Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemprov DKI Pastikan Kepulauan Seribu Aman, Aktivitas Warga Tetap Normal

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Pemprov DKI Pastikan Kepulauan Seribu Aman Usai Gempa Magnitudo 6,5

Wahanaberita.com – Pemprov DKI Pastikan Kepulauan Seribu dalam kondisi aman setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 terjadi pada Sabtu, 12 September 2026. Aktivitas warga di pulau-pulau berpenghuni tetap berjalan normal, sementara pemerintah bersama petugas terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.

Hingga siang hari, tidak ada laporan korban maupun kerusakan bangunan dan infrastruktur akibat gempa tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kondisi masyarakat tetap terkendali, meski pemeriksaan di berbagai pulau tetap dilakukan secara bertahap.

Gempa terjadi pada pukul 04.23 WIB dengan pusat berada di laut, sekitar 69 kilometer di timur laut Kepulauan Seribu. Kedalaman gempa tercatat 368 kilometer. Peristiwa tersebut termasuk gempa dalam yang berkaitan dengan aktivitas intraslab.

BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sampai siang pada hari yang sama, belum ada gempa susulan yang tercatat di kawasan tersebut.

Informasi ini menjadi perhatian penting bagi warga, terutama masyarakat yang tinggal atau beraktivitas dekat pesisir. Meski demikian, warga tetap diminta mengandalkan pembaruan dari lembaga resmi apabila terjadi perubahan situasi.

Pemprov DKI Pastikan Kepulauan Seribu tetap kondusif melalui koordinasi antara BPBD DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, dan petugas lapangan. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi warga, fasilitas umum, bangunan, serta aktivitas di pulau-pulau yang dihuni masyarakat.

“Warga Kepulauan Seribu tetap tenang. Pulau-pulau dalam kondisi aman, aktivitas berjalan seperti biasa. Pemprov DKI bersama BPBD dan pemerintah kabupaten terus memantau situasi,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, Sabtu (12/9/2026).

Aktivitas Warga Berjalan Seperti Biasa

Kegiatan masyarakat dilaporkan tidak mengalami gangguan setelah gempa terjadi. Warga tetap menjalankan rutinitas sehari-hari, termasuk aktivitas di lingkungan permukiman dan pulau-pulau berpenghuni.

Di Pulau Kelapa, sebagian warga disebut tidak merasakan getaran saat gempa terjadi pada dini hari. Mereka baru mengetahui adanya gempa melalui informasi resmi yang beredar setelah kejadian.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan petugas, kondisi pulau-pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu juga masih aman. Aktivitas warga berjalan seperti biasa,” ungkap Chico.

Getaran gempa memang dapat dirasakan berbeda di setiap lokasi. Kedalaman sumber gempa, jarak dari pusat gempa, kondisi tanah, dan karakter bangunan dapat memengaruhi tingkat getaran yang dirasakan masyarakat. Karena itu, laporan dari satu pulau tidak selalu menggambarkan kondisi yang sama di pulau lainnya.

Pemeriksaan awal yang dilakukan petugas belum menemukan kerusakan. Hal ini penting karena wilayah Kepulauan Seribu terdiri atas banyak pulau dengan permukiman yang tersebar, sehingga pengecekan kondisi perlu mencakup berbagai lokasi secara menyeluruh.

Warga Diimbau Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

Pemprov DKI Pastikan Kepulauan Seribu terus dipantau sebagai langkah antisipasi. Pemerintah berkoordinasi dengan BMKG untuk mengikuti perkembangan aktivitas seismik dan menyampaikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat.

Warga diimbau tidak mudah mempercayai pesan berantai, tangkapan layar, atau kabar yang belum terverifikasi. Informasi keliru mengenai gempa maupun tsunami dapat memicu kepanikan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan dan pesisir.

Apabila kembali terjadi gempa, masyarakat dianjurkan tetap tenang dan memperhatikan keselamatan diri. Warga yang berada di dalam bangunan dapat melindungi diri dari benda yang berpotensi jatuh. Setelah getaran berhenti, warga dapat keluar secara tertib apabila kondisi memungkinkan.

Bagi masyarakat yang berada dekat pantai, pengumuman resmi harus menjadi acuan utama. Tidak adanya potensi tsunami pada kejadian ini tidak berarti warga boleh mengabaikan informasi kebencanaan pada peristiwa lain. Kesiapsiagaan tetap diperlukan tanpa harus menimbulkan kepanikan.

FAQ Gempa di Kepulauan Seribu

Apakah ada korban atau kerusakan akibat gempa?

Hingga siang hari pada Sabtu, 12 September 2026, tidak ada laporan korban maupun kerusakan bangunan dan infrastruktur di Kepulauan Seribu.

Apakah gempa magnitudo 6,5 ini berpotensi tsunami?

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat tetap perlu memantau informasi resmi bila ada pembaruan kondisi.

Apakah aktivitas warga Kepulauan Seribu terganggu?

Aktivitas warga dilaporkan tetap normal. Pemerintah daerah, BPBD DKI Jakarta, dan petugas lapangan tetap memantau kondisi pulau-pulau berpenghuni sebagai langkah antisipasi.

Related Reading