Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat, Nyatakan Kembali ke NKRI

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Mark Williams - wahanaberita.com

Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Zakarias Fatem Nyatakan Kembali ke NKRI Usai Ditangkap di Maybrat

Wahanaberita.com – TNI menangkap Zakarias Fatem, yang disebut sebagai Wakil Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya, di wilayah Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Setelah penangkapan itu, Zakarias menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penangkapan berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026. Komandan Satgas Yonif 9 Marinir, Letkol Marinir Laili Nugroho, menyampaikan bahwa Zakarias telah menyatakan sikap untuk meninggalkan kelompoknya dan kembali menjadi bagian dari NKRI.

“Wakil panglima Kodap IV OPM Sorong Raya, Zakarias Fatem ditangkap TNI dan menyatakan diri kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam situasi keamanan di kawasan Maybrat, khususnya Aifat Timur. Wilayah ini sebelumnya menjadi lokasi kontak senjata antara satuan gabungan TNI dan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya.

Ajakan Menyerahkan Senjata

Usai ditangkap, Zakarias juga menyerukan kepada anggota serta simpatisan OPM agar menghentikan keterlibatan mereka dalam kelompok bersenjata. Ia meminta mereka menyerahkan diri kepada aparat TNI, meletakkan senjata, dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Zakarias Fatem memerintahkan kepada seluruh anggota dan simpatisan OPM segera menyerahkan diri dan meletakan senjata dan kembali ke pangkuan ibu Pertiwi sebelum TNI mengambil tindakan tegas.”

Seruan tersebut menegaskan adanya ajakan untuk memilih jalur penyerahan diri dibanding melanjutkan aktivitas bersenjata. Dalam konteks keamanan wilayah, ajakan meletakkan senjata menjadi bagian penting untuk mengurangi potensi bentrokan dan risiko yang dapat muncul di tengah masyarakat.

Zakarias disebut mengakui adanya perubahan yang ia lihat dalam perkembangan ekonomi masyarakat Papua, terutama di kawasan yang disebut sebagai zero OPM. Pengalaman itu disebut menjadi salah satu hal yang mendorongnya mengubah sikap.

“Zakarias Fatem mengakui melihat pestanya kemajuan ekonomi masyarakat Papua khusus di wilayah zero OPM. Fakta tersebut menyadarkan dirinya bahwa kemajuan rakyat bukan diraih dengan aksi teror.”

Pernyataan itu menempatkan pembangunan dan keamanan sebagai dua hal yang saling berkaitan. Aktivitas masyarakat, akses pelayanan, serta pergerakan ekonomi memerlukan kondisi yang lebih aman agar dapat berlangsung dengan baik. Ketegangan bersenjata sebaliknya dapat mengganggu kehidupan warga di wilayah terdampak.

Kontak Senjata Sebelumnya

Sebelum penangkapan Zakarias, satuan gabungan TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Dalam kontak senjata tersebut, Komandan OPM Manfret Fatem dilaporkan tewas bersama dua anggotanya. Peristiwa di kawasan hutan itu kemudian menjadi bagian dari rangkaian perkembangan keamanan yang berlangsung di Aifat Timur dalam beberapa hari terakhir.

Penangkapan Zakarias pada 14 Oktober terjadi setelah kontak senjata tersebut. Dengan adanya pernyataan untuk kembali ke NKRI, perhatian kini tertuju pada tindak lanjut terhadap anggota maupun simpatisan kelompok yang masih berada di lapangan.

Maybrat merupakan salah satu kabupaten di Papua Barat Daya yang memiliki sejumlah distrik dengan kondisi geografis luas dan kawasan hutan. Situasi keamanan di wilayah seperti ini memiliki dampak langsung terhadap mobilitas warga serta pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Karena itu, upaya untuk meredakan konflik dan mendorong penghentian penggunaan senjata memiliki arti penting bagi masyarakat setempat.

Arti Pernyataan Kembali ke NKRI

Pernyataan seseorang untuk kembali ke NKRI tidak hanya berkaitan dengan perubahan sikap pribadi, tetapi juga membawa pesan bagi pihak lain yang masih terlibat dalam kelompok bersenjata. Ajakan menyerahkan diri membuka kemungkinan penyelesaian melalui langkah yang mengutamakan penghentian kekerasan.

Dalam kasus Zakarias Fatem, pernyataannya memuat dua unsur utama: meninggalkan aktivitas kelompok bersenjata dan mengajak anggota serta simpatisan lain untuk melakukan hal yang sama. Pesan tersebut disampaikan setelah ia ditangkap di Aifat Timur.

Situasi di Papua memerlukan perhatian pada keamanan masyarakat, keberlangsungan pembangunan, dan ruang bagi warga untuk menjalankan aktivitas tanpa ancaman konflik. Perkembangan di Maybrat menunjukkan bahwa dinamika keamanan dapat berubah dalam waktu singkat, terutama setelah kontak senjata dan operasi penindakan.

Ke depan, langkah yang diambil terhadap pihak-pihak yang masih berada dalam jaringan kelompok bersenjata akan menjadi perhatian. Seruan Zakarias agar mereka menyerahkan diri dan meletakkan senjata menandai pesan yang jelas: jalan kekerasan tidak dipandang sebagai cara untuk mencapai kemajuan masyarakat.

Bagi warga di Aifat Timur dan wilayah Maybrat secara umum, kondisi yang lebih stabil diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial dan ekonomi. Penangkapan Zakarias Fatem serta pernyataannya untuk kembali ke NKRI menjadi salah satu perkembangan penting dalam rangkaian situasi keamanan di Papua Barat Daya pada Oktober 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat?

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat matter?

Wakil Panglima OPM Ditangkap di Maybrat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.