Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik Alumni Tampar 3 Siswi SMP di Bogor

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Alumni SMP yang Menampar Tiga Siswi di Bogor Terungkap Motifnya

Wahanaberita.com – Sebuah rekaman aksi kekerasan terhadap tiga pelajar perempuan tingkat SMP di Kota Bogor menyebar luas di platform media sosial. Berdasarkan laporan detikcom pada Kamis (13/8/2026), insiden ini ternyata bermula dari masalah personal yang melibatkan rumor.

Rekaman tersebut menunjukkan tiga siswi yang mengenakan seragam Pramuka sedang menerima tamparan dari seorang siswi lainnya. Adegan ini berlangsung di jalan setapak yang berada di antara rumah-rumah warga. Beberapa siswi lain terlihat mengenakan seragam Pramuka, sementara seorang wanita dengan kaus hitam dan rok abu-abu SMA tampak menjadi pelaku utama.

Tiga siswi berseragam Pramuka itu ditanya terlebih dahulu sebelum kemudian ditampar bergiliran. Mereka menerima lebih dari satu kali pukulan. Di bagian akhir video, terlihat beberapa pelajar pria yang mengenakan celana SMA berada di lokasi. Salah satunya tampak mengejek ketiga siswi korban.

Proses Investigasi Polisi

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengonfirmasi bahwa peristiwa dalam video tersebut memang terjadi di wilayah hukumnya. Saat ini, kepolisian mengambil inisiatif untuk mendatangi langsung lokasi dan melakukan penyelidikan mendalam.

"Betul. Kita hari ini ke lokasi untuk penyelidikan," kata Waluyo saat dimintai konfirmasi terkait video viral perundungan siswi, Kamis (13/8).

Menurut Waluyo, identitas beberapa orang yang terlihat dalam video sudah diketahui. Namun, penyelidikan masih berlanjut untuk memahami pemicu dan kronologi lengkap kejadian.

"Sudah (teridentifikasi sosok dalam video). Sementara itu, kita masih akan cek, masih dilidik," kata Waluyo.

Pelaku Merupakan Alumni Sekolah Korban

Polisi mengungkap bahwa perempuan yang menampar tiga siswi tersebut merupakan alumni dari sekolah tempat korban saat ini bersekolah. Pelaku terdiri dari tiga orang perempuan.

"Adapun dalam video tersebut, ada tiga orang perempuan yang menjadi korbannya itu siswi SMP, yang merupakan siswi SMP negeri. Dari hasil klarifikasi, memang ada tiga orang pelaku yang melakukan kekerasan, yang merupakan alumni SMP tempat korban saat ini bersekolah," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan.

Polisi telah menelusuri dan memastikan identitas ketiga siswi berseragam pramuka ke salah satu SMP di Kota Bogor. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di kawasan pemukiman yang tidak jauh dari sekolah, pada Selasa (11/8), sekitar pukul 15.30 WIB.

"Pada hari ini kami selaku pihak kepolisian dari Polsek Bogor Tengah didampingi Bhabin, kita klarifikasi kembali ke SMP untuk mengetahui kebenaran perihal video tersebut dan penyelesaiannya. Jadi hasil keterangan, bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus, pukul 15.30 WIB," sebutnya.

Pelaku dan Korban Tidak Saling Mengenal

Ade Siswanto, staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, menambahkan bahwa pelaku dan korban tidak saling mengenal. Laki-laki yang terlihat dalam video viral merupakan teman pelaku di SMA.

"(Pelaku dan korban) tidak kenal, mereka bahkan ngakunya tidak kenal dengan (pelaku) yang baju hitam. Cuma mereka berteman dengan yang pakai baju pramuka yang di sebelah baju hitam, yang sebelah kanan," kata Ade setelah menemui pihak keluarga di sekolah korban.

"(Laki-laki di video) itu teman-temannya, masih alumni juga, jadi temen-temen perempuan yang baju hitam," imbuhnya.

Motif di Balik Penamparan

Polisi mengungkap motif pelaku menampar korban. Pelaku menampar tiga siswi itu lantaran tidak terima setelah digosipkan tempat kosnya sering didatangi teman laki-laki sampai larut malam.

"Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan.

"Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pem-bully-an," lanjutnya.

Ade Siswanto juga mengungkapkan hal serupa. Pelaku, menurut Ade, berniat mengklarifikasi korban tetapi berujung melakukan kekerasan.

"Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkanlah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu," kata Ade.

Menurut Ade, pelaku ingin meminta klarifikasi kepada korban atas rumor yang disebarkannya itu. Namun, rencana tersebut berubah menjadi tindakan kekerasan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik?

Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik matter?

Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.