Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Yang Terjadi Usai Heboh Laporan Tentara Tewas di USS Abraham Lincoln

Published Agustus 17, 2026 · Updated Agustus 17, 2026 · By Betty Taylor - wahanaberita.com

Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com

Kericuhan di USS Abraham Lincoln: Laporan Iran, Bantahan Washington, dan Pengiriman Kapal Induk Kedua

Wahanaberita.com – Kantor berita Tasnim News Agency dari Iran mengutip sumber militer yang mereka sebut terpercaya untuk melaporkan bahwa bentrokan fisik terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln. Menurut narasi tersebut, insiden mengakibatkan tujuh personel Angkatan Laut AS meninggal dunia sementara sejumlah awak lainnya mengalami cedera.

Akar Konflik: Keluhan Awak dan Kunjungan Penasihat

Dilansir Press TV pada Rabu (12/6/2026), Tasnim menjelaskan bahwa pemicu kerusuhan bermula saat Brad Cooper, penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), menaiki kapal induk untuk merespons keluhan yang kian membesar dari para awak. Keluhan itu sendiri merupakan buntut dari protes keluarga prajurit atas lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Saat Cooper menyampaikan pidato di hadapan personel Angkatan Laut yang berkumpul, ia justru disambut cemoohan serta lemparan botol air mineral. Ketegangan kemudian meluap menjadi perkelahian fisik antar awak, dengan sejumlah pisau dan senjata tajam turut digunakan dalam kericuhan itu.

Washington Menepis: "Laporan-laporan Ini SALAH"

Pihak Amerika Serikat secara tegas membantah seluruh klaim tersebut. Melalui unggahan di platform X yang dikutip media CGTN pada Jumat (14/8), CENTCOM menyatakan:

"Selama 48 jam terakhir,我们需要 berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH."

"USS Abraham Lincoln mempertahankan salah satu tingkat perpanjangan masa tugas awak kapal tertinggi (84,4%) di antara semua kapal induk di Angkatan Laut AS. Para pelaut dan marinir dari Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan gigih setelah lebih dari 260 hari di laut, 10.000 penerbangan pesawat, dan 1,5 juta pon amunisi yang digunakan."

CENTCOM menegaskan tidak ada satu pun personel militer yang meninggal di atas kapal. Yang diakui hanyalah satu pelaut terjatuh ke laut pada 3 Agustus namun berhasil diselamatkan secara cepat dan aman. Penyebab jatuhnya pelaut itu tidak diungkap.

"Tidak ada anggota militer di atas kapal induk yang meninggal, dan satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus dengan cepat dan aman telah diselamatkan. Pemberitaan yang salah tentang penempatan bersejarah Abraham Lincoln merugikan para prajurit kita dan orang-orang yang mereka cintai."

Schumer Desak Pemecatan Menteri Pertahanan

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer memanfaatkan momentum laporan kericuhan itu untuk menyerukan pemberhentian segera Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Dalam unggahan di X yang dikutip Anadolu Agency pada Jumat (14/8/2026), senator Demokrat tersebut menyatakan:

"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten."

"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat."

Kapal Induk Kedua Diterjunkan ke Laut Arab

Sesegera setelah membantah laporan Tasnim, CENTCOM mengoperasikan pengiriman kapal induk kedua, USS George HW Bush (CVN-77), ke perairan Laut Arab. Foto yang beredar di X dan dikutip Aljazeera pada Minggu (16/8/2026) menampilkan jet-jet tempur meluncur dari geladak penerbangan kapal tersebut.

"Pesawat Angkatan Laut AS lepas landas dari geladak penerbangan USS George H.W. Bush (CVN 77) saat kapal tersebut berlayar di Laut Arab untuk mendukung keamanan di Timur Tengah."

USS George HW Bush merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yang kini menjadi bagian dari armada AS beroperasi di kawasan selama konflik dengan Iran.

Latar Penempatan Abraham Lincoln

USS Abraham Lincoln semula bertolak dari California pada November 2025 dengan tujuan penugasan di Laut China Selatan. Rutenya kemudian dialihkan ke Timur Tengah sebelum serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran diluncurkan pada 28 Februari. Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah menepis segala kekhawatiran soal kondisi kehidupan maupun kesehatan mental personel militer yang bertugas di kapal induk tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Yang Terjadi Usai Heboh Laporan Tentara?

Yang Terjadi Usai Heboh Laporan Tentara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Yang Terjadi Usai Heboh Laporan Tentara matter?

Yang Terjadi Usai Heboh Laporan Tentara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.