Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Pulihkan 1.200 Ha Pesisir Inhil yang Terdampak Abrasi

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Pulihkan 1.200 Ha Pesisir Inhil

Wahanaberita.com – Wilayah pesisir Indragiri Hilir kembali menjadi sorotan program unggulan kepolisian. Ekspedisi Merah Putih Polda Riau berhasil memulihkan kawasan terdampak abrasi seluas 1.200 hektare di Desa Kuala Selat. Kerusakan yang terjadi sejak 2021 ini telah mengganggu kehidupan masyarakat setempat yang menggantungkan hidup pada kebun dan mangrove pesisir.

Kunjungan Pejabat dan Tokoh Masyarakat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026 ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan Wakil Menteri PPA/TPPO Veronica Tan turut hadir dalam kunjungan tersebut. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan serta Bupati Indragiri Hilir Herman juga memberikan dukungan penuh terhadap program pemulihan ini.

Tokoh masyarakat juga tidak ketinggalan hadir. Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung dan Sosiolog Prof Robertus Robet ikut serta dalam rangkaian acara. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu pesisir memiliki relevansi luas bagi berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Tantangan Perjalanan ke Kawasan Terdampak

Desa Kuala Selat merupakan ujung terluar Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki posisi strategis. Namun, keterpencilan lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim ekspedisi. Rombongan harus menempuh perjalanan sejauh 25 kilometer dari Polsek Kateman menggunakan speedboat selama 45 hingga 60 menit.

Kondisi alam setempat menambah kompleksitas akses. Jalur perairan sangat bergantung pada pasang-surut air laut. Kawasan pantai ditutupi lumpur setinggi lutut hingga paha. Abrasi telah merusak sekitar 1.200 hektare kebun masyarakat dan menyapu mangrove yang berfungsi sebagai benteng alami pantai.

Misi Kehadiran Negara di Pesisir

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa program ini bertujuan menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat setempat setiap hari.

"Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi," ujar Irjen Herry.

Menurut Kapolda, abrasi bukan sekadar masalah lingkungan semata. Isu ini juga menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. Ketika garis pantai tergerus, yang hilang bukan hanya tanah, tetapi juga kebun masyarakat dan masa depan generasi mendatang.

"Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya," tambahnya.

Komitmen Pemulihan Lingkungan Skala Besar

Menteri Jumhur Hidayat menyatakan bahwa pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat program yang juga dipromosikan oleh Kapolri. Ia berkomitmen untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilakukan dalam skala besar dan berkelanjutan.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar," kata Jumhur.

Komitmen konkret yang disampaikan Menteri Jumhur adalah penanaman mangrove seluas 500 hektare di kawasan terdampak. Angka ini diharapkan dapat diperluas hingga mencapai 1.000 hektare. Program ini tidak hanya bertujuan untuk pemulihan lingkungan, tetapi juga pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut akan menciptakan Green Jobs bagi masyarakat setempat. Pemulihan lingkungan tidak berhenti pada aktivitas penanaman saja. Proses ini mencakup pembibitan hingga pemeliharaan mangrove selama tiga tahun penuh.

"Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun," imbuh Jumhur.

Bantuan dan Penanaman Mangrove

Di Kuala Selat, semangat program diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan nyata. Rombongan menyerahkan bantuan sembako, bantuan ketinting, serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat yang dibina oleh PPIU M4CR Riau.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga pesisir Riau. Setelah itu, dilakukan penanaman mangrove di lahan seluas 1.200 hektare yang sebelumnya terdampak abrasi. Ekspedisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pemulihan Pesisir Inhil

Berapa luas kawasan pesisir Inhil yang dipulihkan? Kawasan terdampak abrasi yang dipulihkan mencapai 1.200 hektare di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman.

Kapan kegiatan pemuliahn dilakukan? Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagaimana komitmen penanaman mangrove? Menteri Jumhur Hidayat menargetkan penanaman 500 hektare yang akan diperluas hingga 1.000 hektare dengan pemeliharaan selama tiga tahun.

Siapa saja yang hadir dalam kegiatan ini? Hadir Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Bupati Herman, Rocky Gerung, dan Prof Robertus Robet.

Related Reading