Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pria Pelalawan Bunuh Wanita gegara Ajakan Berhubungan Badan Ditolak

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Karen Williams - wahanaberita.com

Foto : Karen Williams - wahanaberita.com

Pembunuhan di Pelalawan: Pria Tewaskan Teman Karena Ajakan Intim Ditolak

Insiden yang Berawal dari Percekcokan Kecil

Wahanaberita.com – Seorang pria berusia 27 tahun bernama Jamal, yang juga dikenal dengan nama Udin, telah diamankan oleh pihak berwajib atas dugaan pembunuhan terhadap wanita berinisial SS, berusia 46 tahun. Kejadian tragis ini bermula dari sebuah percakapan yang memanas di Jalan Markisa, kawasan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton, menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan tersebut berlangsung pada malam hari, tepatnya hari Selasa tanggal 11 Agustus. Awalnya, korban yang merupakan sahabat pelaku datang ke tempat tinggal kontrakan Jamal untuk beristirahat. Kedatangan korban ini tidak lepas dari masalah pribadi yang sedang dihadapinya, yaitu pertengkaran dengan sang suami.

"Korban ini datang menemui pelaku di tempat kerjanya. Korban bilang 'Pinjam dulu kunci rumahmu lah, Kakak mau istirahat. Kakak bertengkar sama abangmu (suami korban)'. Dikasihlah kunci itu ke korban saat itu," ujar Kompol Shilton dalam keterangannya pada Jumat (14/8/2026).

Malam yang Penuh Ketegangan

Saat malam tiba, Jamal yang sedang berada di luar rumah menerima panggilan telepon dari korban. Dalam percakapan tersebut, korban meminta bantuan untuk membelikan air mineral di warung terdekat. Sekitar pukul 21.00 WIB, permintaan itu dipenuhi oleh Jamal.

Setelah kembali ke kontrakan, Jamal menyerahkan air mineral kepada korban. Di momen inilah, pelaku mencoba mengajak korban untuk berhubungan intim. Padahal, Jamal sudah mengetahui bahwa wanita tersebut sudah memiliki suami. Melihat kondisi korban yang sedang galau, ajakan itu pun dilontarkan.

"Melihat kondisi korban lagi galau, pelaku mengajak korban berhubungan intim, namun korban menolak dan marah," lanjutnya.

Penolakan tersebut membuat korban semakin kesal. Jamal mengaku bahwa korban saat itu berteriak-teriak dengan marah. Rasa malu karena tetangga mendengar keributan membuat Jamal berusaha menenangkan wanita itu. Namun, amarah korban tidak juga reda. Akhirnya, pelaku mengambil tindakan dengan mencekik leher korban hingga korban tidak bergerak lagi.

Sandiwara Bunuh Diri yang Terungkap

Setelah membunuh korban, Jamal meninggalkan lokasi dalam keadaan korban masih sekarat. Malam itu, ia memilih tidur di tempat cuci motor tempatnya bekerja. Pada siang hari Rabu (12/8), Jamal kembali ke kontrakan dengan membawa temannya yang berinisial J.

Di sinilah Jamal mulai menyusun cerita palsu. Ia mengunci pintu kontrakan dari luar, kemudian keluar melalui jendela sambil melempar kunci ke dalam ruangan. Tindakan ini dilakukan agar seakan-akan korban terkunci di dalam kamar.

"Jadi saat dia pergi dari kontrakan itu, dia mengunci rumah kontrakan dari luar. Setelah itu dia keluar melalui jendela dan kunci dilempar ke dalam kontrakan. Jadi seakan-akan korban terkunci dari dalam," jelasnya.

Jamal kemudian berpura-pura memanggil korban sambil menggedor-gedor pintu. Tetangga korban, seorang wanita berinisial P, mendengar suara itu dan mengirimkan pesan WhatsApp kepada Jamal. Ia menyarankan agar pintu didobrak karena khawatir korban sedang pingsan.

Saat saksi keluar dari kamar kontrakan, ia melihat Jamal sedang mencongkel pintu. Di saat yang sama, saksi melihat tubuh korban tergeletak dengan mata terbelalak. Jamal sempat bertanya-tanya apakah korban masih hidup, lalu menyampaikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Jamal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan tetangga sekitar. Ketua RT segera menghubungi nomor darurat 110 untuk melaporkan insiden tersebut.

Pengakuan dan Bukti yang Mengungkap Kebenaran

Awalnya, Jamal berhasil mengelabui polisi dengan memberikan keterangan palsu. Ia mengklaim bahwa korban melakukan bunuh diri karena depresi akibat masalah rumah tangga. Namun, penyelidikan lebih lanjut membuktikan bahwa klaim tersebut tidak benar.

"Hasil penyelidikan kami, pelaku ini membuat sandiwara seakan-akan korban ini stres bunuh diri akibat masalah dengan suaminya," imbuhnya.

Jamal sempat memberikan keterangan yang berbelit-belit. Alibinya bertolak belakang dengan kesaksian para saksi dan rekaman CCTV yang dimiliki pihak berwajib. Situasi berubah setelah hasil autopsi dari Biddokes Polda Riau keluar pada Kamis pagi.

"Pelaku waktu kita amankan pertama kali keterangannya selalu berubah-ubah. Alibinya banyak bertolak belakang dengan para saksi lain dan alat bukti CCTV yang kita punya. Tapi setelah keluar hasil autopsi Biddokes Polda Riau, Kamis pagi kemarin, pelaku sudah tidak bisa mengelak lagi," pungkasnya.

Dengan bukti-bukti yang kuat, Jamal akhirnya tidak dapat lagi menyangkal perbuatannya. Pria berusia 27 tahun ini kini menghadapi tuntutan hukum atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap wanita berusia 46 tahun hanya karena ajakan berhubungan badan ditolak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pria Pelalawan Bunuh Wanita gegara Ajakan?

Pria Pelalawan Bunuh Wanita gegara Ajakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pria Pelalawan Bunuh Wanita gegara Ajakan matter?

Pria Pelalawan Bunuh Wanita gegara Ajakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.