Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat Bakar Daun Kering di Ladang
Perempuan Lansia Meninggal Setelah Terbakar di Ladang Tulungagung
Wahanaberita.com – Seorang perempuan berusia 74 tahun berinisial K meninggal dunia setelah mengalami luka bakar saat membakar daun jati kering di lahan miliknya di Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa pagi dan ditangani oleh kepolisian setempat.
Korban ditemukan di area ladang setelah warga mendengar suara permintaan tolong dari arah lokasi. Saat ditemukan, K berada dalam posisi terlentang di tanah. Warga kemudian berupaya memberikan bantuan serta segera menghubungi Polsek Pagerwojo.
Kronologi Kejadian di Ladang
Saksi sebelumnya melihat korban berada di ladang sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, K sedang membakar tumpukan daun kering. Kegiatan membersihkan lahan dengan membakar sisa daun memang memiliki risiko tinggi, terutama ketika api mudah merambat ke rumput, ranting, atau material kering lain di sekitarnya.
Sekitar 45 menit kemudian, atau kurang lebih pukul 07.45 WIB, saksi mendengar suara pelan yang meminta pertolongan. Saksi mendatangi arah suara tersebut dan menemukan korban telah tergeletak di tanah.
“Saat itu saksi mencoba mencari ke arah sumber suara dan mendapati korban dalam posisi terlentang di tanah,” ujar Kapolsek Pagerwojo AKP Guruh Yudhi Setiawan.
Petugas yang menerima informasi langsung menuju tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan sejumlah temuan di lokasi. Penanganan dilakukan bersama personel Polsek Pagerwojo, Tim Inafis Polres Tulungagung, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Pagerwojo.
Temuan di Lokasi dan Pemeriksaan Jenazah
Di area kejadian, petugas menemukan korek api gas berwarna kuning dan sebuah sabit. Sebagian gagang sabit itu telah terbakar. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk memahami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban mengalami kebakaran.
“Di TKP kami menemukan korek api gas warna kuning dan sabit yang sebagian gagangnya sudah terbakar,” kata Guruh, Rabu (7/10/2026).
Pemeriksaan terhadap tubuh korban menunjukkan luka bakar pada lebih dari 80 persen bagian tubuh. Petugas juga tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi korban, keterangan saksi, serta barang-barang yang ada di sekitar ladang.
Kepolisian memastikan tidak ada petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Keluarga korban pun menerima kematian K sebagai musibah dan hanya menyetujui visum luar.
“Pihak keluarga hanya berkenan untuk dilakukan visum luar saja dan sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,” kata Guruh.
Jenazah Diserahkan kepada Keluarga
Setelah proses penanganan di lokasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian menutup penanganan awal perkara setelah tidak menemukan indikasi penganiayaan terhadap perempuan lansia tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembakaran daun, rumput, maupun sisa tanaman di lahan perlu dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Bahan kering dapat membuat api cepat membesar atau berpindah arah, terutama apabila api tidak terus diawasi.
Imbauan untuk Warga Saat Membersihkan Lahan
Polsek Pagerwojo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pembakaran daun kering sebagai kegiatan tanpa risiko. Api dari tumpukan kecil dapat menjalar ke area sekitar apabila terdapat daun, semak, ranting, atau rumput yang mudah terbakar.
Warga yang perlu membersihkan lahan sebaiknya memastikan kondisi di sekeliling area pembakaran tidak dipenuhi material kering. Pengawasan juga penting dilakukan sejak api dinyalakan hingga benar-benar padam. Apabila api mulai sulit dikendalikan, meminta bantuan warga sekitar dapat menjadi langkah yang lebih aman.
Perhatian khusus diperlukan bagi warga lanjut usia yang melakukan pekerjaan di ladang seorang diri. Kehadiran anggota keluarga atau warga lain dapat membantu apabila terjadi keadaan darurat. Selain itu, akses untuk meminta pertolongan perlu dipertimbangkan, terutama ketika bekerja di lokasi yang cukup jauh dari permukiman.
Kejadian di Desa Mulyosari memperlihatkan bahwa aktivitas rutin di lahan dapat berubah menjadi keadaan berbahaya dalam waktu singkat. Kehati-hatian saat menggunakan api di lingkungan terbuka menjadi langkah penting untuk mencegah korban jiwa maupun kebakaran yang meluas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat?Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat matter?Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.