Cuti Bersama Iduladha Bikin Pengusaha Merugi Hingga Rp4 M

Wahana Berita – Penetapan cuti bersama pada Iduladha tahun ini dikeluhkan para pengusaha. Dengan adanya kebijakan tersebut, praktis hari kerja pada minggu depan hanya tinggal tersisa 2 hari saja.

Pengusaha berpotensi dirugikan hingga mencapai Rp4 miliar lebih karena kebijakan itu. Hali itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana.

Kerugian itu digunakan untuk menambal uang lembur karyawan yang tetap masuk kerja pada saat cuti bersama tersebut. 

“Misalnya begini, untuk perusahaan padat karya dengan karyawan 10 ribu orang. Lembur 1 hari sama dengan 8 jam kerja dikalkulasi lembur hari libur menjadi 8 × 2 = 16 jam. Upah rata-rata Rp2,5 juta,” ujarnya.

“Nah dari angka itu di dapat perhitungan lembur 16 jam× Rp2,5 juta:173 (rata-rata jam karyawan bekerja per bulan) sama dengan 231.213. Kalau total karyawannya 10 ribu kalikan 231.213 terus kali 2 hari sama dengan Rp4,624 miliar,” sambungnya. 

Maka dari itu, ia meminta agar pemerintah tidak serampangan lagi dalam menetapkan kebijakan cuti bersama pada hari besar keagamaan.

“Ya jelas dirugikan. Libur nasional keagamaan begini kan harusnya bisa diprediksi setahun sebelumnya. Bukan dadakan seminggu,” katanya.

Penetapan Cuti Bersama Iduladha

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan cuti bersama dalam rangka perayaan Hari Raya Iduladha pada 28 Juni dan 30 Juni mendatang.

Presiden Jokowi menyebut pemerintah ingin memanfaatkan momentum ini untuk mengerek perekonomian dengan menetapkan cuti bersama. Keputusan tersebut diambil setelah melakukan sejumlah kajian.

“Ya itu kan harinya memang memerlukan waktu yang lebih untuk mendorong ekonomi, utamanya di daerah agar lebih baik lagi,” kata Jokowi di Pasar Parungpung, Bogor.

Dalam kawasan pariwisata, Jokowi melihat ada peluang menambah perputaran uang di daerah. Oleh karena itu, ia menetapkan tambahan dua hari cuti bersama di akhir pekan depan.

“Utamanya di daerah pariwisata lokal. Karena kita lihat bisa, diputuskan,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut tambahan cuti bersama ditujukan untuk masyarakat. Pemerintah ingin masyarakat punya waktu lebih banyak untuk keluarga.

“Cuti bersama itu untuk agar keluarga bisa memanfaatkan quality time dengan memanfaatkan panjang anak sekolah,” ungkap Yaqut lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Sumber: CNN Indonesia