Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa M 7 NTT
Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan Pasca Gempa M 7 di NTT
Wahanaberita.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB, menyampaikan bahwa tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para korban yang terperangkap di bawah reruntuhan. Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam operasi tanggap darurat yang sedang berlangsung.
Proses Pencarian dan Pertolongan Berjalan Intensif
Suharyanto menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak. Berdasarkan informasi dari Gubernur NTT, masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir memerlukan pertolongan segera. Ada yang terjebak di beberapa bangunan, dan hal ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur-unsur terkait lainnya telah siap membantu.
"Tadi dari Bapak Kepala Basarnas, unsur TNI-Polri juga timnya segera akan melakukan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak tersebut," ujar Suharyanto dalam konferensi pers.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait telah sepakat untuk segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana. Posko tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk menangani berbagai kebutuhan pascagempa, termasuk distribusi logistik dan evakuasi korban.
"Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana. Jadi semua hal-hal keperluan berkaitan dengan penanggulangan bencana ini akan diaktifkan," tambahnya.
Data Korban dan Upaya Evakuasi
Sampai saat ini, BNPB telah mencatat total 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M 7 di NTT. Selain itu, tercatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya luka ringan. Jumlah korban ini masih berpotensi bertambah seiring dengan proses pencarian yang terus dilakukan di area terdampak.
"Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," jelas Suharyanto.
Konferensi pers tersebut disiarkan melalui YouTube BNPB pada Sabtu (15/8/2026). Upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan seluruh warga yang terjebak dapat ditemukan dan ditolong. Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan menjadi fokus utama dalam operasi yang sedang berlangsung.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Gempa NTT
Berapa jumlah korban yang tercatat hingga saat ini? Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 38 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 11 orang luka ringan.
Siapa saja yang terlibat dalam tim pencarian? Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur-unsur terkait lainnya yang siap membantu operasi penyelamatan.
Bagaimana status evakuasi warga? Kurang lebih 2.000 jiwa telah melaksanakan mengungsi secara mandiri, sementara masih ada warga yang terjebak di reruntuhan bangunan.
Kapan posko bencana akan beroperasi penuh? Posko Penanggulangan Bencana telah disepakati untuk segera diaktifkan sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.