Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ekspedisi Merah Putih di Sei Sembilan: Menjaga Marwah Melayu di Pesisir Dumai

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Betty Taylor - wahanaberita.com

Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com

Ekspedisi Merah Putih di Sei Sembilan: Menjaga Marwah Melayu Pesisir Dumai

Wahanaberita.com – Kecamatan Sei Sembilan, salah satu wilayah tertua yang membentuk Kota Dumai, kembali menjadi pusat perhatian. Pada Kamis (13/8/2026), kawasan pesisir ini menyambut kehadiran tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau yang telah memasuki hari ke-13 perjalanan mereka. Kehadiran tim ini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah melupakan masyarakat di ujung Riau yang setia menjaga akar budaya bangsa.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Sei Sembilan dikategorikan sebagai wilayah 3T atau terluar, terdepan, dan tertinggal. Namun, nilai strategis tersebut dilengkapi dengan kekayaan sejarah yang luar biasa. Wilayah ini dihuni oleh komunitas dengan jejak kebudayaan Melayu paling kuno di Dumai, di mana cerita tuah dan marwah terus diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Arahan Presiden untuk Negara Hadir di 3T

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas, yaitu memastikan kehadiran pemerintah hingga ke pelosok yang selama ini tertinggal. Program ini tidak hanya sekadar kunjungan, tetapi juga implementasi nyata dari komitmen negara terhadap masyarakat di daerah terpencil.

Hari ini kami dari Polri, TNI, Pemkab, serta masyarakat dan mahasiswa melaksanakan Ekspedisi Merah Putih Presisi di mana program ini adalah arahan dari Presiden serta Bapak Kapolri untuk mengimplementasikan bahwa negara hadir. Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan menjadi hal yang baik bagi masyarakat bangsa dan negara.

Kegiatan di Sei Sembilan dimulai dengan sesi dialog terbuka. Warga pesisir menyampaikan berbagai keluh kesah mereka secara langsung kepada tim ekspedisi. Setelah itu, bantuan pun disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari kebutuhan pokok, alat pertanian, mesin ketinting, hingga perlengkapan olahraga. Setiap bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.

Green Policing dan Pelestarian Alam

Bagian puncak acara diisi dengan aksi penanaman mangrove di sepanjang garis pantai. Langkah ini memiliki dua tujuan penting: melindungi pantai dari abrasi dan sekaligus mengimplementasikan program Green Policing yang digagas kepolisian. Penanaman mangrove ini juga menjadi simbol hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Pihak kepolisian berharap ekspedisi ini dapat memperkuat hubungan antara institusi keamanan dengan masyarakat yang selama ini menjadi penjaga marwah Melayu. Iptu Apriadi, Kapolsek Sungai Sembilan, menambahkan bahwa karakteristik geografis dan budaya menjadikan Sei Sembilan destinasi yang tepat.

Kecamatan Sungai Sembilan memang merupakan salah satu wilayah 3T karena berbatasan dengan Selat Malaka. Tapi, selain itu, wilayah pesisir ini merupakan daerah dengan kebudayaan Melayu paling tua di Kota Dumai di mana masyarakatnya juga masih sangat terikat dengan budaya serta kearifan lokal.

Kehadiran tim ekspedisi mendapat sambutan hangat dari warga. Siti, seorang guru PAUD di Sei Sembilan, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan yang baru pertama kali mereka alami. Ia juga berharap kunjungan seperti ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Terimakasih kami ucapkan kepada tim Ekspedisi Merah Putih, Bapak Kapolda Riau, dan Kapolres Dumai. Kami sangat senang sekali, karena ini baru pertama kali kami dikunjungi seperti ini dan kemudian kami sangat berterima kasih untuk bantuannya. Mungkin kami tidak bisa membalasnya, semoga Tuhan akan membalasnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat

Kunjungan ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat Sei Sembilan. Para petani dan nelayan mendapatkan alat-alat yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas mereka. Selain itu, kehadiran tim ekspedisi juga menarik perhatian media dan pihak lain yang mungkin tertarik untuk berinvestasi di wilayah ini.

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Polda Riau melalui kunjungan ke Sei Sembilan ingin menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang menjaga tuah marwah Melayu di ujung Riau. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk kunjungan serupa di wilayah-wilayah 3T lainnya di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspedisi

Apa itu Ekspedisi Merah Putih Presisi? Ekspedisi Merah Putih Presisi adalah program yang digagas oleh Polri dan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kehadiran negara di daerah-daerah terpencil dan tertinggal di Indonesia.

Mengapa Sei Sembilan dipilih sebagai destinasi? Sei Sembilan dipilih karena merupakan wilayah 3T dengan kebudayaan Melayu paling tua di Dumai dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka.

Bantuan apa saja yang diberikan kepada masyarakat? Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok, alat pertanian, mesin ketinting, perlengkapan olahraga, dan penanaman mangrove untuk pelestarian alam.

Kapan ekspedisi ini dilaksanakan? Ekspedisi ini dilaksanakan pada Kamis (13/8/2026) dan merupakan bagian dari perjalanan hari ke-13 tim ekspedisi.

Related Reading