Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Listrik di Sebagian Aceh Kembali Menyala Usai Pemadaman

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By Mark Williams

Listrik di Sebagian Aceh Kembali Menyala Usai Pemadaman

Listrik di Sebagian Aceh Kembali Menyala - Setelah berlangsung selama lebih dari tiga jam, listrik di sebagian wilayah Aceh Besar akhirnya kembali menyala pada Jumat (22/5/2026) malam. Menurut laporan dari detikSumut, aliran listrik mulai pulih sekitar pukul 22.29 WIB, sehingga warga yang terdampak dapat memanfaatkan kembali layanan listrik untuk aktivitas sehari-hari. Meski pemadaman listrik telah diatasi, proses pemulihan masih terus berlangsung di beberapa area, terutama untuk wilayah yang mengalami gangguan lebih serius.

Pemadaman Listrik dan Dampak pada Masyarakat

Pemadaman listrik yang terjadi pada hari Jumat tersebut menyebabkan ketidaknyamanan signifikan bagi masyarakat Aceh Besar. Banyak warga mengeluhkan kesulitan dalam mengisi daya perangkat elektronik, seperti ponsel dan laptop, serta kegelapan yang mengganggu aktivitas rumah tangga. Akibatnya, sebagian besar masyarakat langsung memanfaatkan aliran listrik yang kembali menyala untuk menghidupkan senter dan perangkat elektronik lainnya, terutama di daerah-daerah yang tidak memiliki akses ke energi cadangan. Fenomena ini memperlihatkan betapa pentingnya listrik dalam kehidupan sehari-hari, terutama di wilayah yang masih bergantung pada sumber daya listrik umum.

Sejumlah warga mengatakan bahwa keberhasilan pemulihan listrik menjadi berkat setelah PLN mengambil langkah cepat untuk menangani gangguan tersebut. "Terima kasih kepada tim PLN yang profesional, karena listrik di sebagian Aceh kembali menyala dalam waktu yang relatif singkat," ujar salah satu warga Desa Meunasah, yang terdampak secara langsung. Namun, beberapa daerah masih mengalami hambatan dalam memperoleh listrik, seperti desa-desa yang terpencil dan area dengan infrastruktur listrik yang kurang memadai.

Penyebab Pemadaman dan Upaya Pemulihan

Setelah penyelidikan dilakukan, penyebab pemadaman listrik terungkap sebagai gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi. Masalah ini muncul akibat kondisi cuaca yang buruk, khususnya badai angin dan hujan deras yang terjadi sebelumnya. Dalam pernyataannya, Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh Lukman Hakim menjelaskan bahwa PLN sedang mempercepat upaya pemulihan dari sisi pembangkit secara bertahap, sehingga pasokan listrik di wilayah yang terdampak bisa segera pulih.

"Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan di sebagian wilayah Sumatera. PLN berkomitmen untuk memastikan pemulihan berjalan aman. Warga bisa memantau update informasi melalui aplikasi PLN Mobile atau saluran resmi lainnya," tambah Lukman. Pemadaman ini menjadi contoh bagaimana ketergantungan masyarakat pada listrik bisa menyebabkan gangguan yang berdampak luas, terutama di daerah dengan sistem distribusi yang belum terlalu matang.

PLN menegaskan bahwa selain memperbaiki jaringan transmisi, pihaknya juga sedang melakukan inspeksi menyeluruh terhadap sistem distribusi di Aceh Besar untuk mencegah kemungkinan pemadaman serupa terjadi di masa mendatang. Selain itu, PLN juga berencana meningkatkan kapasitas jaringan listrik di wilayah paling rentan, seperti daerah pegunungan dan kawasan perbatasan, agar bisa menangani gangguan cuaca yang sering terjadi. Upaya ini menunjukkan komitmen PLN untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di Aceh sebagai bagian dari strategi pembangunan yang lebih inklusif.

Menurut data dari PLN, kejadian pemadaman listrik di Aceh Besar merupakan salah satu dari beberapa gangguan yang terjadi di wilayah Sumatera akhir-akhir ini. Meski tidak semuanya terjadi di Aceh, kondisi cuaca ekstrem di beberapa bagian Indonesia telah memicu ketergantungan pada jaringan listrik yang lebih rentan terhadap gangguan. Dengan listrik di sebagian Aceh kembali menyala, masyarakat kini dapat memanfaatkan fasilitas umum seperti lampu jalan dan sistem komunikasi yang kembali beroperasi. Namun, PLN masih meminta kerja sama dari warga untuk menghindari penggunaan listrik berlebihan saat proses pemulihan sedang berlangsung.

Kondisi ini juga menimbulkan perhatian dari pemerintah daerah setempat, yang turut mendukung upaya PLN dalam mempercepat pemulihan daya listrik. Dalam rapat yang diadakan hari Sabtu (23/5/2026), beberapa pejabat setempat menekankan pentingnya kolaborasi antara instansi terkait untuk meningkatkan ketahanan energi. "Kita berharap pemadaman seperti ini bisa diminimalkan dengan adanya perbaikan infrastruktur yang lebih terencana," kata salah satu perwakilan pemerintah setempat. Selain itu, pihaknya juga berencana mengadakan sosialisasi tentang cara menghemat listrik saat terjadi pemadaman, khususnya untuk warga yang tidak terbiasa dengan situasi seperti ini.

Sebagai tindak lanjut dari kejadian ini, PLN telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada masyarakat Aceh Besar bahwa pemulihan listrik akan terus dilakukan hingga seluruh area kembali normal. Untuk memastikan hal ini tercapai, tim pemeliharaan bergerak secara simultan ke beberapa titik yang mengalami gangguan. Dengan listrik di sebagian Aceh kembali menyala, harapan masyarakat untuk mempercepat pemulihan di daerah-daerah lain semakin tinggi. Proses ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk terus memperhatikan keandalan jaringan listrik, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang memperparah cuaca ekstrem di wilayah pesisir dan pegunungan.