Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mendidih! Houthi Gempur Arab Saudi, 11 Orang Luka-luka

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

11 Orang Cedera dalam Serangan Mendidih Houthi ke Arab Saudi

Wahanaberita.com – Kawasan selatan Arab Saudi kembali diguncang oleh serangan udara yang dilancarkan oleh kelompok pemberontak Houthi dari Yaman. Dalam insiden terbaru ini, setidaknya 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di wilayah perbatasan. Serangan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan meningkatnya tensi antara kedua negara yang telah lama berselisih.

Koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melawan Houthi telah mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada malam hari, tepatnya pada hari Kamis tanggal 6 Agustus waktu setempat. Juru bicara koalisi, Jenderal Turki al-Maliki, menyampaikan rincian kejadian melalui kantor berita Saudi yang kemudian diliput oleh AFP pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

Para korban luka dalam serangan tersebut terdiri dari tujuh warga Arab Saudi, dua warga negara Mesir, satu warga Yaman, serta satu warga Pakistan. Lokasi serangan berada di wilayah Najran yang berbatasan langsung dengan Yaman, menjadikan kawasan ini sebagai titik panas konflik yang terus berlanjut.

Lat Belakang Konflik yang Semakin Memanas

Houthi, yang berpusat di Yaman dan mendapat dukungan dari Iran, telah meningkatkan intensitas serangan terhadap Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak bulan lalu. Langkah ini sejalan dengan dukungan Houthi kepada Teheran yang sedang berhadapan dengan Amerika Serikat dalam berbagai isu regional.

Saudi telah memimpin koalisi militer sejak tahun 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman dalam melawan Houthi. Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade, melibatkan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi yang dibantu Iran. Serangan Mendidih Houthi Gempur Arab Saudi 11 kali ini menjadi bukti bahwa ketegangan tidak kunjung mereda.

Hingga kini, Houthi masih menguasai Sanaa sebagai ibu kota Yaman serta beberapa wilayah strategis lainnya di negara tersebut. Kontrol mereka atas wilayah-wilayah penting memungkinkan mereka untuk melancarkan serangan-serangan yang lebih terkoordinasi ke arah Arab Saudi.

Situasi pertempuran di Yaman relatif mereda sejak April 2022 setelah gencatan senjata diumumkan. Namun baru-baru ini, Houthi kembali aktif melancarkan serangan-serangannya, terutama menargetkan Saudi, sejak perang Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran meluas.

Pertempuran kembali berkobar setelah penerbangan langsung dari Iran mendarat di Sanaa yang dikuasai Houthi. Hal ini memicu reaksi keras dari koalisi Saudi. Selain itu, Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan di Arab Saudi, menambah tekanan ekonomi pada negara tetangga tersebut.

Serangan Balasan dan Eskalasi Regional

Sebelumnya pada Kamis (6/8), Houthi menewaskan sedikitnya 58 tentara pemerintah Yaman dalam serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi-posisi militer di wilayah tengah dan timur Yaman. Serangan ini menunjukkan kemampuan Houthi dalam melakukan operasi militer yang terkoordinasi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menjelaskan bahwa serangan tersebut menargetkan pasukan pemerintah Yaman sebagai respons terhadap peningkatan kekuatan militer yang didukung Saudi. Saree menyebutkan bahwa serangan-serangan itu melibatkan sejumlah besar rudal balistik dan drone, yang semakin memperkuat posisi Houthi di medan perang.

Kementerian Pertahanan Yaman telah bersumpah untuk membalas serangan Houthi pada tempat dan waktu yang tepat. Eskalasi ini tidak hanya berdampak pada Yaman, tetapi juga pada stabilitas regional yang melibatkan Arab Saudi dan Iran sebagai kekuatan besar di Timur Tengah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Serangan Houthi

Apa yang menyebabkan serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat? Serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat seiring dengan dukungan Houthi kepada Iran dalam konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat. Selain itu, penerbangan langsung dari Iran ke Sanaa juga memicu reaksi keras dari koalisi Saudi.

Berapa jumlah korban dalam serangan terbaru? Dalam serangan terbaru, setidaknya 11 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari tujuh warga Arab Saudi, dua warga Mesir, satu warga Yaman, dan satu warga Pakistan.

Apakah ada gencatan senjata antara Houthi dan koalisi Saudi? Ya, gencatan senjata diumumkan pada April 2022. Namun, sejak itu Houthi kembali aktif melancarkan serangan-serangannya, terutama menargetkan Arab Saudi.

Bagaimana dampak serangan Houthi terhadap ekonomi Arab Saudi? Houthi telah mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan di Arab Saudi, yang dapat berdampak pada perdagangan dan ekonomi negara tersebut. Selain itu, serangan udara juga mengganggu infrastruktur penting.

Apakah Iran terlibat langsung dalam konflik ini? Iran memberikan dukungan kepada Houthi dalam berbagai bentuk, termasuk pengiriman rudal dan drone. Penerbangan langsung dari Iran ke Sanaa juga menunjukkan keterlibatan aktif Iran dalam konflik ini.

Related Reading