Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solving Problems: Heboh ‘Pocong’ Keliling hingga Bergolok Ternyata Kabar Bohong

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Mary Anderson

Hoax 'Pocong' Keliling dan Bergolok di Tangerang Ternyata Kabar Bohong

Solving Problems - Sejumlah warga Tangerang Raya dan Jakarta belakangan ini heboh karena mengira ada 'pocong' yang mengelilingi wilayah hingga berlari bergolok. Namun, setelah investigasi oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa isu tersebut hanyalah upaya penipuan. Berikut laporan lengkap dari Polresta Tangerang.

"Masyarakat perlu tetap tenang, tetapi waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan mudah percaya atau menyebarkan berita tanpa dasar," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Selasa (19/5).

Hoax 'pocong' ini pertama kali muncul di Kecamatan Rajeg, wilayah yang menjadi pusat perhatian. Polisi melakukan pemeriksaan menyeluruh di sana, tetapi tidak menemukan bukti kejadian mistis. Dalam pernyataannya, Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara menegaskan bahwa fenomena tersebut belum terbukti.

Penyebaran Isu Pocong di Ciputat Timur

Berita tentang penampakan 'pocong' kian merambat ke Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Warga setempat mengeluhkan kekhawatiran akan keberadaan makhluk gaib yang dianggap muncul tanpa alasan jelas. Beberapa orang menyebut melihat sosok menyerupai pocong di Jalan Haji Gadung Raya, sementara yang lain menyatakan melihatnya di sekitar tempat kos mereka di Kompleks Pertamina.

"Saya lihat tiga orang pakai baju putih dan topi kotak, lalu berlari-lari seperti pocong. Tapi itu cuma pengamen yang ingin menarik perhatian," jelas Bambang, warga Ciputat Timur, Kamis (21/5).

Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi. Mereka menemukan bahwa ada dua pengamen yang menggunakan kostum cosplay untuk menyerupai pocong. Banyak warga yang awalnya terkejut akhirnya memahami bahwa ini adalah upaya sensasi.

Pengamen Cosplay dan Modus Penipuan

Penjaga warung kelontong Nur mengonfirmasi keberadaan dua pengamen yang memakai kostum pocong. Mereka hanya singgah di warung untuk minum dan duduk di samping. "Mereka cuma nongkrong di situ, istirahat saja. Bukan melakukan tindakan anarkis," jelas Nur, dalam video yang dibagikan oleh Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq.

"Saya pernah lihat 2-4 orang pakai kostum pocong, tapi itu hanya untuk menarik perhatian. Mereka berlarian karena ingin viral," tambah Sani, saksi mata dari Kompleks Pertamina.

Menurut informasi yang diperoleh, pengamen tersebut muncul tiga kali di wilayah tersebut. Mereka memanfaatkan suasana gelap dan ketakutan masyarakat untuk menciptakan sensasi. Polisi menyarankan agar warga lebih bijak dalam menyebar berita sebelum mempercayainya sepenuhnya.

Penyebaran Informasi via Media Sosial

Perkembangan isu ini terutama diunggah ke platform media sosial, yang mempercepat penyebarannya. Berita tanpa sumber yang jelas langsung viral dan memicu ketakutan di kalangan masyarakat. Banyak yang membagikan foto dan video yang dianggap menunjukkan keberadaan 'pocong' di tengah malam.

"Saya lihat orang berlarian di jalan, lalu upload ke Instagram. Saya pun ikut merasa kaget meskipun tahu itu hanya kostum," cerita Asep, warga sekitar.

Menurut penjelasan Kapolresta, kejadian ini merupakan strategi modus penipuan. Mereka memanfaatkan ketakutan akan hal-hal gaib untuk memperoleh keuntungan. Penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial membuat warga kesulitan membedakan antara fakta dan bohong.

Langkah Pihak Kepolisian untuk Mengendalikan Hoax

Polresta Tangerang memperkuat investigasi dan meminta masyarakat untuk mengecek sumber informasi sebelum menyebarkan berita. Mereka juga melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran agar warga lebih waspada terhadap isu bohong. "Solving Problems adalah bagian dari upaya kita untuk memperbaiki kesadaran masyarakat akan pentingnya verifikasi," imbuh Kapolresta dalam konferensi pers.

"Kami sedang mencari sumber utama informasi ini. Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk mempercayai sumber yang jelas," tegas Ipda Sandro Tree Bahara.

Para polisi menekankan bahwa hoaks 'pocong' ini bisa mengganggu ketenangan warga. Dengan meningkatkan kesadaran, mereka berharap masyarakat lebih mudah mengenali dan menangkal berita palsu. Polisi juga mengingatkan bahwa banyak penipuan bermula dari informasi yang diperbanyak tanpa verifikasi.

Kesimpulan dan Peringatan untuk Masyarakat

Hasil investigasi menunjukkan bahwa 'pocong' yang mengelilingi wilayah dan berlari bergolok hanyalah ilusi. Masyarakat disarankan untuk tidak terburu-buru menyebarkan berita tanpa dasar. Dengan menjaga kritisisme, mereka bisa meminimalisir dampak negatif dari informasi yang tidak benar.

"Solving Problems memerlukan kesadaran kolektif. Jika kita bisa membedakan antara fakta dan bohong, hoaks seperti ini bisa dihentikan sejak awal," ujar Kapolresta Tangerang.

Penyebaran informasi di era digital memang cepat, tetapi juga bisa memicu kepanikan. Dengan menerapkan prinsip verifikasi dan kritis, masyarakat bisa membangun Solving Problems yang lebih efektif. Polresta Tangerang berharap masyarakat terus memantau dan memahami setiap berita yang beredar di sekitar mereka.