Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Siswi SMP di Sidrap Sulsel Di-bully 10 Temannya, Ortu Lapor Polisi

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By Mary Anderson - wahanaberita.com

Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Siswi SMP di Sidrap Sulsel Dilaporkan Jadi Korban Perundungan

Wahanaberita.com – Siswi SMP di Sidrap Sulsel dilaporkan menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh sejumlah teman sekolahnya. Peristiwa tersebut terjadi di SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Orang tua korban kemudian memilih membawa persoalan ini ke jalur hukum dan melaporkannya kepada kepolisian.

Kepala SMPN 1 Rappang, Rahmat Perdana, membenarkan adanya kejadian perundungan di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah telah mengetahui peristiwa tersebut dan turut berupaya menangani persoalan yang melibatkan para siswa itu.

"Benar, itu ada kejadian (bully) yang terjadi," ujar Rahmat Perdana kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

Kasus yang menimpa siswi SMP di Sidrap Sulsel itu disebut terjadi di dalam kelas ketika jam istirahat pada Jumat (9/10). Berdasarkan keterangan pihak sekolah, terdapat 10 siswi yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut. Para siswi itu berasal dari kelas VII dan kelas IX.

Rahmat mengatakan jumlah siswa yang terlibat cukup banyak sehingga penanganannya memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Sekolah perlu memastikan kondisi korban, mengumpulkan keterangan, serta berkoordinasi dengan keluarga dan lembaga terkait agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru di antara para siswa.

"Ada 10 orang siswi yang melakukan aksi perundungan," katanya.

Berawal dari Salah Paham Antarsiswa

Menurut pihak sekolah, perundungan terhadap siswi SMP di Sidrap Sulsel itu bermula dari salah paham dan isu saling reka cerita di antara para siswa. Namun, Rahmat tidak menjelaskan secara rinci isi isu atau persoalan yang memicu terjadinya tindakan tersebut.

Situasi seperti ini menunjukkan bahwa kesalahpahaman di lingkungan sekolah perlu ditangani sejak awal. Isu yang beredar di antara siswa dapat memicu tekanan sosial, pertengkaran, hingga tindakan yang merugikan pihak lain apabila tidak segera diklarifikasi secara baik dan aman.

Dalam kasus ini, pihak sekolah telah melakukan langkah koordinasi dengan lintas sektor. Pertemuan disebut telah melibatkan kepolisian dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Keterlibatan sejumlah pihak tersebut diharapkan dapat membantu memastikan proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan korban dan ketentuan yang berlaku.

"Sudah diadakan pertemuan lintas sektor seperti dari kepolisian dan UPTD PPA untuk penyelesaian kasusnya, korban ingin menyelesaikan melalui jalur hukum," bebernya.

Keputusan keluarga untuk melapor ke polisi menandakan bahwa orang tua korban menginginkan penanganan melalui proses hukum. Dalam kondisi seperti ini, sekolah tetap memiliki peran penting untuk menjaga suasana belajar, mencegah tekanan terhadap korban, serta mengawasi agar tidak ada tindakan lanjutan yang memperburuk keadaan.

Pentingnya Perlindungan Korban di Lingkungan Sekolah

Kasus siswi SMP di Sidrap Sulsel menjadi pengingat bahwa perundungan bukan sekadar persoalan candaan antarteman. Tindakan yang dilakukan bersama-sama terhadap satu siswa dapat menimbulkan rasa takut, malu, dan tidak aman. Karena itu, korban perlu mendapat ruang untuk menyampaikan pengalaman tanpa disalahkan atau ditekan untuk segera berdamai.

Orang tua, guru, dan pihak sekolah juga perlu membangun komunikasi yang terbuka. Ketika seorang siswa memperlihatkan perubahan perilaku, enggan pergi ke sekolah, atau tampak tertekan setelah berinteraksi dengan teman-temannya, kondisi tersebut perlu diperhatikan secara serius. Pendekatan yang tenang dan berpihak pada keselamatan anak dapat membantu menemukan masalah lebih awal.

Penanganan perundungan juga perlu memperhatikan semua pihak yang terlibat tanpa mengabaikan hak korban. Para siswa yang diduga melakukan perundungan tetap membutuhkan pembinaan, sementara korban harus memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak. Proses ini penting agar lingkungan sekolah kembali kondusif dan tindakan serupa tidak berulang.

FAQ Perundungan di Sekolah

Apa yang dapat dilakukan orang tua jika anak diduga mengalami perundungan?

Orang tua dapat mendengarkan cerita anak dengan tenang, mencatat informasi penting yang disampaikan, lalu berkomunikasi dengan pihak sekolah. Jika diperlukan, keluarga dapat mencari pendampingan dari lembaga perlindungan anak atau melapor kepada pihak berwenang sesuai kondisi yang dihadapi.

Mengapa sekolah perlu melibatkan pihak lain dalam kasus perundungan?

Pelibatan pihak seperti kepolisian dan UPTD PPA dapat membantu penanganan berjalan lebih terarah, terutama ketika keluarga korban memilih menempuh jalur hukum. Koordinasi juga diperlukan untuk menjaga perlindungan anak dan memastikan setiap langkah dilakukan secara tepat.

Bagaimana siswa dapat mencegah perundungan?

Siswa dapat menghindari penyebaran isu, tidak ikut mengejek atau mengucilkan teman, serta segera melapor kepada guru atau orang dewasa tepercaya apabila melihat tindakan perundungan. Sikap saling menghormati menjadi langkah sederhana namun penting untuk menciptakan sekolah yang aman.

Related Reading