Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polres Sikka dan Brimob Bangun Tenda Darurat di RSU Santo Gabriel Kewapante

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Evakuasi dan Tenda Darurat di RSU Santo Gabriel Kewapante Pasca Gempa

Wahanaberita.com – Respons cepat ditunjukkan oleh Polres Sikka dan Brimob Bangun tenda darurat di lingkungan RSU Santo Gabriel Kewapante, Nusa Tenggara Timur. Personel Polsek Kewapante berkolaborasi dengan Kompi 4 Batalyon B Pelopor Maumere untuk mendirikan beberapa unit tenda di area parkir rumah sakit. Langkah ini diambil setelah sejumlah pasien dipindahkan dari dalam gedung sebagai upaya antisipasi dampak gempa susulan serta potensi kerusakan pada bangunan. Tujuannya adalah menjaga kelancaran pelayanan kesehatan dan keselamatan para pasien selama masa darurat.

Koordinasi dan Pemasangan Tenda

Kegiatan koordinasi dimulai pada pukul 08.30 WITA antara Kepala SPKT 3 Polsek Kewapante Aipda Maxi Pingak bersama Bintara Logistik Kompi 4 Batalyon B Pelopor Maumere Aipda Orlandus Leke Kasa. Pembahasan ini menyangkut kebutuhan tenda untuk menampung pasien yang sedang dievakuasi. Kira-kira pukul 08.45 WITA, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama anggota Polsek Kewapante segera memasang tenda di halaman UGD RSU Santo Gabriel Kewapante.

Dalam kondisi darurat seperti ini, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Personel kami bersama Brimob dan pihak rumah sakit bergerak cepat memastikan pasien mendapatkan tempat yang aman sekaligus pelayanan kesehatan tetap berjalan, ujar Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Tenda-tenda tersebut berfungsi mendukung pelayanan UGD dan NICU, sehingga layanan medis kepada pasien tetap berjalan meskipun sebagian pasien harus dievakuasi dari dalam gedung. Polres Sikka dan Brimob Bangun tenda dengan cepat untuk menampung seluruh kebutuhan pasien yang terdampak.

Jumlah Pasien dan Penempatan Tenda

Kapolres Sikka menerangkan bahwa berdasarkan pendataan, terdapat 56 pasien dewasa dan 15 bayi yang berada di RSU Santo Gabriel Kewapante. Selain tenda pertama, sekitar pukul 10.00 WITA kembali dipasang dua unit tenda milik Kompi 4 Batalyon B Pelopor di area jalur evakuasi. Kedua tenda tersebut diperuntukkan bagi pasien kebidanan dan bayi.

Penempatan tenda disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Ini dilakukan agar masyarakat yang sedang menjalani perawatan tetap mendapatkan pelayanan, sekaligus berada di lokasi yang lebih aman, jelas AKBP Bambang.

Kapolsek Kewapante bersama Camat Kewapante dan perwakilan Kompi 4 Batalyon B Pelopor juga melakukan koordinasi langsung dengan Direktur RSU Santo Gabriel Kewapante, dr. Joan Puspita Tanumihardja, MARS., terkait kondisi pasien dan kebutuhan penanganan lanjutan. Dari hasil koordinasi, pihak rumah sakit masih membutuhkan tambahan tenda untuk menampung seluruh pasien. Direktur RSU Santo Gabriel Kewapante kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sikka untuk mendapatkan tambahan dua unit tenda.

Dua Korban Reruntuhan di Pelabuhan

Selain penanganan pasien rumah sakit, terdapat dua korban yang mengalami luka akibat reruntuhan di ruang tunggu Pelabuhan L. Say Maumere. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan medis di RSU Santo Gabriel Kewapante. Korban pertama adalah Suster Dokter Yustina Wela, SSpS, 55 tahun, yang mengalami tiga luka pada bagian kepala. Korban kedua, Yohana Jaji, 67 tahun, mengalami luka benturan pada kepala serta memar pada punggung telapak tangan kanan.

Keduanya diketahui hendak melakukan perjalanan menuju Lembata sebelum mengalami insiden akibat gempa. Setelah seluruh tenda selesai dipasang, pasien langsung dipindahkan ke tenda sesuai peruntukannya. Polres Sikka dan Brimob Bangun tenda darurat dengan sistematis untuk memastikan setiap pasien mendapatkan tempat yang sesuai.

Komitmen Polri di Lapangan

AKBP Bambang Supeno menegaskan, jajaran Polres Sikka akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, BPBD, Brimob dan instansi terkait dalam menghadapi situasi pascagempa. Polri akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas, katanya.

Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat diperlukan dalam kondisi bencana agar proses evakuasi, pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar dapat berjalan optimal.

FAQ: Informasi Penting Pascagempa

Berapa banyak tenda yang dipasang di RSU Santo Gabriel Kewapante? Total terdapat empat unit tenda yang dipasang, termasuk dua unit tambahan yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Sikka.

Siapa saja yang terlibat dalam pemasangan tenda darurat? Personel Polsek Kewapante, Kompi 4 Batalyon B Pelopor Maumere, dan tim medis RSU Santo Gabriel Kewapante.

Bagaimana kondisi kedua korban reruntuhan di pelabuhan? Keduanya mendapatkan penanganan medis di RSU Santo Gabriel Kewapante dan dalam kondisi stabil setelah perawatan.

Apakah ada gempa susulan yang perlu diwaspadai? Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas setempat.

Related Reading