Dikawal Polisi, Ratusan Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Dikawal Polisi Ratusan Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa: Situasi Kembali Memanas
Wahanaberita.com – Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah peristiwa penyerbuan yang terjadi pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Dalam insiden ini, Dikawal Polisi Ratusan Pemukim Israel berhasil memasuki kawasan suci tersebut melalui Gerbang Maroko di sisi Tembok Ratapan. Penyerbuan ini berlangsung dengan pengawasan ketat dari personel Kepolisian Israel yang memastikan keamanan di sekitar kawasan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun oleh Anadolu Agency dan Middle East Monitor, seorang pejabat Departemen Wakaf Islam Yerusalem mengonfirmasi kejadian ini pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pejabat yang tidak ingin namanya disebutkan memberikan penjelasan rinci mengenai jumlah dan aktivitas para pemukim yang masuk ke dalam kompleks.
"Setidaknya 584 pemukim (Israel) menyerbu kompleks masjid tersebut pada (13/8) pagi hari melalui Gerbang Maroko di sisi Tembok Ratapan dengan pengawalan kepolisian," kata pejabat tersebut.
Aktivitas Keagamaan yang Dilakukan Pemukim
Saksi mata yang berada di lokasi melaporkan bahwa para pemukim melakukan berbagai aktivitas keagamaan selama berada di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Di antara aktivitas tersebut adalah pembacaan Talmud, pelaksanaan doa-doa, serta tarian-tarian yang dianggap melanggar status quo yang telah berlaku selama ini. Para pemukim juga terlihat berkeliling di area-area tertentu yang biasanya hanya diakses oleh umat Muslim.
Pejabat Yerusalem juga menyebutkan bahwa kelompok tambahan diperkirakan akan menyusul masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa setelah pelaksanaan salat Zuhur. Hal ini menunjukkan bahwa penyerbuan tersebut bukan hanya peristiwa sekali jalan, melainkan aktivitas yang berkelanjutan sepanjang hari.
Makna Historis dan Keagamaan Tanggal Serbuan
Kegiatan penyerbuan ini jatuh pada hari Kamis, 13 Agustus, yang merupakan hari pertama bulan baru menurut kalender Ibrani. Biasanya, jumlah pemukim Israel yang masuk ke kawasan suci meningkat signifikan selama hari-hari raya Yahudi. Peningkatan ini mencerminkan pentingnya momen-momen keagamaan dalam tradisi Yahudi.
Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan istimewa sebagai situs tersuci ketiga bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sementara itu, bagi komunitas Yahudi, kawasan ini dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diyakini sebagai tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada masa kuno. Kedua agama ini memiliki hubungan spiritual yang mendalam dengan kawasan ini.
Status quo yang telah berlaku sejak lama mengatur bahwa umat Yahudi boleh mengunjungi kawasan tersebut, namun tidak diperbolehkan melaksanakan ritual keagamaan atau berdoa di dalamnya. Pelanggaran terhadap status quo ini sering kali menjadi sumber ketegangan antara kedua komunitas.
Perkembangan dan Reaksi Masyarakat
Sejak tahun 2003, Kepolisian Israel memberikan izin kepada umat Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari, dengan pengecualian pada hari Jumat dan Sabtu. Data menunjukkan tren peningkatan jumlah pemukim Israel yang masuk ke kawasan suci tersebut secara bertahap setiap tahunnya. Peningkatan ini telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Palestina.
Di sisi lain, warga Palestina menilai kehadiran para pemukim Yahudi sebagai tindakan yang sangat provokatif. Mereka berpendapat bahwa aktivitas tersebut tidak hanya melanggar kesucian situs, tetapi juga berpotensi mengubah tatanan keagamaan yang telah mapan di kompleks suci tersebut. Reaksi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu ini bagi masyarakat lokal.
Palestina tetap menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota untuk negara yang akan didirikan di masa depan. Pendirian ini didasarkan pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut sejak tahun 1967 maupun aneksasi yang dilakukan pada tahun 1980. Isu Yerusalem tetap menjadi salah satu poin utama dalam negosiasi perdamaian regional.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa jumlah pemukim Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa? Menurut pejabat Departemen Wakaf Islam Yerusalem, setidaknya 584 pemukim Israel menyerbu kompleks masjid pada 13 Agustus 2026.
Apa yang dilakukan para pemukim selama di dalam kompleks? Para pemukim melakukan berbagai aktivitas keagamaan termasuk pembacaan Talmud, doa-doa, dan tarian-tarian yang dianggap melanggar status quo.
Mengapa tanggal 13 Agustus 2026 penting? Tanggal tersebut merupakan hari pertama bulan baru menurut kalender Ibrani, yang biasanya menyebabkan peningkatan jumlah pemukim yang masuk ke kawasan suci.
Apa perbedaan pandangan antara umat Muslim dan Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsa? Bagi umat Muslim, Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga, sementara bagi komunitas Yahudi, kawasan ini dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci.
Kapan Kepolisian Israel memberikan izin kepada umat Yahudi untuk memasuki kompleks? Sejak tahun 2003, Kepolisian Israel memberikan izin kepada umat Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari, dengan pengecualian pada hari Jumat dan Sabtu.