Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo: SMA Taruna Nusantara Dipandang Elitis, Sebetulnya Cari Bibit Unggul

Published Oktober 31, 2026 · Updated Oktober 31, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Prabowo Jelaskan Tujuan SMA Taruna Nusantara dalam Menyiapkan Talenta Unggul

Wahanaberita.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa SMA Taruna Nusantara dibangun sebagai wadah untuk menemukan, membina, dan menyiapkan generasi berpotensi tinggi bagi Indonesia. Penjelasan itu disampaikan saat ia meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Jawa Barat pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Prabowo mengakui sekolah tersebut kerap dinilai memiliki kesan eksklusif. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama pendiriannya bukan sekadar membentuk institusi yang dipandang istimewa, melainkan membuka ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki kemampuan dan potensi besar.

“Mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul.”

Dalam pandangannya, kemajuan sebuah negara memerlukan sistem yang aktif dalam menjaring calon-calon terbaik. Potensi manusia, kata Prabowo, tidak cukup hanya diharapkan muncul dengan sendirinya. Talenta perlu dideteksi sejak dini, diberi kesempatan, serta ditunjang melalui pendidikan dan fasilitas yang memadai.

Pembinaan Talenta Diibaratkan Persiapan Olimpiade

Prabowo menggambarkan peran SMA Taruna Nusantara melalui perbandingan dengan pembinaan atlet menuju ajang Olimpiade. Atlet berprestasi tidak lahir hanya dari bakat, tetapi juga dari latihan yang konsisten, sarana yang baik, serta sistem kaderisasi yang terarah.

“Kita harus punya lembaga kaderisasi atlet.”

Gagasan serupa, lanjutnya, juga relevan untuk bidang-bidang yang menentukan masa depan bangsa. Indonesia membutuhkan insinyur, ilmuwan, dokter, ahli biologi, dan penemu teknologi dengan kualitas tinggi. Karena itu, pendidikan bagi anak-anak berpotensi dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang negara.

Prabowo menyampaikan harapan agar lulusan yang tumbuh dari lingkungan pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara kelak mampu menghasilkan karya nyata. Kontribusi tersebut dapat berupa penemuan, pengembangan ilmu pengetahuan, pelayanan publik, maupun gagasan yang memperkuat kekayaan dan daya saing Indonesia.

“Kita harus mencari, kita harus memberi kesempatan.”

Penekanan pada kesempatan menjadi bagian penting dari penjelasan Prabowo. Sekolah dengan pembinaan khusus, dalam kerangka itu, diarahkan untuk memberi jalur pengembangan yang lebih terstruktur kepada siswa yang dinilai memiliki kapasitas untuk terus berkembang. Hasil akhirnya diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan membawa manfaat bagi masyarakat dan negara.

Jejak Alumni di Jabatan Strategis

SMA Taruna Nusantara pertama kali berdiri di Magelang pada 1990. Prabowo mengingat kembali bahwa pendirian sekolah itu berlangsung 36 tahun sebelum peresmian kampus di Cimahi. Pada masa itu, sekolah tersebut dibentuk ketika Panglima ABRI dijabat Benny Moerdani.

Selama puluhan tahun, sekolah itu telah melahirkan alumni yang kemudian mengambil peran di berbagai posisi penting. Prabowo menyebut sejumlah lulusan kini berada dalam jajaran pemerintahannya, termasuk pada jabatan menteri koordinator, menteri, dan pimpinan lembaga negara.

Ia menyinggung keberadaan alumni SMA Taruna Nusantara yang menjabat sebagai jenderal, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Kepala Badan Gizi Nasional. Prabowo juga menyatakan jumlah lulusan sekolah tersebut di kabinet terus terlihat semakin banyak.

“Hasilnya sudah ada menteri koordinator.”

Kehadiran para alumni pada posisi strategis itu dipandang Prabowo sebagai salah satu gambaran hasil pendidikan jangka panjang. Meski demikian, ia tidak menggambarkan pencapaian tersebut sebagai alasan untuk berpuas diri. Semangat peningkatan mutu tetap harus dijaga, baik oleh sekolah maupun oleh para lulusan yang telah mendapat tanggung jawab besar.

Nilai Baik sebagai Dorongan untuk Terus Meningkat

Prabowo juga memberi penilaian terhadap kinerja anggota kabinetnya yang merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara. Ia menyebut performa mereka baik, tetapi sengaja tidak memberi predikat paling tinggi. Bagi Prabowo, penilaian yang masih menyisakan ruang perbaikan dapat menjadi dorongan untuk terus bekerja lebih keras.

“Kinerja dan prestasinya baik.”

Ia menggunakan gambaran nilai akademik untuk menjelaskan sikap tersebut. Nilai sangat baik dapat membuat seseorang merasa telah mencapai puncak, sementara penilaian baik memberi alasan untuk terus mengejar hasil yang lebih tinggi. Prabowo menambahkan bahwa kesempurnaan bukanlah sesuatu yang mudah diklaim manusia.

“Kalau 100 itu milik Tuhan.”

Peresmian Kampus Cimahi memperluas keberadaan SMA Taruna Nusantara di luar Magelang, tempat sekolah pertamanya berdiri. Kehadiran kampus baru ini memperlihatkan perhatian terhadap pengembangan jalur pendidikan yang menekankan disiplin, pembinaan karakter, dan persiapan sumber daya manusia unggul.

Bagi para siswa, pesan utama yang disampaikan Prabowo adalah bahwa kemampuan harus dibarengi dengan kesempatan dan kerja keras. Bagi negara, pembinaan pelajar berpotensi diposisikan sebagai upaya menyiapkan orang-orang yang kelak dapat menghadapi kebutuhan Indonesia di bidang pemerintahan, sains, kesehatan, teknologi, dan profesi strategis lainnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prabowo?

Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo matter?

Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.