Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

TNI Hormati KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Libatkan Prajurit

Published Oktober 22, 2026 · Updated Oktober 22, 2026 · By Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

TNI Hormati KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Wahanaberita.com – TNI Hormati KPK Usut Dugaan korupsi dana siap pakai di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang turut mencantumkan keterlibatan dua prajurit aktif. Tentara Nasional Indonesia menegaskan menghormati proses hukum yang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi dan siap berkoordinasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Sikap tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Muhammad Nas. Menurut dia, TNI tidak akan menghambat penanganan perkara dan akan menindaklanjuti setiap informasi yang berkaitan dengan anggota aktif melalui prosedur hukum serta ketentuan institusi yang berlaku.

"TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan berkoordinasi dengan KPK," kata Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/10/2026).

Nas menjelaskan, koordinasi diperlukan agar penanganan perkara dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing lembaga. Apabila terdapat informasi mengenai prajurit aktif, TNI akan memprosesnya melalui jalur yang telah ditetapkan.

"Serta menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Terima kasih," terang Nas.

KPK Kirim Surat kepada Panglima TNI

Dalam perkembangan perkara ini, KPK telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI pada 20 Oktober 2026. Surat tersebut merupakan tindak lanjut penyidikan dugaan korupsi dana siap pakai BNPB dan memuat konstruksi perkara yang sedang didalami oleh penyidik.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan surat itu menjelaskan peran pihak-pihak yang tercantum dalam perkara. KPK juga menyampaikan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI aktif dalam konstruksi perkara yang tengah ditangani.

"Jadi pada hari kemarin tanggal 20 Oktober, KPK bersurat ke Panglima TNI, lanjutan dari penanganan perkara di BNPB bahwa dalam surat tersebut kami sampaikan secara utuh bagaimana konstruksi perkaranya, bagaimana peran dari para pihak termasuk dugaan keterlibatan oknum TNI aktif dalam konstruksi perkara tersebut," kata Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Koordinasi antara KPK dan TNI juga melibatkan Pusat Polisi Militer TNI atau Puspom TNI. Sejauh ini, KPK menyebut dua anggota TNI aktif masuk dalam konstruksi perkara dugaan korupsi dana BNPB tersebut.

Budi menekankan bahwa penanganan perkara masih berada pada tahap awal. Karena penyidikan masih berjalan, pengembangan perkara tetap memungkinkan dilakukan berdasarkan temuan penyidik dan informasi yang diperoleh dalam proses pemeriksaan.

"Ini kan masih awal ya, tentu nanti juga bisa terus dilakukan pengembangan. Sejauh ini yang kami sampaikan ada dua oknum TNI aktif yang ada di dalam konstruksi perkara tersebut," lanjutnya.

Penanganan Prajurit Aktif Melalui Puspom TNI

KPK belum membeberkan identitas dua anggota TNI aktif yang disebut dalam konstruksi perkara. Belum ada pula penjelasan mengenai jabatan maupun bentuk peran yang diduga dilakukan oleh masing-masing pihak.

Menurut Budi, rincian mengenai penanganan terhadap anggota aktif tersebut masih menunggu proses yang berjalan di Puspom TNI. Mekanisme ini menjadi bagian dari koordinasi antarlembaga dalam menindaklanjuti dugaan perkara yang melibatkan unsur sipil maupun militer.

"Ya detailnya nanti kita tunggu, ya, prosesnya di Puspom TNI," ungkapnya.

TNI Hormati KPK Usut Dugaan ini menunjukkan bahwa proses hukum terhadap perkara dana BNPB berjalan dengan pembagian kewenangan yang jelas. KPK menangani dugaan tindak pidana korupsi serta konstruksi perkaranya, sedangkan aspek yang berkaitan dengan prajurit aktif diproses melalui mekanisme militer yang berwenang.

Dana siap pakai BNPB memiliki peran penting dalam penanganan keadaan darurat bencana. Dana ini diperlukan untuk mendukung respons cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan, sehingga dugaan penyimpangan dalam penggunaannya menjadi perhatian serius.

Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, informasi yang disampaikan KPK masih terbatas pada keberadaan dua oknum TNI aktif dalam konstruksi perkara. Pendalaman akan terus berlangsung sesuai hasil penyidikan dan koordinasi dengan Puspom TNI.

FAQ Dugaan Korupsi Dana BNPB

Apa sikap TNI terhadap penyidikan KPK?

TNI menyatakan menghormati proses hukum yang dijalankan KPK dan akan berkoordinasi untuk menindaklanjuti informasi sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

Berapa anggota TNI aktif yang disebut KPK?

KPK menyebut ada dua anggota TNI aktif yang masuk dalam konstruksi perkara. Identitas, jabatan, dan rincian perannya belum diungkap kepada publik.

Siapa yang menangani proses terkait prajurit aktif?

Detail penanganan yang menyangkut anggota TNI aktif masih menunggu proses di Puspom TNI, sementara KPK melanjutkan pendalaman dugaan korupsi dana siap pakai BNPB.

Related Reading