Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi Penuhi Kebutuhan Penumpang

Published September 27, 2026 · Updated September 27, 2026 · By Robert Brown - wahanaberita.com

Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

Usulan Impor KRL Refurbished Didorong sebagai Solusi Sementara

Wahanaberita.com – Kebutuhan perjalanan komuter di Jabodetabek terus menekan ketersediaan armada kereta rel listrik. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan opsi mendatangkan KRL bekas dari luar negeri yang telah menjalani pembaruan, guna mencegah kekurangan rangkaian pada 2026 hingga 2029.

Gagasan tersebut muncul ketika sebagian armada yang beroperasi telah mendekati batas usia pakai. KAI menilai penggantian dan konservasi sejumlah kereta lama tidak dapat ditunda apabila keselamatan perjalanan ingin tetap dijaga. Di saat yang sama, kebutuhan penumpang harian tetap tinggi, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa usia rangkaian menjadi persoalan penting, baik dari sisi ketersediaan komponen maupun ketahanan material kereta.

“Kereta Jepang ini sudah 45 tahun (di tahun 2028). Ketika trainset-trainset kita ini sudah berumur 45 tahun, 45 tahun ini kita sudah tidak bisa lagi. Satu, sparepart sudah tidak ada. Yang kedua, secara metal dia sudah mulai fatigue (kelelahan logam),” ujar Bobby dalam rapat bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (23/9/2026).

Kekurangan Armada Diproyeksikan Terjadi pada 2026

KAI memproyeksikan kekurangan hingga 22 trainset pada 2026. Proyeksi itu dipengaruhi oleh keterlambatan kedatangan armada baru serta kebutuhan mengonservasi 13 trainset lama. Hingga 2031, sedikitnya 87 trainset KRL perlu diganti untuk menjaga kapasitas layanan komuter.

Rangkaian KRL bukan sekadar tambahan kendaraan, melainkan bagian dari sistem layanan yang menentukan frekuensi perjalanan, kepadatan penumpang, serta kemampuan operator menjaga jadwal. Ketika jumlah kereta berkurang, tekanan penumpang dapat meningkat pada rangkaian yang masih beroperasi, khususnya di lintasan dengan mobilitas pekerja dan pelajar yang tinggi.

Industri dalam negeri melalui PT INKA (Persero) tetap menjadi unsur penting dalam rencana pemenuhan kebutuhan armada. Namun, kapasitas produksi yang ada belum dapat langsung menutup lonjakan permintaan dalam waktu singkat. PT INKA sedang didorong melalui Penyertaan Modal Negara untuk meningkatkan kemampuan produksi menjadi sekitar 15 hingga 16 trainset per tahun, tetapi penguatan kapasitas tersebut memerlukan proses.

Dalam kondisi itu, KAI memandang impor kereta tidak baru yang telah direfurbishment sebagai penyangga sementara. Rangkaian yang dipertimbangkan adalah kereta dengan riwayat pengoperasian yang baik dan telah diperbarui sebelum digunakan kembali.

“Jadi salah satunya yang kami akan usulkan itu adalah kita tambal dulu, Pak, dengan melakukan impor, ya, itu kereta-kereta yang tidak baru. Yang memang secara historis ini bagus, kemudian sudah melakukan refurbishment Pak, kayak pesawat-lah gitu,” kata Bobby.

DPR Dukung Transisi, Industri Lokal Tetap Harus Diperkuat

Komisi VI DPR memberi dukungan terhadap langkah pemenuhan kebutuhan kapasitas angkutan KRL Jabodetabek melalui kombinasi penguatan industri lokal dan impor rangkaian bukan baru. Dukungan itu disampaikan dalam kesimpulan rapat yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade.

“Memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian khususnya KRL Jabodetabek dengan meningkatkan industri lokal dan melakukan impor rangkaian kereta dan set bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ucap Andre.

Namun, impor diposisikan sebagai jawaban transisi, bukan pengganti pengembangan manufaktur nasional. Andre menekankan pentingnya kerja sama yang lebih kuat dengan PT INKA agar perusahaan tersebut dapat meningkatkan kesiapan teknologi dan manufakturnya hingga level yang layak, termasuk dalam kualitas, kapasitas produksi, serta daya saing industri nasional.

Arah ini penting karena kebutuhan kereta komuter tidak berhenti setelah kekurangan armada jangka pendek tertangani. Ketersediaan industri yang mampu memasok armada secara konsisten akan menentukan ketahanan layanan dalam jangka panjang.

Keselamatan dan Kesesuaian Infrastruktur Jadi Syarat Utama

Kapoksi PKB Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim mengingatkan bahwa percepatan pengadaan tidak boleh mengesampingkan pemeriksaan menyeluruh terhadap kereta yang akan didatangkan. Ia meminta pemerintah memastikan setiap rangkaian benar-benar aman, laik beroperasi, sesuai dengan infrastruktur yang tersedia, serta memberi kenyamanan bagi pengguna.

“Kalau pemerintah memutuskan impor KRL, jangan sekadar berpikir bagaimana kereta bisa cepat datang. Yang harus dipastikan adalah apakah kereta tersebut benar-benar aman, laik operasi, sesuai dengan kondisi infrastruktur kita dan memberikan kenyamanan kepada penumpang,” kata Rivqy kepada wartawan, Sabtu (26/9).

Aspek teknis yang perlu mendapat perhatian mencakup keselamatan, kelaikan operasi, kecocokan dengan sarana dan prasarana, serta sistem persinyalan. Kereta yang telah diperbarui tetap harus mampu beroperasi secara aman dalam jaringan yang digunakan di Indonesia. Pengadaan juga perlu berjalan seiring dengan penguatan standar pelayanan bagi penumpang.

Rivqy menilai penambahan unit tidak boleh membuat pengembangan industri perkeretaapian domestik kehilangan arah. Yang dibutuhkan adalah ekosistem KRL yang mampu menampung pertumbuhan penumpang, tetap aman, nyaman, tepat waktu, dan siap menghadapi kebutuhan mobilitas di masa mendatang.

Jumlah pengguna KRL Jabodetabek pada tahun ini telah mencapai 1,1 juta orang per hari. Angka tersebut menggambarkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta komuter, sekaligus menjelaskan mengapa keterbatasan armada segera terasa dalam bentuk kepadatan perjalanan.

“Kami melihat kondisi saat ini, KRL sudah amat sangat padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi masyarakat. Karena itu, kami mendorong adanya penambahan jumlah KRL agar kepadatan bisa dikurangi. Tetapi penambahan armada harus dibarengi dengan peningkatan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujar Rivqy.

Usulan impor KRL refurbished pun mengarah pada dua kebutuhan yang harus berjalan beriringan: menjaga layanan tetap tersedia dalam masa kekurangan armada dan membangun kemampuan produksi nasional sebagai jawaban yang lebih berkelanjutan. KAI diharapkan dapat menyiapkan solusi jangka panjang tanpa mengorbankan keselamatan penumpang yang menggunakan KRL setiap hari.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi?

Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi matter?

Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.