Main Agenda: Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi
Pertamina Memperkuat Peran Perempuan di Sektor Energi
Main Agenda Pertamina terus menguatkan komitmen untuk mendorong perempuan menjadi bagian integral dalam industri energi. Perusahaan pelat merah ini memandang bahwa gender tidak lagi menjadi batas dalam mengejar karier dan kontribusi nyata di bidang teknologi, inovasi, dan manajemen. Dalam rangka mencapai keberlanjutan sektor energi, Pertamina berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dengan mengutamakan kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang adil kepada semua karyawan, terlepas dari jenis kelamin.
Sebagai salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor energi, Pertamina aktif memperkenalkan berbagai inisiatif untuk menumbuhkan peran perempuan dalam organisasi. Dengan menyediakan pelatihan keterampilan, fasilitas kerja yang fleksibel, serta pola karier yang terbuka, perusahaan ini menciptakan kondisi optimal bagi perempuan untuk berkembang secara profesional. Dalam Main Agenda, Pertamina juga berkomitmen untuk mengukur dan meningkatkan partisipasi perempuan di setiap tingkatan jabatan, mulai dari staf hingga manajer puncak.
Kesetaraan Gender dalam Kinerja Profesional
Dalam diskusi terkini, Raden Adjeng Sondaryani, Kepala Divisi Human Resources Pertamina, mengungkap bahwa perempuan kini semakin menjadi pilar utama dalam keberhasilan operasional industri energi. Ia menjelaskan bahwa kemampuan perempuan di bidang teknologi dan manajemen telah terbukti, bahkan mendapat pengakuan global. "Main Agenda kami adalah memastikan perempuan memiliki akses yang sama untuk menempati posisi strategis, seperti direktur dan kepala departemen," kata Sondaryani. Hal ini sejalan dengan visi Pertamina untuk menjadi perusahaan yang inklusif dan mendukung keseimbangan antara peran profesional dan kehidupan pribadi.
"Main Agenda ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman nyata dalam pengambilan keputusan. Kami melihat perempuan sebagai aset yang tak tergantikan, karena mereka mampu memecahkan masalah dengan perspektif unik dan inovasi yang beragam," tambahnya.
Pertamina juga memperkenalkan program pelatihan khusus untuk perempuan, terutama di bidang teknologi dan manajemen. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas keterampilan, membangun jejaring profesional, serta memperkuat kepercayaan diri perempuan dalam berkompetisi di lingkungan kerja yang dinamis. Dengan begitu, Main Agenda Pertamina terus bergerak untuk mengubah paradigma bahwa perempuan tidak bisa menjadi bagian dari industri energi yang sebelumnya dianggap dominan oleh laki-laki.
Pengaturan Waktu untuk Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga
Dalam Main Agenda, Pertamina juga memperhatikan tantangan yang sering dihadapi perempuan, terutama dalam mengelola waktu antara tugas profesional dan tanggung jawab keluarga. Sondaryani menekankan bahwa pengelolaan waktu menjadi salah satu faktor kunci untuk menjamin kinerja optimal. "Kita perlu menciptakan budaya kerja yang fleksibel, seperti remote work atau jam kerja yang dapat disesuaikan, agar perempuan tetap bisa berkontribusi tanpa mengorbankan kualitas waktu bersama keluarga," jelasnya.
"Pertamina secara aktif mencari solusi untuk memudahkan perempuan menjalani kehidupan kerja sekaligus rumah tangga. Dengan berbagai kebijakan ini, kami berharap bisa meningkatkan keseimbangan yang sebelumnya sering dianggap sulit," tambah Sondaryani.
Pertamina juga berkolaborasi dengan mitra strategis untuk mengembangkan program pengaturan waktu kerja yang lebih efektif. Selain itu, perusahaan ini mendorong keterlibatan perempuan dalam proyek-proyek yang memerlukan kerja sama lintas departemen. Dengan Main Agenda yang konsisten, Pertamina berupaya mengurangi hambatan gender dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam setiap aspek pengembangan sektor energi.
Program DEI untuk Mendukung Kader Pemimpin Perempuan
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kebijakan Diversity, Equity, & Inclusion (DEI) telah menjadi bagian integral dari Main Agenda perusahaan. DEI diterapkan untuk memastikan bahwa setiap karyawan, termasuk perempuan, merasa dihargai dan diberikan peluang yang sama dalam mencapai posisi kepemimpinan. "Kami percaya bahwa keberagaman adalah kunci keberhasilan, dan perempuan adalah bagian penting dari keberagaman ini," ujarnya.
"Main Agenda Pertamina berfokus pada pembentukan lingkungan kerja yang inklusif, baik dalam hal gaji, fasilitas, maupun kebijakan pensiun. Dengan DEI, kami memastikan tidak ada diskriminasi atau bias gender dalam pengambilan keputusan," jelas Baron.
Salah satu inisiatif DEI yang menjadi fokus Pertamina adalah komunitas kader pemimpin perempuan bernama PERTIWI. Komunitas ini bertujuan mengembangkan bakat dan kapasitas perempuan untuk menjabat posisi strategis. Baron menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk membangun jejaring profesional dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam sektor energi. Dengan Main Agenda yang dijalankan, Pertamina berkomitmen untuk menjadi contoh paling baik dalam mendorong perempuan memperkuat kemampuan dan kontribusi mereka.