Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

70 Ribu Polisi Prancis Siaga Hadapi Unjuk Rasa Lanjutan

Published Oktober 24, 2026 · Updated Oktober 24, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Prancis Kerahkan 70.000 Personel Keamanan Menjelang Aksi Nasional

Wahanaberita.com – Prancis memperketat pengamanan di berbagai wilayah menjelang gelombang unjuk rasa nasional pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pemerintah menyiagakan sekitar 70.000 personel kepolisian dan keamanan setelah demonstrasi terkait kenaikan biaya hidup pada pekan sebelumnya berkembang menjadi kerusuhan serius.

Langkah tersebut menandai situasi siaga tinggi di negara itu. Aparat akan ditempatkan di sejumlah kota, termasuk Paris, Lyon, Orleans, dan Marseille, dengan pembatasan yang berbeda-beda sesuai kondisi setempat. Pemerintah berupaya menjaga aksi tetap terkendali sekaligus mengantisipasi kemungkinan kekerasan maupun penjarahan.

Macron Menunda Agenda Luar Negeri

Presiden Emmanuel Macron mengadakan rapat dengan dewan pertahanan yang dihadiri para menteri serta pejabat senior Prancis. Ia juga dijadwalkan bertemu jajaran aparat keamanan guna membahas kesiapan menghadapi demonstrasi lanjutan.

Di tengah krisis dalam negeri tersebut, Macron menunda rencana kunjungan ke Nigeria dan Senegal yang semula akan dilakukan pada akhir Oktober. Penundaan ini menunjukkan perhatian pemerintah kini terfokus pada perkembangan keamanan dan tuntutan publik di dalam negeri.

Pengerahan kali ini disebut lebih besar dibandingkan pengamanan pada 17 Oktober lalu, ketika aksi di sejumlah lokasi diwarnai pembakaran dan penjarahan. Jean-Didier Berger, menteri delegasi pada Kementerian Dalam Negeri Prancis, menyatakan jumlah personel yang dikerahkan pada Sabtu meningkat sekitar 20 persen dari operasi pengamanan sebelumnya.

“Kita berada pada level kewaspadaan maksimum,” tegas Jean-Didier Berger.

Berger menyampaikan pemerintah tidak menutup kemungkinan menerapkan langkah tambahan dalam beberapa hari atau pekan mendatang. Opsi tersebut dapat mencakup pelarangan pertemuan maupun acara budaya dan olahraga apabila dinilai diperlukan untuk menjaga ketertiban.

Aksi Siswa Memperluas Tekanan terhadap Pemerintah

Gerakan protes awalnya berkaitan dengan kondisi kegiatan belajar-mengajar yang dikeluhkan para siswa sekolah menengah. Namun, aksi tersebut kemudian meluas dan bertemu dengan kemarahan masyarakat atas meningkatnya biaya hidup. Kombinasi kedua isu itu membuat tekanan terhadap pemerintah semakin besar.

Pada pekan ini, Macron untuk pertama kalinya berdialog dengan perwakilan siswa sekolah menengah. Pertemuan itu belum meredakan tuntutan mereka. Usai pertemuan, para perwakilan siswa justru mengajak rekan-rekannya mempertahankan aksi hingga pemerintah menyampaikan langkah konkret.

“Kami tidak puas,” kata Nathanael Combary, perwakilan siswa sekolah menengah.

Combary memimpin kelompok kampanye “High School Renewal”. Ia meminta para siswa untuk “terus bergerak” dalam menyuarakan posisi mereka terhadap pemerintah. Meski menyebut Macron bersikap “penuh perhatian”, kelompok tersebut masih menunggu perkembangan pembicaraan dengan Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober.

Situasi ini memperlihatkan bahwa pengamanan besar-besaran tidak hanya berkaitan dengan pengendalian massa, tetapi juga dengan kebutuhan pemerintah untuk merespons akar ketidakpuasan yang memicu aksi. Tanpa penawaran kebijakan yang dianggap memadai oleh para pengunjuk rasa, mobilisasi publik berpotensi tetap berlanjut.

Pembatasan Diterapkan di Sejumlah Kota

Laurent Nunez, Menteri Dalam Negeri Prancis, memperingatkan adanya seruan kekerasan dan penjarahan yang beredar di media sosial. Karena itu, aparat menerapkan pengaturan ketat terhadap lokasi dan rute demonstrasi di sejumlah daerah.

Di Orleans, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 20.000 hingga 30.000 orang. Mereka tidak diperbolehkan berkumpul di pusat kota. Pembatasan serupa berlaku di Lyon, tempat area pusat kota ditutup bagi demonstran sepanjang akhir pekan.

Paris juga membatasi ruang aksi. Demonstran di ibu kota hanya diizinkan bergerak melalui rute tertentu, yakni dari Place de la Bastille menuju Place de la Nation di bagian timur kota. Pengaturan jalur ini dimaksudkan agar pergerakan massa dapat diawasi dan aktivitas di kawasan lain tetap terlindungi.

Di Marseille, otoritas setempat sempat melarang demonstrasi. Namun, pada Jumat, 23 Oktober, aksi yang digelar serikat pekerja diizinkan sebagai pengecualian. Kebijakan yang berbeda antarwilayah mencerminkan upaya pemerintah daerah menyesuaikan pengamanan dengan potensi risiko di masing-masing kota.

Museum di Paris Ditutup Sementara

Dampak pengamanan juga dirasakan oleh warga dan wisatawan. Sejumlah museum terkenal di kawasan Paris, termasuk Louvre, akan ditutup sepanjang Sabtu, 24 Oktober. Penutupan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan selama aksi nasional berlangsung.

Bagi masyarakat, situasi ini berarti perjalanan di pusat-pusat kota dapat terganggu oleh penutupan area, pembatasan rute, dan kehadiran polisi dalam jumlah besar. Bagi pemerintah, Sabtu menjadi ujian penting untuk mencegah terulangnya kerusuhan tanpa menambah ketegangan di tengah tuntutan yang belum menemukan titik temu.

Dengan puluhan ribu aparat disebar dan pembatasan diberlakukan di kota-kota utama, Prancis memasuki akhir pekan dalam kondisi kewaspadaan maksimum. Perkembangan dialog pemerintah dengan perwakilan siswa dan kelompok masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah gelombang protes dapat mereda pada hari-hari berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 70 Ribu Polisi Prancis Siaga Hadapi?

70 Ribu Polisi Prancis Siaga Hadapi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 70 Ribu Polisi Prancis Siaga Hadapi matter?

70 Ribu Polisi Prancis Siaga Hadapi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.