Prabowo Ingin Percepat PLTS agar Listrik Pulau Terpencil Tak Tergantung Solar
Prabowo Ingin Percepat PLTS untuk Pulau Terpencil
Wahanaberita.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad kuat pemerintah untuk Prabowo Ingin Percepat PLTS sebagai solusi jangka panjang bagi ketahanan energi nasional. Target ambisius ini menargetkan pembangunan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt atau setara 100 ribu megawatt. Inisiatif strategis ini menjadi pilar utama dalam roadmap kemandirian energi Indonesia yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
Komitmen tersebut diresmikan secara resmi oleh Prabowo saat menyampaikan orasi dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN). Sesi penting ini berlangsung di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran para legislator dan pejabat tinggi negara menunjukkan urgensi program energi terbarukan ini.
Transformasi Energi dari PLTD ke PLTS
Menurut kepala negara, percepatan transisi energi akan dilakukan secara sistematis. Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik di berbagai daerah. Penggantian bertahap ini akan digantikan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang lebih ramah lingkungan.
Indonesia dikaruniai posisi geografis yang strategis dengan sinar matahari yang hampir menyinari seluruh wilayah sepanjang tahun. Potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal selama ini. Prabowo menekankan bahwa Prabowo Ingin Percepat PLTS bukan sekadar wacana, melainkan program nyata yang akan dieksekusi dengan cepat.
"Kita telah mulai dan akan membangun 100 ribu megawatt atau 100 gigawatt energi dari matahari, energi surya," tegas Prabowo di hadapan para undangan.
"Pemerintah akan mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan menggantinya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Tahun ini kita akan bangun 30 gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan segera menghentikan 13 gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Diesel," sambungnya dengan penuh keyakinan.
Mengatasi Masalah Pulau Terpencil
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah kondisi pulau-pulau terpencil yang masih bergantung pada pasokan bahan bakar minyak melalui kapal laut. Proses pengiriman BBM ini memakan waktu lama dan biaya operasional yang tidak sedikit. Prabowo menilai kondisi ini sangat tidak efisien secara ekonomi dan menghambat pembangunan daerah.
"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sinar matahari yang hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik," ujarnya dengan penekanan kuat.
Dengan implementasi PLTS secara masif, biaya ekonomi dapat ditekan secara signifikan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kemandirian energi di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota dan infrastruktur utama. Prabowo Ingin Percepat PLTS juga bertujuan untuk mengurangi beban subsidi pemerintah yang selama ini dialokasikan untuk impor BBM.
"Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien. Dengan PLTS kita juga bisa membangun kemandirian energi kita," pungkasnya.
Visi PLTS untuk Setiap Desa
Prabowo juga menyampaikan gagasan ambisius agar setiap desa di Indonesia memiliki PLTS dengan kapasitas 1 megawatt. Pemerintah siap memberikan dukungan penuh apabila desa tersebut menyediakan lahan yang memadai untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan tersebut. Program ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan di seluruh nusantara.
"Idealnya setiap desa bisa memiliki PLTS 1 megawatt. Ini ideal. Kalau desa itu mau siapkan lahan, kita bisa yakinkan bahwa mereka bisa dapat PLTS 1 gigawatt, atau maaf saya ulangi, 1 megawatt 1 desa," jelasnya.
Manfaat Ekonomi Nasional yang Signifikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah melakukan perhitungan mendalam terkait manfaat ekonomi dari program PLTS ini. Berdasarkan analisis komprehensifnya, pembangunan PLTS sebesar 100 gigawatt dapat menghemat setidaknya Rp73,9 triliun setiap tahunnya melalui penurunan biaya pokok produksi listrik.
"Menko Perekonomian telah menghitung, dengan PLTS 100 gigawatt, negara akan menghemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita. Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi, dengan 100 gigawatt kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa," tuturnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang PLTS
Berapa target kapasitas PLTS yang ingin dicapai pemerintah? Pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt atau 100 ribu megawatt sebagai bagian dari strategi energi nasional.
Apa manfaat utama PLTS untuk pulau terpencil? PLTS mengurangi ketergantungan pada pasokan BBM melalui kapal, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan kemandirian energi di daerah terpencil.
Berapa penghematan ekonomi yang diproyeksikan? Berdasarkan perhitungan Menko Perekonomian, PLTS 100 gigawatt dapat menghemat Rp73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik.
Apakah setiap desa akan mendapat PLTS? Ya, Prabowo menargetkan setiap desa memiliki PLTS dengan kapasitas 1 megawatt, dengan dukungan pemerintah jika desa menyediakan lahan yang memadai.