Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Sebelum Hilang Kontak

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

Sinyal Terakhir Delapan Orang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Wahanaberita.com – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat menjalankan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau terus berlanjut. Titik terakhir perangkat komunikasi mereka terpantau berada di Pulau Sebesi, sebuah pulau yang berada di wilayah Selat Sunda.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat berada di Posko SAR gabungan di Pantai Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026). Kementerian Komunikasi dan Digital melibatkan operator selular serta infrastruktur telekomunikasi untuk mencari petunjuk dari sinyal telepon pintar di sekitar area hilangnya kontak.

“Komdigi sejak awal, setelah menerima informasi ini, mengajak semua opsel dan infrastruktur yang di bawah Kementerian Komdigi untuk memantau sinyal-sinyal,” kata Nezar Patria.

Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan aktivitas perangkat yang masih dapat tertangkap jaringan. Data yang dihimpun menunjukkan komunikasi terakhir tercatat pada 7 September di area Pulau Sebesi. Hingga Sabtu, belum ada perubahan titik yang dapat membantu mempersempit lokasi pencarian.

“Kontak terakhir pada tanggal 7 September, berada di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.

Komdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator selular. Pemantauan BTS dilakukan di sekitar Selat Sunda, mencakup wilayah Banten dan Lampung, dengan dukungan balai monitoring di kedua provinsi tersebut. Setiap sinyal yang terdeteksi akan diperiksa dan diteruskan kepada tim pencarian serta pertolongan.

Lokasi Pulau Sebesi menjadi salah satu titik penting dalam operasi karena merupakan petunjuk terakhir yang tersedia dari perangkat komunikasi para korban. Namun, informasi telekomunikasi tidak serta-merta memastikan posisi mereka saat ini. Sinyal hanya menunjukkan lokasi terakhir yang terhubung dengan jaringan pada waktu tertentu, sehingga pencarian tetap membutuhkan penyisiran laut dan udara secara luas.

Nezar juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Perkembangan pencarian delapan orang tersebut perlu merujuk pada keterangan dari Tim SAR gabungan agar keluarga korban dan masyarakat tidak tersesat oleh kabar palsu.

Pelampung, Helm, dan Jeriken Ditemukan pada Hari Kelima

Memasuki hari kelima operasi, Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal. Meski demikian, sejumlah benda ditemukan di salah satu sektor penyisiran laut, yakni jeriken, helm, serta pelampung atau life jacket.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa temuan itu diperoleh KN SAR Tetuka di sektor 5. Area tersebut meliputi perairan di selatan Gunung Anak Krakatau hingga perairan Ujung Kulon.

“KN SAR Tetuka itu menemukan jirigen, helm, sama life jacket,” kata Al Amrad.

Jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB. Tim kemudian menemukan helm merah pada pukul 12.00 WIB. Dua pelampung juga ditemukan pada sore hari: life jacket oranye sekitar pukul 17.10 WIB dan life jacket merah pada pukul 18.09 WIB.

Seluruh benda yang ditemukan telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui apakah barang-barang tersebut memiliki keterkaitan dengan kapal dan delapan orang yang sedang dicari, atau berasal dari aktivitas lain di kawasan perairan tersebut.

“Diserahkan kepada pihak berwenang untuk diidentifikasi lebih lanjut,” ucap Amrad.

Sektor 5 memiliki luas penyisiran sekitar 380 nautical mile persegi. Ruang pencarian yang sangat besar membuat operasi membutuhkan pembagian wilayah secara terukur agar unsur-unsur yang terlibat dapat bergerak secara efektif tanpa terjadi tumpang tindih.

Enam Sektor Laut dan Satu Jalur Pencarian Udara

Pada operasi pencarian hari kelima, wilayah laut dibagi ke dalam enam sektor, yaitu T, U, Z, W, X, dan Y. Keseluruhan area pencarian di laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi. Selain itu, pencarian melalui udara dilaksanakan di sektor H dengan cakupan sekitar 2.063 nautical mile persegi.

Operasi tersebut melibatkan unsur Angkatan Laut, Direktorat Polisi Perairan, Basarnas, Kantor SAR Banten, Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Lampung, serta Kantor SAR Bengkulu. Sampai pembaruan terakhir pada Sabtu, belum ada penemuan yang mengarah langsung kepada lokasi delapan orang tersebut.

“Hasil hingga saat ini masih nihil,” ujar Amrad.

Pencarian di Selat Sunda memiliki tantangan tersendiri karena kondisi cuaca dapat berubah dan jarak pandang di laut maupun udara sangat menentukan. Dalam operasi kali ini, kabut tebal menjadi hambatan utama bagi petugas di lapangan. Situasi tersebut mengganggu visibilitas, sehingga pengamatan dari kapal dan pesawat tidak dapat berlangsung secara optimal.

“Kabut yang sangat tebal sehingga mengganggu visibility,” imbuh Amrad.

Tim SAR tetap meneruskan pencarian dengan menggabungkan data sinyal telekomunikasi, penyisiran permukaan laut, pengamatan udara, serta pemeriksaan terhadap barang-barang yang ditemukan. Bagi proses pencarian, setiap petunjuk perlu diverifikasi secara hati-hati sebelum disimpulkan memiliki hubungan dengan hilangnya kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat yang memiliki informasi relevan mengenai pergerakan kapal, temuan benda di perairan, atau aktivitas yang berkaitan dengan lokasi pencarian diharapkan menyampaikan keterangan kepada pihak berwenang. Informasi yang akurat dapat membantu tim memperbarui prioritas penyisiran, sementara penyebaran kabar yang belum terverifikasi justru berisiko mengganggu fokus operasi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru?

Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru matter?

Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.