Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tak Cuma di Muara Enim, KPK Temukan Dugaan Sulap Laporan BPK di 2 Wilayah Ini

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

KPK Dalami Dugaan Manipulasi Opini Audit BPK di PALI dan Empat Lawang

Wahanaberita.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menggali kemungkinan adanya intervensi terhadap hasil pemeriksaan keuangan di luar Kabupaten Muara Enim. Dua tersangka dalam perkara suap pegawai BPK, yakni Angga dan Titin Rita Lestari, diduga turut mengatur predikat Wajib Tanpa Pengecualian (WTP) di wilayah lain. Dua daerah yang teridentifikasi sejauh ini adalah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Empat Lawang.

Pola Manipulasi Diduga Berulang di Beberapa Daerah

Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan mengungkap fakta bahwa kedua tersangka tidak hanya beroperasi di Muara Enim. Ia menegaskan tim penyidik akan mendalami apakah modus yang terjadi di Muara Enim memiliki kesamaan dengan praktik di daerah lain.

"Nah ini akan didalami oleh tim penyidik, karena ada pola yang mungkin atau peluang-peluang untuk dilakukan pendalaman, apakah yang terjadi di Muara Enim itu modelnya sama dengan di daerah-daerah lain yang dilakukan oleh baik itu tersangka A atau tersangka T, begitu."

Pernyataan tersebut disampaikan Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026). Ia menambahkan bahwa fokus penyidik saat ini masih tertuju pada perkara Muara Enim, namun keterangan Bupati PALI, Asgianto (AG), berfungsi sebagai penguat pembuktian niat jahat kedua tersangka.

"Ini menjadi memperkuat, begitu, bahwa niat atau mens rea-nya dari si tersangka, yaitu si auditor BPK dan perantara yang si tersangka A ini, untuk kemudian mengatur atau mengondisikan hasil-hasil, temuan-temuan, yang diperoleh oleh tim pemeriksa BPK yang Kanwil Provinsi Sumsel begitu. Jadi ini masih didalami lagi oleh tim penyidik."

"Tetapi pola itu kemudian tim akan memperkuat modus-modus yang dilakukan di Muara Enim gitu. Jadi ini untuk menambah saja, untuk menambah bukti bahwa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tersangka di Muara Enim itu juga ini ada wilayah-wilayah lain, begitu."

Bupati PALI Diduga Meminta Bantuan agar Daerahnya Mendapat Opini WTP

KPK telah memeriksa Asgianto, Bupati PALI, dan menemukan indikasi bahwa ia meminta agar wilayahnya memperoleh predikat WTP dari BPK, serupa dengan yang terjadi di Muara Enim. Jubir KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa sejak tahun 2013, Kabupaten PALI tidak pernah lagi menerima opini WTP.

Menurut Budi, Asgianto diduga menghubungi Angga—salah satu tersangka dalam perkara suap BPK—serta Bobby Adhityo Rizaldi (BB), yang sebelumnya telah dipanggil sebagai saksi, untuk membantu memperoleh opini tersebut.

"Jadi Bupati PALI ini meminta bantuan kepada Saudara AG, yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini, dan juga kepada Saudara BB (Bobby Adhityo Rizaldi) yang sebelumnya juga pernah dilakukan pemanggilan sebagai saksi. Bagaimana agar Kabupaten PALI ini bisa mendapatkan opini WTP."

Budi menambahkan bahwa keterangan Asgianto juga mengonfirmasi bahwa praktik serupa diduga berlangsung di sejumlah daerah lain, sehingga penyidik akan terus menelusuri dugaan praktik tersebut.

"Dari keterangan Bupati PALI ini kemudian mengonfirmasi bahwa terkait dengan temuan audit BPK ini, tidak hanya terjadi di Kabupaten Muara Enim, tapi juga diduga terjadi di daerah-daerah lain. Untuk itu penyidik masih akan terus mendalami, menelusuri adanya dugaan praktik-praktik serupa."

Latar Belakang: OTT Bupati Muara Enim dan Kasus Suap BPK

Kasus ini bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim Edison pada Senin (8/6). Keesokan harinya, Selasa (9/6), Edison resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya:

1. Edison — Bupati Muara Enim 2. Abi Nurwardani — Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026 3. Adi Triyadi — Keponakan Bupati 4. Cory Erin Hardi — Marketing PT Millenium Solusi Abadi

KPK menduga Edison menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Cory melalui perantara Abi Nurwardani. Dana tersebut diduga merupakan biaya pemeliharaan "hubungan baik" mengingat PT MSA, selaku pemasok smart board, telah memperoleh proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim pada tahun 2025. Selain itu, Abi juga menerima setoran dana dari rekanan dinas lain di Muara Enim. Total uang yang disita KPK dalam perkara ini mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.

Lima Tersangka dalam Kasus Suap ke Pihak BPK

Pada Rabu (10/6), KPK kembali menggelar OTT terhadap lima ASN BPK dan menetapkan mereka sebagai tersangka dalam dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap bahwa pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit. Kelima tersangka dalam perkara ini adalah:

1. Angga — pihak swasta 2. Titin Rita Lestari — ASN BPK / Pengendali Teknis 3. Edison — Bupati Muara Enim 4. Cory Erin Hardi — Marketing PT Millenium Solusi Abadi 5. Fika — Direktur PT Millenium Solusi

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tak Cuma di Muara Enim KPK Temukan?

Tak Cuma di Muara Enim KPK Temukan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tak Cuma di Muara Enim KPK Temukan matter?

Tak Cuma di Muara Enim KPK Temukan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.