Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI: Jangan Bermain di Luar Payung Hukum

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Robert Brown - wahanaberita.com

Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

Tujuh Pejabat Eselon II DKI Jakarta Dilantik Pramono Anung

Wahanaberita.com – Pada Rabu (19/8/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin prosesi pelantikan tujuh pejabat setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara berlangsung secara tertutup di Balai Kota Jakarta.

Pramono menjelaskan bahwa pergantian posisi pejabat merupakan langkah penyempurnaan struktur organisasi. Ia menegaskan bahwa sebuah organisasi harus terus mengalami pembaruan secara berkala.

"Kenapa diganti? Dalam rangka untuk penyegaran dan membuat secara menyeluruh timnya lebih ini. Karena saya adalah orang yang melihat dalam organisasi ini selalu harus ada penyempurnaan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Analogi Sepak Bola dan Percepatan Keputusan

Dalam paparannya, Pramono mengumpamakan rotasi jabatan bagaikan pergantian posisi pemain sepak bola — bisa di sisi kanan, kiri, atau area lain sesuai kebutuhan tim. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses pengambilan sekaligus eksekusi keputusan di lingkungan Pemprov DKI.

"Saya mengibaratkan seperti pemain bola ya, kadang-kadang main di kanan, di kiri, dan sebagainya. Tetapi intinya saya ingin secara organisasi di Balai Kota itu ada speed up, ada percepatan di dalam keputusan dan sebagainya," ujarnya.

Percepatan tersebut, menurutnya, krusial agar setiap kebijakan yang sudah diputuskan dapat langsung dieksekusi tanpa penundaan.

Daftar Tujuh Pejabat yang Dilantik

Berikut nama-nama pejabat eselon II yang resmi dilantik pada hari tersebut:

Abdul Khalit sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta; Mochamad Abbas sebagai Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta; M Matsani sebagai Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta; Fajar Eko Satriyo sebagai Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta; Muhammad Herizkianto sebagai Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta; Indra Patrianto sebagai Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta; serta Faisal Syafruddin sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemprov DKI Jakarta Bidang Pengendalian Permukiman.

Pesan Konsistensi dan Kepatuhan Hukum

Pramono mengingatkan seluruh pejabat baru agar bekerja secara konsisten dan senantiasa berpegang teguh pada ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk bertindak di luar koridor hukum.

"Yang paling penting adalah segala sesuatunya harus dikerjakan secara konsisten. Kemudian saya selalu menekankan bahwa payung hukumnya harus jelas. Jangan bermain di luar payung hukum yang telah menjadi ketentuan," tegasnya.

Transparansi Pengambilan Keputusan

Seluruh keputusan strategis di Balai Kota, kata Pramono, diambil melalui mekanisme rapat. Ia menyatakan tidak pernah mengambil keputusan secara sepihak di luar forum resmi tersebut.

"Hampir semua keputusan di Balai Kota itu kita putuskan mulai dari rapat. Karena saya tidak pernah memutuskan di luar rapat. Maka dengan demikian, ini adalah hal yang menjadi transparan, semua orang tahu dalam pengambilan keputusan," ujarnya.

Setelah keputusan disepakati dalam forum rapat, ia menuntut agar eksekusi dilakukan segera tanpa penundaan.

"Tinggal begitu diputuskan, harusnya segera dijalankan," tuturnya.

Koordinasi dengan BKN dan Manajemen Talenta

Proses seleksi pejabat, lanjut Pramono, dilakukan dengan menerapkan prinsip manajemen talenta serta berkoordinasi langsung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Langkah ini bertujuan memastikan setiap pengisian jabatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita menggunakan manajemen talenta, kemudian kita berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional. Karena saya nggak mau ada celah sedikit pun untuk dipermasalahkan," imbuhnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI?

Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI matter?

Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.