Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Bamsoet Berikan Masukan

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Bamsoet: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Perlu Didukung Berbagai Sektor

Wahanaberita.com – Bambang Soesatyo, yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15 serta anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyampaikan pandangannya mengenai rencana anggaran belanja negara tahun 2027. Sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Polhukam KADIN Indonesia, ia menilai angka pertumbuhan yang ditetapkan pemerintah mencerminkan visi pembangunan nasional di masa mendatang.

Angka 6 persen untuk pertumbuhan ekonomi tahun depan dianggap cukup menantang. Hal ini mengingat capaian ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menetapkan target yang lebih tinggi.

Target Makroekonomi dalam RUU APBN 2027

Saat menyampaikan Nota Keuangan bersama RUU APBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengemukakan sejumlah proyeksi ekonomi. Tanggal penyampaian tersebut jatuh pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan inflasi sebesar 2,5 persen, nilai tukar rupiah rata-rata Rp17.500 per dolar AS, serta defisit anggaran 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Bamsoet menyatakan bahwa RAPBN 2027 harus mampu mendorong laju pertumbuhan sekaligus mempertahankan stabilitas kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, angka 6 persen bukan hal yang mudah dicapai, namun sangat krusial untuk mempercepat kemajuan Indonesia.

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu bukan pekerjaan mudah. Tetapi saya melihat target ini penting untuk mendorong Indonesia bergerak lebih cepat. Yang harus kita pastikan, pertumbuhan itu benar-benar terasa di masyarakat. Lapangan kerja bertambah, pendapatan masyarakat meningkat, usaha kecil berkembang, dan daya beli tetap terjaga.

Keterangan tersebut disampaikan Bamsoet pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah menghadiri Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Optimalisasi Sektor Strategis

Menurut Bamsoet, pemerintah harus memaksimalkan berbagai sektor yang telah terbukti mendukung perekonomian nasional. Konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, ekspor, hilirisasi, pariwisata, ekonomi digital, dan UMKM perlu didorong secara simultan untuk mencapai target 6 persen pada tahun 2027.

Pertumbuhan kuartal II-2026 sebesar 5,29 persen menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, diperlukan dorongan tambahan agar target yang ditetapkan dapat terwujud. Kepercayaan dunia usaha juga perlu dijaga agar investasi terus mengalir dan perusahaan berani membuka lapangan kerja baru.

Kita tidak bisa berharap pertumbuhan 6 persen hanya dari belanja pemerintah. Dunia usaha harus ikut bergerak, investasi harus masuk, industri dan UMKM harus berkembang. Pemerintah tugasnya menciptakan iklim usaha yang nyaman, memberikan kepastian hukum dan menyediakan infrastruktur yang mendukung. Kalau sektor swasta dan ekonomi rakyat bergerak, lapangan kerja akan ikut terbuka.

Keseimbangan Fiskal dan Prioritas Pembangunan

Bamsoet menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan negara. Pemerintah menargetkan pendapatan negara sekitar Rp 3.426 triliun dengan belanja sebesar Rp 4.097,2 triliun. Defisit yang direncanakan adalah 2,4 persen terhadap PDB.

Menurutnya, selisih antara pendapatan dan belanja tersebut harus dikelola dengan hati-hati agar kesehatan fiskal tetap terjaga. Penghematan anggaran harus dilakukan secara cermat tanpa mengorbankan pendanaan untuk program-program yang dibutuhkan masyarakat.

Kita tentu harus menjaga agar keuangan negara tetap sehat. Tetapi penghematan juga harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai anggaran untuk pendidikan, kesehatan, pangan, energi, infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja ikut terpangkas, sementara belanja yang kurang penting masih berjalan. Setiap rupiah APBN harus dilihat manfaatnya. Kalau memberikan dampak besar bagi masyarakat dan ekonomi, harus diprioritaskan.

Delapan Prioritas RAPBN 2027

Bamsoet menilai delapan prioritas pemerintah dalam RAPBN 2027 telah menyasar kebutuhan utama masyarakat. Mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, hingga penurunan kemiskinan.

Ia mengingatkan bahwa setiap program harus memiliki hasil yang terukur. Hal ini mencakup peningkatan produktivitas petani, menjaga stabilitas harga pangan, memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, serta memastikan hilirisasi mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Prioritas pemerintah sudah tepat, tinggal bagaimana pelaksanaannya. Masyarakat harus bisa melihat hasilnya secara langsung. Petani harus semakin sejahtera, harga pangan lebih terjangkau, listrik dan energi tersedia, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, layanan kesehatan semakin mudah, dan masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah memiliki rumah. Itulah indikator sederhana apakah APBN benar-benar berhasil dijalankan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Bamsoet Berikan?

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Bamsoet Berikan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Bamsoet Berikan matter?

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Bamsoet Berikan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.