Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau: Pemulihan Mangrove Ciptakan Green Jobs

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau Pemulihan Mangrove

Wahanaberita.com – Pemulihan ekosistem mangrove di pesisir Indragiri Hilir kembali mendapat sorotan positif. Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau yang telah melakukan penanaman mangrove secara masif melalui program Ekspedisi Merah Putih Presisi. Langkah strategis ini tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan alami terhadap abrasi, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja hijau bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sumber daya laut.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 ini dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil. Kehadiran para tokoh nasional dan daerah turut memperkuat makna acara ini. Di antaranya, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung. Kehadiran Sosiolog Prof Robertus Robet dan Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini.

Target Pemulihan Lingkungan yang Ambisius

Kawasan pesisir Indragiri Hilir saat ini menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan lingkungan berskala besar di Indonesia. Jumhur Hidayat menjelaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi, yang juga dipromosikan oleh Kapolri, memiliki komitmen kuat terhadap pemulihan lingkungan. Program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem pesisir.

"Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar," ujar Jumhur saat memberikan sambutannya di lokasi penanaman.

Komitmen pemerintah terlihat jelas dari angka pencapaian yang telah dicapai. Dari total target 1.200 hektare lahan terdampak, Polda Riau berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov Riau telah menanam mangrove di 500 hektare. Menteri LH juga menyampaikan rencana untuk memastikan penanaman 500 hektare yang terdampak abrasi selesai dalam waktu dekat.

"Sisanya lagi nanti mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan, sekaligus pemulihan sosial ekonomi masyarakat," tambahnya dengan penuh harapan.

Green Jobs: Peluang Ekonomi Berkelanjutan

Jumhur memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kapolda Irjen Herry Heryawan dalam menggerakkan program ini. Ia berharap langkah konkret ini memberikan dampak multiplier yang luas bagi masyarakat lokal. Ekspedisi ini merupakan tindak lanjut gerakan Ekspedisi Merah Putih yang digerakkan Kapolda Riau, khususnya di Kabupaten Inhil.

"Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah bagi kita semua," lanjutnya dengan penuh semangat.

Aspek penting lainnya adalah penciptaan Green Jobs atau Pekerja Hijau. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan bibit yang telah teranggarkan. Pemulihan di Inhil dirancang untuk jangka panjang dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam setiap tahapannya.

"Jadi program dari Kementerian Lingkungan Hidup itu adalah mulai dari pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan dan itu teranggarkan, bahkan mereka bisa mendapatkan honor selama pemeliharaan minimal 3 tahun," pungkasnya.

Negara Hadir di Wilayah Pesisir 3T

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan upaya menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir. Langkah ini juga menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat setempat dalam menghadapi perubahan iklim dan abrasi.

"Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi," kata Irjen Herry.

Menurut Kapolda, abrasi bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. Ketika pesisir tergerus, yang hilang bukan hanya tanah, tetapi juga kebun masyarakat serta masa depan generasi berikutnya.

"Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya," ujarnya.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diwarnai dengan pengibaran bendera di pesisir Kuala Selat. Ekspedisi Merah Putih Polda Riau terus menjangkau berbagai wilayah pesisir dengan misi penyelamatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspedisi Mangrove

Berapa luas total lahan yang akan ditanami mangrove? Total target penanaman mangrove mencapai 1.200 hektare, dengan 500 hektare telah selesai ditanam dan 500 hektare lainnya dalam tahap penyelesaian.

Berapa lama program pemeliharaan mangrove berlangsung? Program pemeliharaan mangrove berlangsung minimal 3 tahun, di mana masyarakat lokal mendapatkan honor sebagai Pekerja Hijau selama periode tersebut.

Apa saja manfaat ekonomi dari program Green Jobs ini? Program Green Jobs memberikan penghasilan tetap bagi masyarakat lokal melalui kegiatan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan mangrove selama 3 tahun.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam program ini? Pihak yang terlibat meliputi Polda Riau, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemprov Riau, Tumbuh Institute, serta berbagai tokoh nasional dan daerah.

Related Reading