Saat Ibu-ibu Juga Ikut Lomba Tarik Bus Double Decker Jelang 17 Agustus
Tradisi Tarik Bus di Terminal Kalideres Kembali Menggema Jelang HUT RI ke-81
Wahanaberita.com – Setiap tahun peringatan kemerdekaan, Terminal Kalideres di Jakarta Barat selalu punya satu momen yang tak ditemukan di terminal mana pun: lomba menarik bus. Pada Minggu (16/8/2026), tradisi itu kembali berlangsung dengan peserta yang melampaui sekadar karyawan — ibu-ibu pedagang, penumpang, hingga petugas loket turut serta.
Mekanisme dan Hasil Perlombaan
Pertandingan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Bagian depan kendaraan dibuka, kemudian tali tambang diikatkan sebagai alat penarik. Tim yang pertama kali membawa bus melewati garis finis dalam jarak 5 meter dengan waktu tercepat dinyatakan menang.
Dua tim turun ke arena. Tim pertama menghimpun sekitar 15 orang campuran bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka berupaya menarik bus double decker milik PO Gunung Harta dengan bobot mencapai 24 ton. Upaya itu memakan waktu 50 detik.
Tim kedua sepenuhnya terdiri dari para ibu yang menantang bus milik PO Arimbi berbobot sekitar 8 ton. Dengan catatan waktu kurang lebih 15 detik, tim ini berhasil menyentuh garis akhir dan merebut kemenangan.
Suara Para Peserta
Ena (41), kasir tiket di armada Putra Sulung dan Rona Indah, menyebut pengalaman menarik bus kali ini terasa luar biasa berat. Ia mengaku sudah dua kali mengikuti lomba serupa, termasuk pada tahun sebelumnya.
"Aduh, berat banget pokoknya. Persiapannya tenaga. Alhamdulillah, sebelumnya juga nyiapin sarapan. Tapi tenaganya tiba-tiba hilang karena berat busnya. Rasanya seru. Ini sudah kedua kalinya saya ikut lomba tarik bus. Tahun lalu juga ikut."
Ia menambahkan dengan nada bercanda bahwa beban kehidupan sehari-hari jauh lebih memberatkan dibanding kendaraan bermuatan puluhan ton.
"Beban hidup lebih berat daripada beban bus,"
Nila (48) turut mengungkapkan bahwa dirinya sudah dua kali ambil bagian dalam kegiatan ini. Ia mulai menyiapkan fisik sejak tanggal 14 Agustus dan menilai bobot bus tahun ini terasa jauh lebih menantang.
"Saya persiapan ikut lomba dari tanggal 14. Alhamdulillah, lomba tarik bus ini sudah berjalan dua tahun. Kalau bobot busnya, waduh, berat. Bisa seperti double decker. Itu Gunung Harta, berat."
Nila juga melontarkan perbandingan antara beban kolektif dan beban personal.
"Jangan ditanya kalau beban hidup mah. Kalau beban hidup kan mental ya, kita jalanin aja. Kalau ini (bus) kan bareng-bareng, ketarik sama kita. Harus ada kerja sama kelompok."
Pandangan Penyelenggara
Ketua Pelaksana kegiatan, Alfian Chofy, menegaskan bahwa lomba tarik bus akan terus menjadi agenda tetap setiap peringatan HUT RI di Terminal Kalideres. Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi antar-karyawan, pedagang, dan penumpang.
"Dari terminal mana pun, yang namanya tarik bus pasti momen khasnya dari Terminal Kalideres. Kegunaannya untuk menyambung silaturahmi satu sama lain, dan juga kekompakan para ibu-ibu maupun karyawan loket."
Ia menjelaskan bahwa partisipan tahun ini mencakup kenek, petugas terminal, pedagang di sekitar kawasan, serta sejumlah penumpang yang secara spontan bergabung.
"Dari warung, ibu-ibu pedagang, maupun karyawan loket sudah siap semua ikut. Alhamdulillah tadi ada dua penumpang yang ikut, saya tahu tadi."
Lomba Makan Kerupuk sebagai Penutup
Setelah ketegangan menarik bus usai, para peserta beralih ke kegiatan berikutnya: lomba makan kerupuk yang khusus ditujukan bagi ibu-ibu. Suasana terminal pun berubah dari kompetisi fisik menjadi tawa dan sorak-sorai khas perayaan kemerdekaan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Saat Ibu ibu Juga Ikut Lomba?Saat Ibu ibu Juga Ikut Lomba is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Saat Ibu ibu Juga Ikut Lomba matter?Saat Ibu ibu Juga Ikut Lomba matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.