beberapa bulan terakhir.

Sikap AS yang marah terhadap tindakan China tersebut adalah wajar. Pasalnya, China merupakan produsen terbesar gallium dan germanium di dunia. China memasok sekitar 94 persen kebutuhan gallium dan 83 persen kebutuhan germanium di seluruh dunia.

Tindakan larangan ekspor yang diambil oleh China terhadap gallium dan germanium tentu akan memiliki dampak yang signifikan terhadap industri semikonduktor global. Banyak perusahaan di AS dan negara lainnya yang sangat bergantung pada pasokan mineral-mineral ini dari China.

Selain itu, larangan ekspor ini juga akan meningkatkan kekhawatiran terkait ketergantungan yang berlebihan pada satu negara dalam rantai pasokan semikonduktor. Hal ini menjadi pengingat bagi AS dan negara-negara lain akan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh, terdiversifikasi, dan tidak terlalu bergantung pada satu pemasok utama.

Di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan China, isu ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas dalam industri semikonduktor global. Kedua negara perlu menemukan solusi yang saling menguntungkan dan melindungi kepentingan industri teknologi di masing-masing negara.

Saat ini, para pelaku industri semikonduktor dan pemerintah di seluruh dunia sedang berupaya mencari alternatif pasokan gallium dan germanium yang dapat mengurangi ketergantungan pada China. Diversifikasi pasokan dan kerja sama internasional dalam industri ini akan menjadi kunci untuk menjaga ketahanan dan kelangsungan industri semikonduktor di masa depan.

Sumber : cnnindonesia.com