Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemasang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Sudah Dipulangkan dari Polda

Published Oktober 20, 2026 · Updated Oktober 20, 2026 · By James Thomas - wahanaberita.com

Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Enam Aktivis Greenpeace yang Dievakuasi dari Bundaran HI Telah Kembali ke Rumah

Wahanaberita.com – Enam orang yang memasang spanduk Greenpeace di kawasan Tugu Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan di Polda Metro Jaya. Mereka sebelumnya dievakuasi karena mengalami kondisi lemas dan pusing saat berada di lokasi aksi.

Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Daniel Winarta, menyampaikan bahwa seluruh aktivis tersebut meninggalkan Polda Metro Jaya pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Kepulangan mereka berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB setelah rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.

“Sudah (pulang) jam 20.30 WIB,” ujar Daniel Winarta.

Daniel menjelaskan, enam orang itu tidak menjalani pemeriksaan dalam bentuk permintaan keterangan. Proses di kepolisian berfokus pada pencatatan identitas serta kronologi kejadian. Setelah itu, mereka dipersilakan kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat.

“Tidak dimintai keterangan, hanya didata. (Mencakup) kronologi dan identitas. (Mereka) sudah kembali untuk beristirahat,” ungkapnya.

Pemeriksaan Medis Dilakukan Sejak Pagi

Evakuasi dilakukan setelah para pemasang spanduk menyampaikan keluhan fisik ketika berada di area Patung Selamat Datang. Polda Metro Jaya bekerja bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan enam orang tersebut memperoleh penanganan medis.

Layanan kesehatan dimulai sejak pukul 10.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, tiga unit Biddokkes Polda Metro Jaya serta dua unit Sidokkes Jakarta Pusat dikerahkan ke rangkaian penanganan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk merespons keluhan lemas dan pusing yang dialami para aktivis.

Penanganan kesehatan menjadi bagian penting dalam situasi kegiatan di ruang publik, terutama ketika peserta aksi berada di titik dengan aktivitas lalu lintas dan cuaca terbuka. Dalam peristiwa ini, enam orang yang sempat membutuhkan pertolongan telah mendapatkan pemeriksaan sebelum dipulangkan.

Polisi Tekankan Pendekatan Humanis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk bagi orang-orang yang sedang menyampaikan aspirasi. Ia menyatakan unsur kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah hadir untuk memberi perlindungan serta layanan saat dibutuhkan.

“Siapa pun yang membutuhkan pertolongan harus kita bantu. Polri, TNI dan Pemrov hadir bersama masyarakat untuk melindungi, melayani, dan memastikan keselamatan setiap orang, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi,” ujar Kombes Budi Hermanto, Selasa (20/10).

Budi menyebut perhatian terhadap kondisi peserta aksi sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto. Arahan tersebut menekankan pendekatan yang humanis melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Di tengah aktivitas masyarakat yang padat di Bundaran HI, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Kawasan ini merupakan salah satu simpul penting di Jakarta Pusat, dengan arus kendaraan, pejalan kaki, dan kegiatan publik yang berlangsung hampir sepanjang hari. Penanganan terhadap peserta aksi yang membutuhkan pemeriksaan medis juga dimaksudkan untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih besar.

Spanduk Berisi Pesan Lingkungan

Aksi pemasangan spanduk dilakukan Greenpeace Indonesia sejak pagi di Patung Selamat Datang. Sejumlah poster berwarna kuning turut dipasang di lokasi tersebut. Isi pesan yang dibawa menyoroti tuntutan agar pemerintah menangani krisis iklim serta memuat kritik terkait isu lingkungan.

Spanduk kemudian diturunkan sekitar pukul 08.10 WIB. Salah satu poster yang terlihat memuat pesan:

“Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup.”

Setelah spanduk diangkat, aparat meminta para aktivis turun dari area Patung Selamat Datang. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyatakan pihaknya akan melayani dan melindungi para aktivis yang melakukan penyampaian aspirasi.

Peristiwa di Bundaran HI ini memperlihatkan bahwa kegiatan penyampaian pendapat di ruang publik dapat bersinggungan dengan kebutuhan pengamanan, kelancaran aktivitas warga, dan perlindungan kesehatan peserta. Dalam kondisi ketika ada keluhan fisik, pemeriksaan medis menjadi langkah yang diperlukan sebelum proses selanjutnya dilakukan.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas. Bagi warga yang memerlukan bantuan kepolisian, layanan 110 dapat diakses sebagai saluran bantuan. Imbauan tersebut disampaikan dalam semangat Kerja Melayani Jakarta.

Dengan enam pemasang spanduk telah kembali ke rumah masing-masing, rangkaian evakuasi dan pendataan pada hari itu dinyatakan selesai. Mereka sebelumnya telah mendapat pemeriksaan medis, sementara pendataan yang dilakukan mencakup informasi identitas dan kronologi kegiatan di Bundaran HI.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemasang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Sudah?

Pemasang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Sudah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemasang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Sudah matter?

Pemasang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Sudah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.