Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Urusan Ganti Rugi Korban Indra Kenz Belum Rampung

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Ganti Rugi Korban Binomo Masih Terkendala Meski Putusan Banding Berlaku

Wahanaberita.com – Penyelesaian penggantian kerugian bagi korban perkara investasi robot trading Binomo yang melibatkan Indra Kesuma alias Indra Kenz masih belum tuntas. Persoalan ini tetap berjalan meskipun Indra Kenz telah memperoleh pembebasan bersyarat dan putusan banding telah menetapkan asetnya untuk para korban.

Harta kekayaan yang disita dalam perkara tersebut semestinya menjadi sumber penggantian kerugian. Namun, proses penjualan maupun penyaluran aset dilaporkan menghadapi hambatan setelah terjadi perubahan kepengurusan Perkumpulan Trader Indonesia Bersatu (PTIB), organisasi yang menjadi wadah korban dalam proses pembagian.

Putusan Tingkat Pertama Sempat Menetapkan Aset untuk Negara

Ketika Pengadilan Negeri Tangerang mengadili perkara Indra Kenz pada 14 November 2022, majelis hakim memutuskan barang bukti hasil tindak pidana Binomo dirampas untuk negara. Putusan tersebut memicu reaksi emosional dari para trader Binomo yang hadir; sebagian berteriak dan menangis di ruang sidang.

Pada tahap itu, hakim memandang aset yang disita terkait hasil perjudian. Majelis juga menolak permintaan jaksa agar barang bukti dikembalikan kepada saksi korban melalui Paguyuban Trader Indonesia Bersatu. Dalam pandangan pengadilan tingkat pertama, aktivitas para trader dinilai sebagai perjudian dengan tampilan transaksi trading.

"Menimbang bahwa penuntut umum menuntut agar barang bukti tadi dari dikembalikan kepada saksi korban melalui paguyuban Trader Indonesia Bersatu. Menimbang bahwa mengenai hal itu, majelis hakim tidak sependapat dengan pertimbangan sebagai berikut bahwa sesungguhnya trader pada perkara a quo pemain judi yang berkedok trading Binomo," kata hakim ketua Rahman Rajagukguk saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/11/2022).

Penilaian tersebut memiliki dampak besar bagi para pihak yang mengaku mengalami kerugian dalam penggunaan platform Binomo. Sebab, status barang bukti menentukan apakah aset dapat masuk ke kas negara atau dipakai untuk memulihkan sebagian kerugian korban.

Pengadilan Tinggi Banten Mengubah Arah Putusan

Perkembangan penting terjadi pada Januari 2023. Majelis hakim Pengadilan Tinggi Banten mengubah putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 1240/Pid.Sus/2022/PN Tng tertanggal 14 November 2022.

Putusan banding itu mengarahkan agar harta Indra Kenz dibagikan kepada para korban Binomo secara proporsional melalui Paguyuban atau Perkumpulan Trader Indonesia Bersatu. Organisasi tersebut tercatat dalam Akta Pendirian Nomor 21 tertanggal 26 September 2022 di hadapan Notaris-PPAT Musa Muamarta, S.H.

"Dikembalikan kepada para saksi korban untuk dibagikan secara proporsional melalui Paguyuban/ Perkumpulan Trader Indonesia Bersatu (Akta pendirian Nomor 21 Tanggal 26 September 2022 di hadapan Notaris-PPAT Musa Muamarta,S.H.,)," kata hakim Pengadilan Tinggi.

Barang bukti bernomor 220 hingga 258 menjadi bagian yang diperintahkan untuk dikembalikan. Dalam pertimbangannya, majelis tingkat banding mencatat terdapat 144 korban dengan total kerugian sangat besar, mencapai Rp83 miliar.

Majelis juga menilai perkara ini berawal dari pengaduan salah satu saksi korban, Maru Nazara. Karena itu, pengadilan tingkat banding menilai tidak tepat bila seluruh tindakan para korban yang mengikuti Binomo disamakan dengan permainan judi. Pendekatan tersebut membuka jalan bagi pengembalian aset sebagai bentuk pemulihan kerugian, meskipun nilai aset belum tentu menutup keseluruhan kerugian yang dialami setiap korban.

Pergantian Pengurus Memicu Sengketa Aset

Pelaksanaan putusan banding kemudian diwarnai masalah internal di PTIB. Kepengurusan baru organisasi itu melaporkan pengurus sebelumnya ke Polres Tangerang Selatan. Perselisihan tersebut berhubungan dengan dokumen dan aset yang disebut masih berada dalam penguasaan kepengurusan lama.

Ketua PTIB Leo Chandra menyatakan kondisi itu menghambat tahapan penjualan aset sekaligus pengembalian dana kepada korban Indra Kenz.

"Jadi ini menghambat proses penjualan dan pengembalian kepada korban Indra Kenz. Kami juga menuntut agar yang diduga telah menggelapkan aset-aset ini segera diproses hukum," kata Leo Chandra kepada wartawan pada 19 Desember 2023.

Ia juga menyinggung persoalan transparansi terkait sejumlah aset, termasuk Tesla, Ferrari, serta penjualan aset di Alam Sutera.

"Laporan terkait aset-aset yang digelapkan dari kepengurusan lama. Penggelapan tidak transparan masalah tesla, masalah ferrari, masalah penjualan alam sutra," lanjutnya.

Bagi korban, sengketa pengelolaan tersebut menjadi kendala praktis yang penting. Putusan pengadilan telah menentukan arah pengembalian aset, tetapi pelaksanaannya memerlukan penguasaan dokumen, kejelasan status aset, proses penjualan, dan pembagian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh penerima.

Laporan juga Masuk ke Bareskrim Polri

Persoalan tidak berhenti di tingkat kepolisian wilayah. Kuasa hukum korban Binomo Indra Kenz juga mengajukan laporan ke Bareskrim Polri pada 2025. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/184/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 22 April 2025.

Laporan lanjutan tersebut menunjukkan bahwa pembagian aset masih menjadi isu yang belum selesai, walaupun putusan banding telah memberi dasar untuk mengembalikan barang bukti kepada korban secara proporsional. Fokus utama proses ini tetap pada kepastian aset yang tersedia, pengelolaan yang transparan, serta penyaluran yang adil kepada 144 korban yang tercatat dalam perkara.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Urusan Ganti Rugi Korban Indra Kenz?

Urusan Ganti Rugi Korban Indra Kenz is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Urusan Ganti Rugi Korban Indra Kenz matter?

Urusan Ganti Rugi Korban Indra Kenz matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.