Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perjuangan Ibu Loncat dari Lantai 3 Selamatkan Anak dari Kebakaran

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By Karen Williams - wahanaberita.com

Foto : Karen Williams - wahanaberita.com

Ibu dan Anak Selamat Usai Terjebak Api di Rumah Makan Padang Rawamangun

Wahanaberita.com – Kebakaran yang melanda sebuah Rumah Makan Padang di kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat pagi, 9 Oktober 2026, memunculkan perjuangan dramatis seorang ibu untuk menyelamatkan putranya. Siti Ngatiyah, perempuan berhijab yang berada di lantai atas bangunan, membawa anak laki-lakinya yang berusia sekitar empat tahun keluar dari kepungan api melalui bangunan di sebelahnya.

Peristiwa itu terjadi di rumah makan yang berada di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013 RW 08, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung. Petugas pemadam menerima informasi kebakaran pada pukul 07.35 WIB. Enam menit kemudian, sekitar pukul 07.41 WIB, petugas tiba dan segera memulai penanganan di lokasi.

“Objek terbakar Rumah Makan Padang, jenis bangunan rendah,”

Api terlihat membesar dari bagian atas bangunan, terutama area lantai tiga yang digunakan untuk kegiatan dapur. Rekaman yang beredar memperlihatkan kobaran api pada lantai paling atas, sementara sejumlah orang berusaha menjauh dari area berbahaya tersebut.

Jalur Tangga Tak Lagi Bisa Dilalui

Di tengah kepanikan, Siti berada dalam situasi yang semakin sulit. Ia sebelumnya membantu pekerjaan di belakang dapur. Saat api mulai terlihat, ia segera mencari anaknya yang berada di kamar. Namun setelah kembali, akses melalui tangga sudah tertutup api sehingga jalan keluar biasa tidak dapat digunakan.

Seorang karyawan bernama Haikal, 22 tahun, menyaksikan momen ketika Siti memilih keluar dari lantai tiga bersama beberapa pekerja lain yang juga berupaya menyelamatkan diri. Kondisi ruangan yang dipenuhi api membuat pilihan untuk turun melalui tangga menjadi sangat berisiko.

“Jadi dia lagi bantuin di belakang dapur. Nah pas kejadian itu, dia panik sama anaknya, ngambil anaknya di kamar. Udah balik lagi, ngelihat api di tangga turun, nggak bisa lagi dia keluar, makanya dia loncat ke situ tuh,” kata Haikal.

Dalam kondisi terdesak, anak Siti lebih dahulu dipindahkan ke arah atap bangunan di sebelah rumah makan. Setelah itu, Siti mengikuti jalur penyelamatan yang sama. Ia kemudian turun melalui bagian atap kedai bakso, dengan bantuan warga yang berada di sekitar lokasi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi menyampaikan bahwa seorang ibu menyelamatkan anak laki-lakinya yang diperkirakan berusia empat tahun dengan cara mengarahkan anak itu dari lantai tiga ke bangunan di sampingnya.

Karyawan Menyaksikan Upaya Penyelamatan Anak

Roni, 30 tahun, yang bekerja di rumah makan tersebut, menyebut bocah yang diselamatkan itu adalah anak Siti. Ia menggambarkan bahwa ibu dan anak tersebut telah berada dalam kepungan api ketika keputusan darurat itu diambil.

“Mereka sudah terkepung api. Anaknya yang masih kecil dilemparkan terlebih dahulu ke arah bawah, baru setelah itu ibunya menyusul turun. Dilempar dari lantai 3 ke arah seberang,” kata Roni.

Peristiwa itu menunjukkan betapa cepatnya situasi kebakaran dapat berubah, khususnya ketika api muncul di area dapur dan menjalar ke bagian bangunan yang lebih tinggi. Dalam keadaan seperti ini, jalur evakuasi yang semula tersedia dapat tertutup dalam waktu singkat oleh panas, asap, dan kobaran api.

Siti dan putranya berhasil selamat. Siti diduga mengalami luka-luka, sedangkan anaknya dilaporkan tidak mengalami luka. Warga di sekitar lokasi membantu proses penyelamatan setelah keduanya mencapai bagian atap bangunan sebelah.

Dugaan Kebocoran Gas di Dapur Lantai Tiga

Kebakaran diduga berkaitan dengan kebocoran gas dari tabung yang digunakan untuk memasak. Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah kebocoran gas.

“Sebab (kebakaran) diduga kebocoran gas,” kata Abdul Wahid.

Kejadian bermula ketika pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas. Pada saat itu, penyalaan tiba-tiba muncul di dapur lantai tiga. Para pekerja sempat mencoba menahan api memakai alat pemadam api ringan atau APAR, tetapi api sudah terlanjur membesar.

“Kronologi, ketika pekerja sedang memasak dan ingin mengganti tabung gas, tiba-tiba terjadi penyalaan di dapur lantai 3. Dan pekerja berusaha memadamkan api yang membesar dengan APAR tetapi api sudah membesar dan pekerja mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RS,” jelasnya.

Upaya menggunakan APAR merupakan respons awal yang dilakukan pekerja, tetapi kebakaran yang telah membesar memerlukan penanganan petugas pemadam. Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya kewaspadaan saat mengganti tabung gas, terutama di ruang dapur yang memiliki aktivitas memasak dan sumber panas.

Empat Pekerja Mendapat Perawatan Medis

Selain Siti, terdapat empat pekerja rumah makan yang mengalami luka akibat kebakaran. Mereka bernama Tia, Agung, Yusuf, dan Dede. Keempatnya telah memperoleh pelayanan medis setelah kejadian tersebut.

Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan pemadaman setibanya di lokasi. Penanganan cepat diperlukan untuk membatasi dampak api pada bangunan serta mengurangi risiko kebakaran meluas ke area di sekitarnya.

Kebakaran di tempat usaha makanan memiliki risiko tersendiri karena kegiatan memasak melibatkan peralatan panas, minyak, serta tabung gas. Ketika muncul tanda kebocoran atau penyalaan yang tidak terkendali, keselamatan orang di dalam bangunan menjadi prioritas utama sebelum upaya pemadaman dilakukan.

Di Rawamangun pagi itu, pilihan darurat yang diambil Siti berhasil membawa anaknya keluar dari ancaman api. Bantuan warga, pekerja, dan petugas di lokasi turut menjadi bagian penting dalam penyelamatan serta penanganan para korban kebakaran.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Perjuangan Ibu Loncat dari Lantai 3 Selamatkan?

Perjuangan Ibu Loncat dari Lantai 3 Selamatkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perjuangan Ibu Loncat dari Lantai 3 Selamatkan matter?

Perjuangan Ibu Loncat dari Lantai 3 Selamatkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.