Persiapkan KNMP 2027, KKP Utamakan Kebutuhan dan Kesiapan Nelayan
KKP Siapkan Survei Nasional untuk Pembangunan KNMP 2027
Wahanaberita.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mempersiapkan tahap awal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2027. Sebanyak 3.500 peserta telah dibekali untuk menjalankan survei di ribuan calon titik pembangunan yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia.
Tahap survei menjadi penentu penting sebelum pembangunan dimulai. Pemerintah ingin memastikan setiap kampung yang dipilih memang menjawab kebutuhan warga pesisir, memiliki kegiatan ekonomi perikanan yang dapat dikembangkan, serta didukung kesiapan pengelolaan dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan pembangunan KNMP nantinya sesuai kebutuhan masyarakat nelayan, mendukung potensi usaha setempat, dan memiliki kesiapan pengelolaan agar manfaatnya berkelanjutan. Maka dari itu, penilaiannya terhadap calon lokasi harus dilakukan dengan benar,” ungkap Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Target 1.000 Lokasi di Berbagai Daerah
Untuk 2027, program KNMP direncanakan menjangkau 1.000 lokasi di sejumlah wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai ekonomi masyarakat pesisir, bukan hanya pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga pengolahan hasil, penyimpanan, distribusi logistik, hingga pemasaran.
Setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Ada kawasan yang mengandalkan hasil tangkapan, ada pula wilayah yang mempunyai kekuatan pada pengolahan produk perikanan atau perdagangan. Karena itu, bentuk pengembangan KNMP tidak akan diseragamkan. Perencanaan fasilitas dan layanan akan disesuaikan dengan potensi usaha masyarakat di masing-masing lokasi.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembangunan lebih tepat guna. Fasilitas yang dibangun perlu selaras dengan aktivitas harian nelayan, awak kapal, pengolah ikan, pedagang, dan kelompok perempuan yang bekerja di sektor perikanan. Dengan demikian, keberadaan kampung nelayan dapat memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi keluarga pesisir.
Pembekalan Berlangsung pada Oktober 2026
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menyampaikan bahwa pembekalan peserta dilakukan secara daring selama 27-29 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi negeri maupun swasta, lembaga swadaya masyarakat di daerah, politeknik kelautan dan perikanan, serta unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan di lingkungan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Peserta mempelajari cara menghimpun dan memeriksa data, melakukan wawancara dengan warga, menjalankan observasi lapangan, memakai perangkat survei digital, serta membantu menilai kesiapan calon lokasi. Setelah pembekalan selesai, tim dijadwalkan melakukan survei, penilaian, dan fasilitasi kesiapan hingga pertengahan Desember 2026.
Hasil kegiatan lapangan itu akan digunakan sebagai landasan rekomendasi serta penyusunan rencana KNMP 2027. Penilaian tidak hanya melihat ketersediaan lokasi, melainkan juga mempertimbangkan apakah pembangunan dapat mendorong aktivitas usaha dan meningkatkan nilai ekonomi yang diterima keluarga nelayan.
“Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya,” ujar Latif.
Pesan tersebut menegaskan bahwa survei tidak boleh berhenti pada pencatatan kondisi fisik wilayah. Tim juga diminta memahami persoalan serta kebutuhan kelompok-kelompok yang terlibat langsung dalam usaha perikanan skala kecil. Mereka mencakup nelayan kecil, awak kapal perikanan, perempuan pelaku usaha perikanan, pengolah hasil laut, dan pedagang.
Fasilitas Akan Menyesuaikan Kebutuhan Warga
Informasi dari masyarakat akan menentukan fasilitas maupun layanan yang perlu diprioritaskan di tiap calon kampung nelayan. Kebutuhan dapat berkaitan dengan penanganan hasil tangkapan, kegiatan pengolahan, atau penguatan akses pasar. Ketepatan membaca kebutuhan lokal menjadi faktor penting agar infrastruktur yang tersedia benar-benar dipakai.
Pembangunan fisik saja tidak cukup untuk menghasilkan perubahan yang bertahan lama. Penggunaan fasilitas, pemeliharaan, dan kemampuan pengelolaannya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan program. Karena itu, kesiapan masyarakat dan kelembagaan lokal akan diperhatikan sebelum sebuah lokasi masuk ke tahapan perencanaan teknis.
“Manfaat baru terwujud apabila fasilitas digunakan, dipelihara, dan dikelola dengan baik. Dan itulah yang harus dicapai dari program ini,” tegas Latif.
Tenaga Ahli Menteri KKP Bidang Perlindungan Nelayan dan Awak Kapal Perikanan sekaligus Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP Tahun 2027, Mohamad Abdi, menjelaskan bahwa daftar calon lokasi berasal dari analisis nasional yang kemudian ditelaah serta diperbarui oleh pemerintah daerah. Usulan dari pemerintah daerah juga menjadi bagian dari proses penetapan calon titik.
“Seluruh calon lokasi mengikuti pemeriksaan, survei, dan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat, potensi perikanan, kesiapan lokasi, serta akses pasar dan infrastruktur pendukung,” terang Abdi.
Setelah melalui penilaian, lokasi yang diprioritaskan akan memperoleh fasilitasi untuk memenuhi sejumlah unsur kesiapan. Unsur tersebut meliputi lahan, kelembagaan pengelola, rencana usaha, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Tahap ini dilakukan sebelum penyusunan desain teknis pembangunan.
Usulan Belum Berarti Lokasi Telah Ditetapkan
Satgas menargetkan 1.000 lokasi KNMP pada 2027 dapat disiapkan untuk direkomendasikan sebagai titik pembangunan. Namun, masyarakat dan pemerintah daerah perlu memahami bahwa pengajuan lokasi atau kunjungan tim survei belum menjadi keputusan akhir.
“Usulan maupun kehadiran tim survei belum merupakan penetapan lokasi pembangunan,” pungkasnya.
Proses seleksi yang bertahap dimaksudkan agar pembangunan KNMP tidak sekadar mengejar jumlah titik, melainkan menghasilkan kampung nelayan yang sesuai dengan kondisi setempat. Dengan mendengar kebutuhan warga sejak awal, program ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi pesisir secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Persiapkan KNMP 2027 KKP Utamakan Kebutuhan?Persiapkan KNMP 2027 KKP Utamakan Kebutuhan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Persiapkan KNMP 2027 KKP Utamakan Kebutuhan matter?Persiapkan KNMP 2027 KKP Utamakan Kebutuhan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.