Ngeri! Pria di Depok Tiba-tiba Diserang OTK, Leher Disabet Cutter
Insiden Serangan Otomatis di Depok: Pria Tewas atau Luka Parah Setelah Diserang OTK dengan Cutter
Kronologi Lengkap Serangan Mendadak Saat Menutup Warung
Wahanaberita.com – Kasus yang menggemparkan masyarakat Depok terjadi pada malam hari ketika seorang pria menjadi korban serangan mendadak dari orang tak dikenal. Ngeri Pria di Depok Tiba-tiba diserang saat sedang menutup kios dagangannya di wilayah Beji, Depok, Jawa Barat. Pelaku menggunakan alat pemotong atau cutter untuk menyayat leher korban hingga berdarah deras.
Menurut keterangan resmi dari kepolisian, kasus ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 4 Agustus 2026, tepatnya pukul 00.30 WIB. Sebelumnya, korban baru saja bertemu dengan kekasihnya yang kediamannya berada di dekat lokasi kejadian. Setelah pertemuan tersebut, korban memutuskan untuk pulang dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitasnya.
Pada saat korban menutup warung, tiba-tiba ada yang menggedor pintu rolling door yang kemudian korban membuka pintu," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Setelah pintu rolling dibuka, serangan pun terjadi tanpa peringatan sama sekali. Pelaku langsung menyabet leher korban menggunakan cutter dengan gerakan cepat dan tepat. Menariknya, tidak ada percakapan atau kata-kata yang terlontar sebelum aksi kekerasan tersebut berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku mungkin sudah memiliki target atau niat tertentu.
"Namun tanpa ada kalimat apapun pelaku tiba-tiba langsung menyayat leher korban dengan sebilah pisau cutter dan langsung melarikan diri," ungkapnya.
Korban kemudian meminta bantuan rekan kerjanya yang sedang berada di mess warung. Luka terbuka terlihat jelas di bagian leher akibat serangan tersebut. Korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis dan hingga saat ini masih dalam tahap perawatan intensif.
Proses Penangkapan Pelaku dan Dasar Hukum yang Berlaku
Berkat rekaman CCTV yang tersedia di TKP serta informasi dari korban, kekasih korban, dan beberapa saksi, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. Pria berinisial RAN, berusia 19 tahun, berhasil ditangkap dua hari setelah peristiwa terjadi. Proses penangkapan tidak berjalan mulus karena pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas sesuai prosedur.
"Pada saat diamankan pelaku mencoba melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur," tutupnya.
Atas perbuatannya tersebut, pelaku menghadapi ancaman hukuman berdasarkan Pasal 467 KUHP dengan masa penjara maksimal tujuh tahun. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat Depok untuk tetap waspada terutama saat malam hari dan saat melakukan aktivitas di luar rumah.
Polres Metro Depok juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera menghubungi pihak berwajib. Ngeri Pria di Depok Tiba-tiba diserang ini telah menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan keamanan di wilayah Depok.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Serangan di Depok
1. Kapan dan di mana kasus serangan ini terjadi? Kasus ini terjadi pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 00.30 WIB di wilayah Beji, Depok, Jawa Barat.
2. Siapa pelaku dan berapa usianya? Pelaku adalah pria berinisial RAN yang berusia 19 tahun saat kejadian.
3. Apa senjata yang digunakan pelaku? Pelaku menggunakan alat pemotong atau cutter untuk menyayat leher korban.
4. Berapa lama pelaku ditangkap setelah kejadian? Pelaku berhasil ditangkap dua hari setelah peristiwa terjadi.
5. Apa dasar hukum yang berlaku untuk kasus ini? Pelaku menghadapi ancaman hukuman berdasarkan Pasal 467 KUHP dengan masa penjara maksimal tujuh tahun.
6. Bagaimana kondisi korban saat ini? Korban masih dalam tahap perawatan di rumah sakit setelah mendapatkan pertolongan medis segera setelah kejadian.
7. Apakah ada rekaman CCTV yang membantu proses identifikasi? Ya, rekaman CCTV yang tersedia di TKP membantu pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku bersama informasi dari saksi-saksi.