Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Program Poliran Jenderal Suyudi: Serap Tenaga Kerja hingga ‘Unlock’ Skill Warga

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Betty Taylor - wahanaberita.com

Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com

Poliran Banten Dorong Warga Mengasah Keterampilan dan Membuka Peluang Kerja

Wahanaberita.com – Upaya menekan pengangguran di Banten ditempuh melalui Program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membekali warga dengan keterampilan praktis sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja. Program unggulan ini dijalankan Jenderal Suyudi Ario Seto saat menjabat sebagai Kapolda Banten.

Poliran tidak semata menawarkan pelatihan singkat. Program tersebut menempatkan penguatan ekonomi warga sebagai bagian penting dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan tertib. Ketika masyarakat memiliki akses untuk meningkatkan kompetensi serta memperoleh peluang produktif, risiko persoalan sosial yang dipicu oleh pengangguran diharapkan dapat ditekan.

Kerja Sama Pelatihan dan Penyaluran Tenaga Kerja

Program ini berawal dari penandatanganan nota kesepahaman antara Polda Banten dan Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group pada 13 Maret 2025. Melalui kerja sama tersebut, Balai Pelatihan disiapkan untuk membentuk tenaga kerja produktif yang nantinya dapat disalurkan kepada perusahaan-perusahaan yang turut terikat dalam MoU.

Materi yang diberikan disusun dalam beragam bidang, sehingga peserta dapat memilih atau memperoleh pengetahuan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari maupun peluang usaha. Kegiatannya mencakup pendidikan kewirausahaan, pengolahan limbah, budidaya ikan dan ayam, perawatan tanaman hidroponik, hingga pembuatan pupuk.

Balai Poliran menitikberatkan kegiatannya pada tiga bidang. Pada sektor industri, peserta dibekali keterampilan teknis serta kemampuan nonteknis yang diperlukan dalam bekerja. Sektor ketahanan pangan berisi pelatihan pertanian, perikanan, dan peternakan. Sementara itu, bidang lingkungan hidup mengajarkan cara mengelola sampah serta mengolah limbah agar menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi.

Pelaksanaan Poliran juga melibatkan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang. Keterlibatan BBPVP Serang memperkuat unsur pelatihan vokasi dan kewirausahaan, dengan sasaran utama peningkatan kemampuan masyarakat yang belum bekerja atau ingin memperluas keahliannya.

Pengangguran, Ketahanan Pangan, dan Kondisi Keamanan

Sebanyak 112 warga Banten telah mengikuti pelatihan Poliran. Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran melalui peningkatan kesiapan kerja dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan pemeliharaan keamanan. Pengembangan ekonomi masyarakat dipandang sebagai pendukung bagi stabilitas daerah, karena persoalan pengangguran dapat memunculkan potensi gangguan sosial apabila tidak memperoleh perhatian dan jalan keluar yang memadai.

“Poliran hadir sebagai solusi konkret meningkatkan kompetensi di wilayah Banten,” kata Jenderal Suyudi.

Selain membuka kesempatan belajar, program ini dikaitkan dengan kebijakan ketahanan pangan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu bentuk keterlibatan masyarakat terlihat dalam kegiatan penanaman benih jagung, yang menjadi bagian dari penguatan peran warga di sektor pertanian.

“Kegiatan penanaman benih jagung, yang mana dalam kegiatan ini kami memiliki program unggulan sesuai dengan kebijakan Bapak Presiden dan sesuai dengan petunjuk Bapak Kapolri yaitu kegiatan Poliran, Bapak. Poliran singkatan dari Polisi peduli pengangguran. Kami concern terhadap masalah pengangguran yang tentunya ini akan berimplikasi pada potensi keamanan yang ada di wilayah Banten,” kata Jenderal Suyudi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya diarahkan pada pekerjaan formal di perusahaan. Pengetahuan di bidang pangan, lingkungan, dan kewirausahaan juga dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan pertanian setempat, atau rintisan usaha apabila tersedia modal dan kesempatan.

Pengalaman Peserta: Dari Hidroponik hingga Pertanian

Manfaat Poliran dirasakan langsung oleh sejumlah peserta. Wulan, peserta Poliran Gelombang I, mengikuti pelatihan budidaya tanaman hidroponik ketika sedang tidak memiliki pekerjaan. Baginya, materi tersebut menarik karena dapat dipraktikkan di rumah.

“Saya sedang menganggur, untuk mencari ilmu tentang perawatan hidroponik karena saya ingin mencoba menanam dengan sistem hidroponik di rumah,” kata Wulan, Senin (14/7/2025).

Selama pelatihan, Wulan mempelajari tahapan penanaman, perawatan tanaman, kendala yang mungkin muncul, cara mengatasinya, serta bahan dan peralatan yang diperlukan. Ia juga memperoleh uang saku untuk kegiatan pelatihan selama tiga hari.

Ilmu yang diperolehnya telah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah. Namun, Wulan belum mengembangkannya menjadi usaha karena masih menghadapi keterbatasan modal.

“Kalau untuk di rumah sudah mencoba untuk keperluan sehari-hari tapi kalau untuk usaha belum karena kendala modal usahanya,” ungkapnya.

Peserta lain, Tuti, mengikuti Poliran Gelombang 2 pada pelatihan pertanian. Kondisi menganggur mendorongnya untuk mencari tambahan wawasan dan kemampuan yang dapat digunakan dalam kegiatan bercocok tanam.

“Saya ikut pelatihan ini untuk menambah wawasan saat saya sedang menganggur,” ujarnya.

Tuti melihat pelatihan pertanian memberi manfaat nyata, terutama dalam upaya meningkatkan hasil panen. Kegiatan tersebut juga memberinya kesempatan bertukar pengalaman dengan petani lain, membangun kemandirian, dan memperluas pergaulan.

“Pelatihan pertanian, banyak manfaat yang saya dapat adalah meningkatkan hasil panen, bisa berbagi ilmu dengan petani lain, menjadi lebih mandiri dan mendapatkan teman baru,” katanya.

Saat ini, Tuti telah mencoba menerapkan pengetahuannya di sawah milik tetangga karena ia belum mempunyai lahan sendiri. Ia turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba menanam sayuran. Pengalaman para peserta memperlihatkan bahwa nilai utama pelatihan bukan hanya sertifikat atau kegiatan sesaat, melainkan kemampuan yang dapat terus digunakan setelah program selesai.

Dengan perpaduan pelatihan kerja, penguatan ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan, Poliran menjadi ruang bagi warga Banten untuk membangun keterampilan baru. Tantangan seperti akses modal dan ketersediaan lahan tetap ada, tetapi bekal pengetahuan memberi peserta titik awal untuk mencari pilihan ekonomi yang lebih produktif.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Program Poliran Jenderal Suyudi?

Program Poliran Jenderal Suyudi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Program Poliran Jenderal Suyudi matter?

Program Poliran Jenderal Suyudi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.