Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iran Bantah Klaim Trump: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Kami!

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Iran Bantah Klaim Trump: Selat Hormuz Tetap di Bawah Kendali Penuh Teheran

Wahanaberita.com – Iran Bantah Klaim Trump secara tegas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh Washington. Pernyataan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah Iran yang menyebutnya sebagai klaim keliru yang sengaja dibuat-buat untuk kepentingan politik. Militer Iran menegaskan bahwa jalur perairan strategis tersebut sepenuhnya merupakan wilayah kewenangan mereka.

Penolakan Keras dari Militer Iran

Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer pusat Iran Khatam-al Anbiya, menyampaikan penolakan keras melalui pernyataan resmi yang dilansir oleh AFP pada Kamis (13/8/2026). Ia menekankan bahwa klaim Amerika Serikat mengenai kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz secara normal hanyalah rekayasa belaka.

"Klaim keliru Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melintasi Selat Hormuz secara normal tidak lebih dari sekadar kebohongan dan rekayasa," tegas Zolfaghari dalam pernyataannya.

Menurut Zolfaghari, setiap kapal yang ingin melewati jalur perairan strategis tersebut wajib mendapatkan persetujuan dari militer Iran terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan sembarangan mengizinkan kapal asing melewati Selat Hormuz tanpa izin resmi.

"Selat Hormuz, sebagaimana di masa lalu, berada di bawah pengelolaan dan kendali penuh Republik Islam Iran; tidak ada kapal komersial atau kapal tanker yang pernah maupun akan dapat melintasi selat ini dengan aman tanpa izin dan pengawasan dari angkatan bersenjata Iran yang tangguh," ujarnya dalam video yang disiarkan televisi pemerintah.

Perundingan dengan Oman dan Posisi Strategis Iran

Saat ini, Selat Hormuz masih dalam keadaan tertutup karena belum tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi perdagangan internasional yang sangat bergantung pada jalur perairan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai Washington telah melakukan kesalahan strategis dalam menilai jalur air tersebut.

"AS telah lama melakukan kesalahan perhitungan akibat kegagalan intelijen. Contoh nyatanya: Perang melawan Iran. Kini, kesalahan perhitungan yang jauh lebih besar terjadi terkait Selat Hormuz," kata Araghchi di platform X.

Iran dan Oman telah memulai pembicaraan untuk menentukan rute alternatif melalui selat tersebut, namun proses negosiasi belum selesai. Teheran menegaskan bahwa hasil perundingan dengan Oman tidak serta-merta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pembukaan jalur hanya akan terjadi apabila AS memenuhi seluruh tuntutan Iran. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan hubungan diplomatik, pembaca dapat mengakses artikel terkait di [detik.com](https://news.detik.com).

Latar Belakang Klaim Trump

Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Amerika Serikat memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa AS akan mempertahankan posisinya dan Iran tidak mampu melawan blokade yang dibentuk Angkatan Laut AS. Klaim ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Iran Bantah Klaim Trump dengan sangat keras.

"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. SAYA RASA KITA AKAN MEMPERTAHANKANNYA!" tulis Trump di Truth Social, dilansir AFP, Rabu (12/8).

Trump juga menambahkan bahwa blokade yang dibentuk Angkatan Laut AS disebut-sebut sebagai "DINDING BAJA" oleh berbagai pihak. Menurutnya, Iran tidak memiliki kemampuan untuk melawan kekuatan tersebut. Namun, pernyataan ini justru memicu reaksi keras dari Teheran yang merasa klaim AS tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Iran Bantah Klaim Trump

Apa yang dimaksud dengan Selat Hormuz? Selat Hormuz adalah jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi salah satu rute perdagangan minyak dunia yang paling penting.

Mengapa Iran menolak klaim Trump? Iran menolak klaim Trump karena mereka merasa Selat Hormuz sepenuhnya merupakan wilayah kewenangan mereka. Setiap kapal yang melewati selat tersebut harus mendapatkan izin dari militer Iran.

Bagaimana posisi Oman dalam konflik ini? Oman berperan sebagai mediator dalam perundingan antara Iran dan AS. Namun, Teheran menegaskan bahwa hasil perundingan dengan Oman tidak serta-merta membuka kembali jalur pelayaran.

Kapan Selat Hormuz bisa dibuka kembali? Pembukaan jalur hanya akan terjadi apabila AS memenuhi seluruh tuntutan Iran. Proses negosiasi masih berlangsung dan belum ada kepastian waktu.

Related Reading