Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo di Depan Kader PAN: Panggil Saya Bang, Awas Kalau Panggil Mbah

Published September 18, 2026 · Updated September 18, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Prabowo di Depan Kader PAN Minta Disapa Bang, Bukan Mbah

Wahanaberita.com – Prabowo di Depan Kader PAN menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam peringatan hari jadi ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Presiden Prabowo Subianto melontarkan sejumlah gurauan saat berbicara di hadapan kader partai. Ia meminta agar sapaan kepadanya terasa akrab dan tidak menggunakan sebutan yang mengarah pada panggilan kakek.

Meski hadir dengan status formal sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo mengatakan suasana acara tersebut lebih terasa sebagai pertemuan keluarga. Ia menyampaikan bahwa dirinya berdiri di hadapan para kader PAN bukan hanya dalam kapasitas resmi, melainkan juga sebagai saudara.

“Saya kira suasana ini bukan suasana akademis ya, ini suasana kekeluargaan. Jadi aku berdiri di sini ya sebagai presiden, formalnya sebagai presiden, saya berdiri di sini sebagai saudaramu,” kata Prabowo.

Pernyataan itu kemudian dilanjutkan dengan candaan mengenai panggilan yang diharapkannya dari kader PAN. Prabowo menegaskan bahwa ia lebih nyaman disapa sebagai abang atau saudara, bukan dengan panggilan yang menurutnya memberi kesan terlalu tua.

Bang Bowo Jadi Sapaan Pilihan Prabowo

Dalam sambutannya, Prabowo menawarkan panggilan “Bang Bowo” sebagai sapaan yang ia sukai. Ia meminta para kader tidak memanggilnya “Mbah Bowo” maupun “Eyang Bowo”. Ucapan tersebut disampaikan dengan nada santai sehingga mengundang respons hangat dari peserta yang hadir.

“Saya lebih senang dianggap sebagai saudaramu, sebagai abangmu. Jangan sebagai jangan sebagai eyangmu. Aku suka kalau kau panggil saya Bang Bowo. Awas kalau lu manggil gue Mbah Bowo atau Eyang Bowo. Gue nggak bakal kembali ke PAN kalau panggil gue itu. Bang Bowo oke?” ujarnya.

Gurauan Prabowo di depan kader PAN itu memperlihatkan upayanya membangun komunikasi yang lebih cair dalam forum politik. Sapaan “bang” dipilih sebagai simbol kedekatan, selaras dengan suasana kekeluargaan yang sejak awal ia tekankan dalam pidatonya.

Prabowo tidak hanya menyebut “Bang Bowo”. Ia juga membuka kemungkinan sapaan lain yang terasa akrab, termasuk “Kang Bowo”. Saat menyebut panggilan tersebut, ia menyapa peserta yang berasal dari kalangan Sunda dan kembali mencairkan suasana di dalam ruangan.

“Kang, Kang Bowo oke. Orang Sunda, mana orang Sunda? Kang? Kang boleh. Yang yang yang lebih enak kalau dipanggil Mas Bowo itu aja. Awas ya lu panggil gue aki,” ujarnya.

Suasana Kekeluargaan di HUT ke-28 PAN

Rangkaian candaan mengenai Bang Bowo, Kang Bowo, hingga Mas Bowo menjadi bagian dari sambutan Prabowo dalam acara HUT ke-28 PAN. Momen itu membuat pidatonya tidak semata bernuansa formal, tetapi juga membuka interaksi langsung dengan para kader yang hadir di JCC Senayan.

Dalam kehidupan sosial di Indonesia, panggilan seperti abang, kang, dan mas lazim dipakai untuk menunjukkan rasa hormat sekaligus kedekatan. Prabowo menggunakan ragam sapaan tersebut untuk menegaskan pesan yang sama: ia ingin diperlakukan sebagai saudara dalam suasana pertemuan keluarga besar PAN.

Di sisi lain, sebutan “mbah”, “eyang”, dan “aki” secara khusus disebut Prabowo sebagai panggilan yang tidak diinginkannya dalam konteks candaan itu. Pesan tersebut disampaikan ringan, tanpa mengurangi pengakuannya bahwa acara yang dihadirinya tetap merupakan forum resmi organisasi politik.

Prabowo di Depan Kader PAN juga menunjukkan bahwa humor dapat menjadi cara untuk mempererat suasana dalam sebuah acara partai. Dengan gaya bicara santai, ia mengajak peserta memahami pilihan sapaan yang menurutnya paling nyaman, tanpa membuat pidato terasa kaku atau berjarak.

Pada akhirnya, inti pesan Prabowo cukup sederhana. Ia ingin dipanggil Bang Bowo, Kang Bowo, atau Mas Bowo, bukan Mbah, Eyang, maupun Aki. Candaan itu pun menjadi salah satu bagian yang paling mudah diingat dari peringatan ulang tahun PAN ke-28.

FAQ

Apa yang disampaikan Prabowo kepada kader PAN?

Prabowo meminta kader PAN memanggilnya dengan sapaan yang akrab, seperti Bang Bowo, Kang Bowo, atau Mas Bowo.

Sapaan apa yang tidak diinginkan Prabowo?

Ia secara bercanda meminta agar tidak dipanggil Mbah Bowo, Eyang Bowo, maupun Aki.

Di mana acara tersebut berlangsung?

Acara peringatan hari jadi ke-28 PAN tersebut berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026).

Mengapa Prabowo memilih sapaan “Bang”?

Menurut Prabowo, panggilan tersebut lebih sesuai dengan suasana kekeluargaan karena ia ingin dipandang sebagai saudara atau abang bagi para kader PAN.

Related Reading