Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Truk di Riau Digelapkan lalu ‘Dimutilasi’, 8 Pelaku Ditangkap

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Mary Anderson - wahanaberita.com

Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Delapan Orang Diamankan dalam Kasus Truk Tronton yang Dipotong di Pelalawan

Wahanaberita.com – Polsek Pangkalan Kerinci mengungkap dugaan penggelapan sebuah truk tronton beserta muatan material dengan nilai kerugian mencapai Rp200 juta. Kendaraan milik korban itu diduga tidak hanya dibawa kabur, tetapi juga dibongkar dan dipotong menjadi sejumlah bagian di sebuah gudang di kawasan Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

Dalam perkara ini, polisi menangkap delapan orang yang diduga memiliki peran berbeda, mulai dari sopir yang membawa kendaraan, pihak yang membujuk, pekerja pemotongan, pemilik gudang, hingga pemilik bengkel yang diduga menerima sebagian barang dari truk tersebut. Seluruh tersangka dan barang bukti kini berada di Mapolsek Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sopir Baru Hilang Usai Tiga Kali Mengangkut Material

Perkara bermula ketika korban berinisial H merekrut IK, pria berusia 19 tahun, sebagai sopir baru. IK dipercaya mengoperasikan truk Nissan bernomor polisi B-9296-WX untuk menyelesaikan pekerjaan pengangkutan material.

Kepercayaan tersebut berubah menjadi kecurigaan setelah pengangkutan ketiga selesai dilakukan. IK tidak lagi dapat dihubungi, sementara keberadaan kendaraan yang dibawanya juga tidak jelas. Situasi ini mendorong pihak korban untuk menelusuri posisi truk melalui perangkat Global Positioning System atau GPS.

“IK dipercaya untuk menyelesaikan pengangkutan material. Setelah pengangkutan material yang ketiga kali, yang bersangkutan sulit dihubungi,” kata Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton, Sabtu (19/9/2026).

Titik GPS sempat menunjukkan area Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci Timur. Namun, ketika orang kepercayaan korban mendatangi lokasi tersebut, truk tidak ditemukan. Area yang ditunjukkan perangkat pelacak itu hanya berupa semak belukar, sedangkan telepon seluler yang digunakan IK telah tidak aktif.

Kehilangan kendaraan sekaligus material itu membuat korban mengalami kerugian yang ditaksir senilai Rp200 juta. Korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Pangkalan Kerinci agar kasus tersebut diselidiki.

Pelacakan Mengarah ke Rokan Hulu

Tim Opsnal Polsek Pangkalan Kerinci lalu menelusuri jejak kendaraan dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Penyelidikan membawa petugas ke Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu. Pada Selasa malam, 15 September 2026, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan IK di wilayah tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan Polsek Tambusai Utara, petugas menangkap IK pada Rabu, 16 September 2026. Dalam pemeriksaan awal, IK mengakui keterlibatannya. Polisi mendapati keterangan bahwa truk korban telah dibawa ke gudang di Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci dan dipotong-potong setelah IK mendapat ajakan dari rekan-rekannya.

“Dari interogasi awal, pelaku mengakui bahwa kendaraan tersebut dipotong di sebuah gudang kawasan Jalan Lingkar Pangkalan Kerinci,” lanjut AKP Shilton.

Pemotongan sebuah kendaraan besar diduga dilakukan untuk memisahkan bagian-bagian bernilai ekonomis dan menyulitkan identifikasi kendaraan secara utuh. Dalam pengungkapan ini, penyidik menelusuri pergerakan komponen truk, orang yang mengerjakan pembongkaran, serta lokasi penyimpanan barang-barang yang berkaitan dengan kendaraan korban.

Jaringan Pelaku Ditangkap Bertahap

Keterangan IK menjadi pintu awal bagi polisi untuk mengembangkan penyidikan. Pada Kamis dini hari, 17 September 2026, petugas menangkap AS (31) di tempat indekosnya di Jalan Beringin. AS diduga berperan mengajak IK, membantu proses pemotongan kendaraan, serta turut mengangkut bagian-bagian truk.

Petugas kemudian mendatangi gudang yang diduga digunakan sebagai lokasi pembongkaran. Dalam operasi itu, tiga pekerja diamankan, yakni JS (39), SH (40), dan AH (38). Ketiganya diduga terlibat dalam pemotongan mesin serta pengangkutan potongan besi dari kendaraan tersebut.

Penyelidikan tidak berhenti pada pekerja gudang. Polisi juga memburu AT (41), pemilik gudang, dan anaknya, JET (19). Keduanya sempat meninggalkan wilayah Pelalawan dengan tujuan Kabupaten Tapanuli Selatan. Tim yang dipimpin Kompol Sehilton akhirnya mencegat keduanya di Jalan Raya Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, pada Kamis sore.

Dari pemeriksaan terhadap AT, polisi memperoleh informasi bahwa beberapa barang dari truk, termasuk aki dan baterai, telah dijual ke sebuah bengkel. Petugas lantas mengamankan SLG (37), pemilik bengkel yang diduga menerima barang tersebut. Penangkapan SLG melengkapi jumlah tersangka menjadi delapan orang.

Barang Bukti Diamankan untuk Proses Penyidikan

Polisi turut menyita sejumlah peralatan yang diduga dipakai dalam pembongkaran kendaraan. Barang bukti itu meliputi satu tabung oksigen, satu set selang blender potong, satu tabung gas, serta sebuah Toyota Innova Reborn hitam bernomor polisi B-2486-SIL.

Perkara ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kendaraan operasional, khususnya ketika kendaraan digunakan untuk pekerjaan pengangkutan bernilai besar. Sistem pelacak dapat membantu menunjukkan titik terakhir kendaraan, tetapi penanganan cepat setelah komunikasi dengan pengemudi terputus juga menjadi bagian penting untuk mempersempit kemungkinan pemindahan atau pembongkaran barang.

Seluruh tersangka saat ini telah diamankan di Mapolsek Pangkalan Kerinci. Penyidik masih melanjutkan pemeriksaan atas peran masing-masing orang, rangkaian peredaran bagian kendaraan, serta kemungkinan barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan penggelapan truk tronton tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Truk di Riau Digelapkan lalu Dimutilasi 8?

Truk di Riau Digelapkan lalu Dimutilasi 8 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Truk di Riau Digelapkan lalu Dimutilasi 8 matter?

Truk di Riau Digelapkan lalu Dimutilasi 8 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.