Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tak Terima Diputusin, Pria di Palembang Siram Mantan Pacar Pakai Air Keras

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By Mary Anderson - wahanaberita.com

Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Pria di Palembang Ditangkap Usai Diduga Menyiram Mantan Pacar dengan Air Keras

Wahanaberita.com – Seorang pria berinisial WB (28) ditangkap polisi setelah diduga menyiram mantan pacarnya, WL (29), dengan air keras di Palembang, Sumatera Selatan. Tindakan tersebut diduga dipicu rasa tidak terima setelah hubungan keduanya diakhiri oleh korban.

Peristiwa itu terjadi di area parkir Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang, sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasi tersebut menjadi tempat WL berada setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Korban Disiram Saat Baru Pulang Bekerja

WB disebut mendatangi WL ketika perempuan itu hendak pulang. Pertemuan keduanya kemudian berubah menjadi pertengkaran. Dalam situasi tersebut, WB diduga mengeluarkan cairan air keras yang telah dibawanya.

Cairan itu mengenai beberapa bagian tubuh korban, termasuk bagian belakang tubuh, pipi sebelah kanan, serta telinga kiri. Setelah kejadian, saksi segera membawa WL untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kejadian kekerasan dengan cairan kimia berbahaya dapat menimbulkan dampak serius bagi korban. Penanganan medis secepat mungkin menjadi hal penting, terutama ketika cairan mengenai kulit atau area wajah. Dalam kasus ini, korban langsung dibawa ke rumah sakit setelah penyiraman terjadi.

Pelaku Sempat Melarikan Diri

Usai peristiwa tersebut, WB diduga meninggalkan lokasi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima pengaduan dari korban pada Sabtu, 26 September 2026.

Petugas dari tim operasional Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang menelusuri keberadaan pria tersebut. Pencarian akhirnya mengarah ke Kabupaten Ogan Ilir, tempat WB diduga bersembunyi di rumah keluarganya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana menjelaskan bahwa pelaku diamankan pada Rabu, 30 September 2026. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

“Anggota melakukan penyelidikan usai menerima laporan korban pada Sabtu (26/9/2026). Petugas pun mengetahui keberadaan korban, pada Rabu (30/9/2026) pelaku yang bersembunyi di rumah keluarganya di Ogan Ilir, langsung kita tangkap tanpa perlawanan,”

Setelah ditangkap, WB harus menjalani proses hukum terkait dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap mantan pasangannya. Polisi masih menangani perkara ini untuk mendalami rangkaian kejadian serta unsur pidana yang dapat dikenakan.

Pertengkaran Tidak Boleh Berujung Kekerasan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa berakhirnya sebuah hubungan tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan ancaman, intimidasi, maupun kekerasan. Konflik pribadi seharusnya diselesaikan tanpa membahayakan keselamatan pihak lain.

Kekerasan terhadap mantan pasangan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari tekanan emosional, ancaman, penguntitan, hingga serangan fisik. Ketika seseorang merasa berada dalam situasi yang mengancam, penting untuk segera mencari bantuan dari orang terdekat, petugas keamanan, tenaga kesehatan, atau aparat penegak hukum.

Korban kekerasan juga perlu menyimpan informasi yang dapat membantu penanganan perkara, seperti kronologi kejadian, waktu, lokasi, serta keterangan saksi apabila tersedia. Namun, keselamatan diri tetap harus menjadi prioritas utama, terutama bila pelaku masih berada di sekitar lokasi atau terdapat risiko serangan lanjutan.

Dalam kejadian di Palembang ini, lokasi penyiraman berada di area parkir rumah sakit. Keberadaan saksi yang cepat membawa korban untuk memperoleh pertolongan menjadi bagian penting setelah insiden berlangsung. Tindakan cepat dapat membantu korban segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan.

Polisi Lanjut Mendalami Kasus

AKBP Musa Jedi Permana menyampaikan bahwa setelah penyiraman terjadi, korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh saksi. Sementara itu, WB melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan dan ditangkap di Ogan Ilir.

“Setelah kejadian korban langsung dilarikan saksi ke rumah sakit. Sementara pelaku melarikan diri hingga tertangkap di Kabupaten Ogan Ilir,”

Penanganan kasus ini menegaskan pentingnya pelaporan cepat ketika terjadi tindak kekerasan. Laporan korban menjadi awal bagi polisi untuk melakukan penyelidikan, mencari terduga pelaku, dan mengamankan pihak yang diduga bertanggung jawab.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa persoalan hubungan pribadi tidak boleh diselesaikan dengan tindakan berbahaya. Setiap orang berhak merasa aman, termasuk setelah memilih mengakhiri hubungan. Kekerasan bukanlah bentuk penyelesaian, melainkan tindakan yang dapat membawa konsekuensi hukum dan meninggalkan dampak besar bagi korban.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tak Terima Diputusin Pria di Palembang?

Tak Terima Diputusin Pria di Palembang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tak Terima Diputusin Pria di Palembang matter?

Tak Terima Diputusin Pria di Palembang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.