Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Berton-ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah, Disebut Warisan Era Assad

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Robert Brown - wahanaberita.com

Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

IAEA Temukan Sejumlah Ton Material Nuklir di Suriah

Wahanaberita.com – Para inspektur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) melaporkan penemuan beberapa ton material nuklir di wilayah Suriah. Temuan ini berasal dari sebuah titik yang sebelumnya telah dilaporkan secara resmi oleh pemerintah Damaskus kepada badan pengawas PBB tersebut pada bulan lalu.

Menurut pernyataan bersama yang dikutip AFP pada Rabu (19/8/2026), tim inspeksi meninjau dua titik berbeda: satu berada di Deir Ezzor, sementara yang lain merupakan "lokasi kedua yang terkait dengan material nuklir yang baru-baru ini diidentifikasi oleh Suriah".

Respons Politik dan Komitmen Pengawasan

Dalam konferensi pers di Damaskus, Rafael Grossi selaku kepala IAEA menyebut langkah Damaskus membuka informasi tentang titik yang selama ini tertutup sebagai sebuah "keputusan berani". Ia menegaskan bahwa material tersebut berasal dari periode kekuasaan mantan pemimpin Bashar al-Assad yang telah digulingkan.

"Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan."

Grossi menjamin bahwa seluruh material akan segera ditempatkan di bawah rezim pengawasan internasional.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, yang hadir dalam konferensi pers bersama Grossi, menjelaskan kronologi pelaporannya:

"Pada tanggal 17 Juli, kami mengirimkan surat resmi kepada badan tersebut, di mana kami secara sukarela menyatakan keberadaan material nuklir di sebuah lokasi yang tidak dideklarasikan, yang merupakan bagian dari warisan rezim sebelumnya."

Shaibani menambahkan bahwa hasil penilaian teknis tidak menunjukkan adanya ancaman risiko. Ia menegaskan bahwa material itu "akan tetap berada dalam penguasaan nasional Suriah dan tunduk pada sistem pengawasan badan tersebut". Grossi mengonfirmasi bahwa material akan didata lalu dimasukkan ke dalam kerangka pengawasan internasional, dengan kerja sama teknis antara pakar Suriah dan IAEA untuk penyimpanan yang aman.

"Kita mulai membuka lembaran baru, dan membuka lembaran baru bukan berarti melupakan masa lalu."

Latar Historis: Situs Deir Ezzor dan Serangan Israel

Grossi turut meninjau titik di Deir Ezzor, wilayah timur Suriah, yang telah ditutup selama 18 tahun. Pada 2018, Israel secara terbuka mengakui pernah melancarkan serangan udara sangat rahasia terhadap lokasi itu sekitar 11 tahun sebelumnya.

Sebelumnya, pada 2008, pejabat Amerika Serikat menuduh Suriah sedang membangun reaktor nuklir rahasia dan mengakui bahwa Israel telah menghancurkannya dalam serangan tersebut. Tiga tahun kemudian, pada 2011, badan pengawas PBB menyatakan bahwa situs itu "kemungkinan besar" merupakan reaktor nuklir dan menambahkan bahwa informasi yang diterima menunjukkan pembangunannya mendapat bantuan dari Korea Utara.

Pandangan Ahli dan Dimensi Internasional

Pierre Razoux, direktur akademik FMES Institute di Prancis, menilai bahwa material yang ditemukan pada hari Selasa "kemungkinan besar... terkait dengan program nuklir Suriah, yang dihentikan pada tahun 2007 setelah serangan Israel terhadap situs Al-Kibar" di Deir Ezzor. Namun ia juga membuka kemungkinan bahwa Suriah menyimpan material nuklir yang sebelumnya dibuang oleh Irak pada awal dekade 2000-an.

Grossi menyatakan bahwa temuan ini membenarkan kecurigaan lama IAEA bahwa Suriah secara diam-diam membangun reaktor. Ia menyebut badan tersebut kini berada di "lokasi Deir Ezzor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksplorasi yang sangat komprehensif saat ini". Sebelumnya, pada inspeksi tahun 2024, badan pengawas tersebut telah menemukan partikel uranium di titik yang sama.

Kunjungan Grossi ini terjadi setelah media Axios pekan lalu mengutip pejabat Amerika dan Israel yang menyatakan bahwa Washington serta IAEA telah sepakat untuk memindahkan material nuklir yang tersimpan di sebuah situs rahasia Suriah, menyusul tercapainya "kesepahaman dengan Suriah dan Israel". Axios juga melaporkan bahwa Israel memantau ketat lokasi yang disebut 'Situs 99'—tempat yang menurut pejabat Israel digunakan pemerintah Assad untuk menyimpan material nuklir dari proyek Deir Ezzor (juga dikenal sebagai Al-Kibar)—dan bahwa Israel sempat mengancam akan mengebom titik tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Berton ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah?

Berton ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Berton ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah matter?

Berton ton Material Nuklir Ditemukan di Suriah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.