Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Modus Tawarkan Modal, Uang Nenek Penjual Kue Malah Dirampas Wanita di Bogor

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Modus Tawarkan Modal Uang Nenek, Penjual Kue di Cileungsi Jadi Korban Perampasan

Wahanaberita.com – Modus Tawarkan Modal Uang Nenek kembali menjadi perhatian setelah seorang nenek penjual kue di Kampung Sawah, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi korban dugaan perampasan. Seorang wanita diduga mendekati korban dengan menawarkan bantuan modal usaha, lalu memanfaatkan kepercayaan korban untuk mengambil uang dan perhiasan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 14 September 2026. Korban kehilangan uang hasil berjualan kue serta perhiasan yang sedang dikenakannya. Polisi kemudian menerima pengaduan, menelusuri informasi yang ada, dan menangkap wanita yang diduga melakukan aksi tersebut.

“Pelaku membujuk korban dengan janji memberikan modal usaha hingga mengajak korban ke lokasi yang sepi,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Kamis (17/9/2026).

Tawaran modal yang terdengar membantu itu diduga menjadi cara pelaku untuk membuat korban merasa aman. Setelah korban mengikuti pelaku ke lokasi yang jauh dari keramaian, kesempatan tersebut diduga digunakan untuk mengambil barang berharga milik nenek penjual kue itu.

“Saat korban lengah, pelaku diduga mengambil perhiasan anting milik korban serta uang hasil berjualan sebesar Rp 520 ribu,” imbuh Edison.

Polisi Dalami Dugaan Korban Lain

Pengungkapan kasus Modus Tawarkan Modal Uang Nenek ini tidak berhenti pada laporan dari satu korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, wanita tersebut disebut mengaku sengaja menyasar warga lanjut usia. Lansia diduga dipilih karena dianggap lebih mudah diyakinkan melalui berbagai alasan, termasuk tawaran bantuan ekonomi atau penyamaran sebagai orang yang dikenal korban.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sengaja mengincar para lansia karena dianggap mudah diperdaya,” ujarnya.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah korban lain untuk mendalami pola aksi, rangkaian peristiwa, dan total kerugian yang mungkin dialami warga. Keterangan tambahan diperlukan agar seluruh dugaan tindak pidana dapat ditangani dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.

Polisi juga mendalami kemungkinan bahwa pelaku memakai beragam pendekatan sesuai situasi korban. Karena itu, warga yang merasa pernah mengalami kejadian serupa atau memiliki informasi terkait diminta dapat menyampaikan keterangan kepada pihak berwenang.

Diduga Beraksi Selama Hampir Setahun

Kompol Edison menyampaikan pelaku diduga telah menjalankan aksinya selama hampir satu tahun. Dari beberapa laporan yang ditelusuri, total kerugian para korban disebut mencapai puluhan juta rupiah. Dugaan tersebut menunjukkan bahwa kejahatan dengan memanfaatkan rasa percaya dapat memberikan dampak besar bagi korban dan keluarganya.

Salah satu dugaan aksi lain menimpa seorang kakek asal Gandoang. Dalam kejadian itu, pelaku diduga menggunakan cara berbeda dengan berpura-pura sebagai cucu korban. Setelah korban percaya, pelaku diduga membawa kabur uang sekitar Rp900 ribu.

“Seorang kakek asal Gandoang turut menjadi korban setelah pelaku berpura-pura sebagai cucunya dan membawa kabur uang sekitar Rp 900 ribu. Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan dari para korban lainnya,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi keluarga untuk membantu anggota keluarga lanjut usia mengenali bentuk-bentuk penipuan maupun perampasan. Pelaku dapat memulai percakapan dengan alasan yang terdengar wajar, seperti menawarkan modal, bantuan sosial, atau mengaku memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Warga sebaiknya tidak langsung percaya pada orang yang baru dikenal, terutama bila orang tersebut meminta korban ikut ke tempat sepi, menyerahkan uang, atau memperlihatkan barang berharga. Bila ada tawaran bantuan yang terasa mendesak, korban dapat meminta waktu untuk menghubungi keluarga, tetangga terpercaya, atau perangkat lingkungan setempat.

Dalam kasus Modus Tawarkan Modal Uang Nenek di Cileungsi, pendampingan keluarga dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Lansia dapat diingatkan agar tidak bepergian bersama orang asing dan segera mencari bantuan jika merasa terdesak atau curiga terhadap maksud seseorang.

FAQ: Cara Melindungi Lansia dari Modus Serupa

Apa yang harus dilakukan jika ada orang menawarkan modal usaha kepada lansia? Jangan langsung menerima atau mengikuti ajakan tersebut. Minta orang itu menjelaskan identitas dan tujuan secara jelas, lalu libatkan keluarga atau orang terpercaya sebelum mengambil keputusan.

Bagaimana bila pelaku mengaku sebagai kerabat? Hubungi langsung anggota keluarga yang namanya disebut untuk memastikan kebenarannya. Jangan menyerahkan uang atau barang berharga sebelum identitas orang tersebut benar-benar terverifikasi.

Ke mana harus melapor bila menjadi korban? Korban atau keluarga dapat segera membuat laporan kepada kepolisian dan menyiapkan informasi yang masih diingat, seperti ciri pelaku, lokasi kejadian, waktu, serta barang atau uang yang hilang.

Pendalaman kasus oleh polisi masih berlangsung. Keterangan dari para korban lain diharapkan dapat membantu mengungkap seluruh dugaan aksi pelaku serta mencatat kerugian yang dialami warga.

Related Reading