Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iran Sebut Prancis Cs Munafik: Setop Beri Ceramah soal HAM!

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Mark Williams - wahanaberita.com

Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Iran Sebut Prancis Cs Munafik: Kritik HAM Ditolak Teheran

Wahanaberita.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kembali menyoroti sikap negara-negara Barat yang dianggapnya hipokrit dalam hal hak asasi manusia. Dalam pernyataannya yang tajam, diplomat senior tersebut menuduh Prancis dan sekutunya sebagai pihak yang munafik karena terus memberikan ceramah moral tentang HAM sambil tetap mendukung tindakan Israel dan Amerika Serikat yang dianggapnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

32 Negara Camkan Kecewa Terhadap Iran

Kemarin, Kamis (13/8/2026), Kementerian Luar Negeri Prancis resmi mengumumkan bahwa sebanyak 32 negara telah menyuarakan kecaman keras terhadap penggunaan hukuman mati di Iran. Daftar negara penandatangan mencakup Prancis, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, Irlandia, Italia, Jerman, serta beberapa negara Eropa lainnya. Selain itu, Kaja Kallas, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, juga ikut menandatangani pernyataan bersama ini sebagai bentuk solidaritas internasional.

Awalnya, 26 negara menjadi penandatangan awal, namun kemudian beberapa negara lain bergabung sehingga totalnya mencapai 32 negara, sebagaimana dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Prancis kepada kantor berita AFP. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa Teheran melakukan eksekusi mati terhadap para demonstran dengan tujuan "membungkam perbedaan pendapat" dan menciptakan suasana ketakutan di kalangan masyarakat.

Negara-negara penandatangan bersama Kallas "mengutuk dengan sekeras-kerasnya eksekusi yang sedang berlangsung terhadap para pengunjuk rasa dan penggunaan hukuman mati oleh Iran". Mereka juga menekankan bahwa rakyat Iran harus bebas menjalankan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tanpa rasa takut.

"Penggunaan hukuman mati untuk membungkam perbedaan pendapat, mengintimidasi masyarakat, dan menghukum individu yang menjalankan hak asasi manusianya, tidak pernah dapat dibenarkan," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Respons Tajam dari Teheran

Merespons kecaman tersebut, Araghchi menyampaikan kritiknya melalui unggahan di media sosial X. Diplomat senior Iran tersebut menyebut negara-negara seperti Prancis harus berhenti memberikan ceramah kepada dunia mengenai hak asasi manusia dan hukum internasional. Ia menilai bahwa kemunafikan ini sangat mencolok dan memalukan bagi negara-negara Barat.

"Kemunafikan ini sangat mencolok dan memalukan," tegas Araghchi dalam pernyataannya yang dilansir oleh Press TV.

Menlu Iran tersebut juga menyoroti dukungan negara-negara Barat terhadap apa yang ia sebut sebagai genosida Israel di Gaza serta agresi terhadap Iran. Menurutnya, sikap tersebut telah menghancurkan landasan moral yang selama ini claimed oleh negara-negara Barat. Sejumlah negara penandatangan juga menyerukan agar Iran segera mengakhiri penggunaan hukuman mati dan membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Isu Ini

Apa yang dimaksud dengan "Prancis Cs" dalam konteks ini?

"Prancis Cs" merujuk pada Prancis dan negara-negara sekutunya yang bersama-sama menyuarakan kecaman terhadap Iran. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan solidaritas dan keseragaman sikap negara-negara Barat dalam isu HAM.

Berapa banyak negara yang menandatangani pernyataan bersama?

Sebanyak 32 negara telah menandatangani pernyataan bersama yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Prancis, termasuk Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Apa tuduhan utama Iran terhadap negara-negara Barat?

Iran menuduh negara-negara Barat sebagai pihak yang munafik karena terus memberikan ceramah moral tentang HAM sambil tetap mendukung tindakan Israel dan Amerika Serikat yang dianggapnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Related Reading