Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lomba 17-an Tak Biasa: Bukan Tambang tapi Tarik Bus Antarkota

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Karen Williams - wahanaberita.com

Foto : Karen Williams - wahanaberita.com

Tarik Bus, Bukan Tambang: Lomba 17-an di Terminal Kalideres

Wahanaberita.com – Terminal Kalideres di Jakarta Barat sedang menyelenggarakan lomba unik untuk memperingati HUT RI. Berbeda dari tradisi tarik tambang yang sudah biasa, kali ini para pengunjung diajak menarik bus antarkota. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali diadakan pada tahun 2025.

Awal Mula Ide Menarik Bus

Nur Prasetyo, Kepala Terminal Kalideres, menjelaskan bahwa konsep ini muncul karena ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Karena aktivitas sehari-hari terminal berkaitan erat dengan transportasi, maka ide menarik bus pun lahir.

"Ide awal kami sehari-harinya berkecimpung di layanan bus ya, angkutan antarkota antarprovinsi maupun antarkotanya, jadi memang sehari-hari kita berhubungan dengan bus. Karena kan untuk tarik tambang kan umum ya, hampir di seluruh Indonesia mengadakan lomba tarik tambang. Tapi tidak semua tempat bisa mengadakan lomba tarik bus," kata Prasetyo saat ditemui di Terminal Kalideres, Jumat (14/8/2026).

Aturan dan Persiapan Lomba

Setiap tim terdiri dari 20 orang peserta yang akan menarik bus dari garis start menuju garis finis. Kecepatan tim akan diukur untuk menentukan juara pertama dan kedua. Dalam lomba ini, panitia menggunakan dua bus dengan ukuran berbeda, yaitu satu bus besar dan satu bus sedang.

"Jadi kita akan memulai dari garis start sampai garis finis. Tim ini akan menarik bus dari garis start sampai garis finis. Ntar akan kita hitung kecepatan mereka itu berapa lama. Nanti yang paling cepat itulah yang akan kita pilih untuk juara satu dan juara dua," ujarnya.

Peserta tidak dibatasi gender, baik laki-laki maupun perempuan dapat mengikuti. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan dan agen PO bus, pegawai dinas perhubungan, pedagang asongan, hingga petugas kebersihan.

"Pesertanya ada dari karyawan PO bus, ada dari agen PO bus, ada pegawai dinas perhubungan, ada pedagang asongan, dan ada petugas kebersihan. Laki-laki dan perempuan," ucapnya.

Untuk peralatan, panitia menyediakan tali tambang dan sarung tangan sebagai alat pengaman tangan agar peserta tidak mengalami luka lecet saat menarik bus.

"Untuk nariknya kita sudah siapkan tali tambang dan alat pengaman tangan seperti sarung tangan. Jadi nanti kita kasih sarung tangan untuk menghindari luka lecet," imbuhnya.

Hadiah dan Permintaan dari Sopir

Lomba akan dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pemenang akan menerima paket sembako sebagai hadiah. Panitia mencatat bahwa tahun ini jumlah pendaftar lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari kalangan sopir bus.

Alfian, anggota panitia, menyebutkan bahwa banyak sopir yang menginginkan variasi lomba yang berbeda. Mereka merasa lomba tarik tambang sudah terlalu biasa dan mengusulkan menarik bus karena keseharian mereka di dunia transportasi.

"Jadi gini, kita punya ide tuh kalau lomba tarik tambang tuh udah relatif ya dari zaman ke zaman. Makanya kita di sini kan mainnya transportasi. Jadi rekan-rekan terminal ini inisiatif mencoba mencari nuansa baru tarif bus dan disetujui," kata Alfian.

"'Bang, cari yang lain, Bang. Kita kan di sini bus banyak, kenapa nggak tarik bus'. Itulah yang membuat daya tarik," lanjutnya.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai pakaian peserta. Sebagian besar menggunakan seragam PO bus masing-masing, sementara ada juga yang mengenakan pakaian dari dinas kebersihan atau perhubungan. Ke depan, panitia berencana mengadakan lomba dengan tema baju kemerdekaan.

"Dari tahun ke tahun kita tetap bebas, ada pakaian dari PO, ada yang dari dinas kebersihan, dinas perhubungan. Insyaallah tahun depan kita adakan pakai baju kemerdekaan," imbuhnya.

Pengalaman Peserta

Mai, seorang sopir bus yang baru pertama kali mengikuti lomba tarik bus, merasa kegiatan ini menarik dan meriah. Baginya, tujuan utama adalah memeriahkan HUT RI, bukan sekadar mengejar hadiah.

"Ya unik aja, lumayan rame meriah," kata Mai saat ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).

"Hadiah kan semua hadiah Agustusan mah udah pada tau hadiah. Ya memeriahkan namanya memeriahkan nggak terlalu orientasi ke hadiah," lanjutnya.

Mai mengaku sebelumnya tidak ikut lomba dan ingin mencoba keberuntungannya. Ia menilai lomba ini berbeda dari kegiatan lain yang biasa diadakan di terminal.

"Nggak, kemarin mah nggak ikut. Ya mau nyoba, barangkali rame, kuat," ujarnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lomba 17 an Tak Biasa?

Lomba 17 an Tak Biasa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lomba 17 an Tak Biasa matter?

Lomba 17 an Tak Biasa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.