Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 Gangster, Dipicu Saling Tantang di Medsos
Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 Gangster, Polisi Dalami Peran Pelaku
Wahanaberita.com – Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 kelompok gangster yang diduga saling menantang melalui media sosial. Peristiwa di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini berujung pada meninggalnya seorang pria setelah mengalami sejumlah luka akibat kekerasan.
Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut, termasuk peran para pihak yang terlibat, penggunaan media sosial untuk mengajak anggota kelompok, serta dugaan aksi kekerasan yang dilakukan terhadap korban. Dalam penanganan kasus ini, aparat telah mengamankan 19 orang.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menjelaskan bahwa tawuran tersebut tidak hanya melibatkan dua kelompok. Empat gangster yang disebut terlibat ialah geng Popeye, Batavia, Bonsai, dan Samudra.
"Modus dan motifnya adalah mereka grup ini ada geng-gengan. Ada geng Popeye, geng Batavia, kemudian geng Bonsai dan Samudra," kata Kombes Nasriadi kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Media Sosial Diduga Menjadi Sarana Saling Tantang
Menurut polisi, anggota dari kelompok-kelompok tersebut memiliki akun media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi dan mengumpulkan rekan mereka. Ajakan tawuran diduga disampaikan melalui unggahan serta kode-kode tertentu, termasuk kata seperti "berangkat" dan "serang".
Nasriadi mengatakan konten di media sosial tidak hanya dipakai sebagai sarana komunikasi. Aktivitas kelompok, termasuk aksi penyerangan, diduga direkam, disiarkan langsung, lalu diunggah kembali ke akun yang dikelola para admin kelompok.
"Mereka memposting, kemudian mengajak teman-temannya untuk bersama, untuk saling serang antar 4 geng tersebut. Tujuannya adalah mereka melakukan live studio live video untuk tujuan-tujuan tertentu dan meng-upload setiap kegiatan-kegiatan," ujar Nasriadi.
Ia juga menyebut setiap kejadian, termasuk pembacokan, diduga diunggah ke Instagram yang dikelola oleh anggota kelompok tersebut. Temuan ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 gangster itu.
Motif Diduga Berkaitan dengan Eksistensi Kelompok
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarma Korniawan mengatakan aksi tawuran tersebut juga disiarkan secara langsung melalui media sosial. Berdasarkan keterangan awal, motif yang didalami penyidik berkaitan dengan upaya menunjukkan jati diri serta mendapatkan pengakuan bagi kelompok gangster mereka.
"Kemudian live di media sosial, kemungkinan untuk apa, motifnya untuk jati diri, kemudian juga mendapatkan pengakuan gitu ya, uang mungkin ya dari itu ya, dari media sosialnya untuk live itu ya," kata Edy.
Polisi terus mendalami apakah terdapat motif lain di balik penggunaan siaran langsung tersebut. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap pola komunikasi antarkelompok sebelum tawuran terjadi.
Kronologi Tawuran dan Kondisi Korban
Peristiwa tawuran terjadi pada Senin (26/10) sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian di wilayah Kebon Jeruk.
Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh. Polisi juga menemukan luka pada wajah korban yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.
Kasus Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 kelompok ini menjadi perhatian karena kekerasan diduga dilakukan secara bersama-sama dan berkaitan dengan aktivitas kelompok melalui media sosial. Aparat masih mengumpulkan bukti serta memeriksa orang-orang yang telah diamankan.
19 Orang Diamankan, Satu Terduga Pelaku Masuk DPO
Sebanyak 19 orang yang diduga terlibat telah diamankan polisi. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan dewasa, sedangkan 12 lainnya adalah anak yang berhadapan dengan hukum.
Polisi mengidentifikasi empat orang yang diduga berperan utama dalam kekerasan terhadap korban. Tiga orang diduga melakukan pembacokan, sementara seorang lainnya diduga melakukan penyiraman air keras.
"Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi empat orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap korban, yakni tiga orang yang diduga melakukan pembacokan dan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras," ujar Nasriadi, Rabu (28/10).
Tiga orang yang diduga melakukan pembacokan telah diamankan. Sementara itu, satu orang yang diduga menyiramkan air keras masih dalam pencarian dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
FAQ Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 Gangster
Di mana tawuran maut ini terjadi?
Tawuran terjadi di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi menerima laporan masyarakat setelah seorang pria ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.
Berapa orang yang sudah diamankan polisi?
Polisi telah mengamankan 19 orang, yang terdiri atas tujuh orang dewasa dan 12 anak yang berhadapan dengan hukum.
Kelompok apa saja yang disebut terlibat?
Polisi menyebut empat kelompok gangster, yaitu Popeye, Batavia, Bonsai, dan Samudra.
Apakah semua terduga pelaku utama sudah ditangkap?
Belum. Tiga terduga pelaku pembacokan telah diamankan, sedangkan satu orang yang diduga melakukan penyiraman air keras masih diburu dan berstatus DPO.