Massa Demo di OT Building Buntut Challenge Hafalan Qur’an demi Miras
Aksi Massa di OT Building: Tuntutan Maaf atas Challenge Hafalan Quran Berhadiah Miras
Wahanaberita.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar demonstrasi di kawasan OT Building, Cengkareng, Jakarta Barat pada siang hari. Aksi ini dipicu oleh adanya tantangan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an yang menawarkan hadiah berupa minuman keras. Para peserta datang dengan membawa atribut masing-masing organisasi, termasuk Front Persaudaraan Islam, Bang Japar, BPPKB Banten, serta Forum Betawi Rempug.
Tuntutan Permintaan Maaf dari OT Group
Syahrul Ahadi, perwakilan massa dari FPI, menyampaikan bahwa tuntutan utama adalah permohonan maaf langsung dari pihak OT Group. Menurutnya, kemarahan umat Islam dapat mereda setelah pihak terkait memberikan klarifikasi secara resmi.
Dalam hal ini kita meminta dari pihak pengelola, pihak Orang Tua secara langsung untuk menyampaikan permintaan maafnya. Saya harap langsung nanti di atas mobil komando. Dengan harapan apa? Justru dengan apa yang kita lakukan akan meredakan amarah umat Islam yang mereka telah tersakiti.
Pantauan detikcom pada Jumat (14/8/2026) menunjukkan massa mulai berkumpul sekitar pukul 13.40 WIB, dipandu oleh satu mobil komando. Aksi ini sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Outer Ring Road menuju OT Building, dengan kendaraan hanya mampu melaju satu lajur ke arah Kembangan.
Respons OT Group dan Proses Hukum
Handoko Sasongko, Direktur Newport, hadir menemui para demonstran untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui adanya dugaan penistaan agama terkait kasus tersebut.
Izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khususnya umat Islam atas dugaan penistaan agama.
Handoko juga menegaskan bahwa kasus ini telah masuk ke ranah hukum. Ia meminta seluruh pihak untuk menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan.
Mohon izin, ini sudah masuk kepada ranah hukum yang lagi berproses untuk saat ini. Dan kita bersama-sama untuk menunggu hasil dari proses tersebut.
Empat Tersangka Ditangkap
Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait tantangan hafalan Al-Qur'an saat konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Dua di antaranya, yaitu RES dan AK, langsung ditahan setelah perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara.
Kombes Iman Imanuddin, Dirkrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa kedua tersangka telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya mulai Rabu, 12 Agustus 2026.
RES bertugas sebagai MC yang diduga berinteraksi di depan booth. Sementara tersangka M tampil melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara. Tersangka I dan AK diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan surah Al-Ikhlas dan Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Ekspressi Keprihatinan Penyelenggara
The Sounds Project melalui akun Instagram resminya menyatakan rasa marah dan kecewa atas kejadian tersebut. Penyelenggara menegaskan bahwa mereka tidak pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan promosi produk.
Pihak penyelenggara mengaku kejadian ini tidak sesuai dengan arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Mereka telah menegur pihak sponsor dan meminta penyelesaian kasus hingga tuntas.
Sementara itu, Handoko Sasongko juga sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program atau konsep promosi resmi dari Newport.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Massa Demo di OT Building Buntut?Massa Demo di OT Building Buntut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Massa Demo di OT Building Buntut matter?Massa Demo di OT Building Buntut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.