Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lintasarta Gandeng ASBANDA Perkuat Transformasi Digital Bank Daerah

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By James Thomas - wahanaberita.com

Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Kolaborasi Lintasarta dan ASBANDA Dorong Transformasi Digital Bank Daerah

Wahanaberita.com – Proses penandatanganan Nota Kesepahaman antara Lintasarta dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) telah berlangsung dalam rangkaian CxO BPD Summit 2026 yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Inisiatif strategis ini menandai langkah penting dalam Lintasarta Gandeng ASBANDA Perkuat Transformasi digital bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Melalui platform Lintasarta Intelligent Core, kedua pihak berkomitmen untuk mempercepat modernisasi infrastruktur teknologi informasi yang menjadi tulang punggung operasional perbankan daerah.

Selain kerja sama dengan ASBANDA, Lintasarta juga memperluas jangkauan kolaborasinya dengan beberapa bank daerah lainnya. Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, serta Bank Jateng menjadi bagian dari jaringan kerja sama ini. Seluruh langkah tersebut mengusung konsep 'Satu Fondasi, Satu Kedaulatan: Infrastruktur Digital Bersama untuk BPD' sebagai landasan bersama dalam menghadapi tantangan era digital.

Data OJK Menunjukkan Potensi Besar BPD

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Maret 2026, sektor Bank Pembangunan Daerah mencatatkan total aset mencapai Rp1.036 triliun. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) tercatat sebesar 26,19%, menunjukkan kondisi permodalan yang solid. Dengan fondasi keuangan yang kuat, BPD memiliki peluang untuk meningkatkan infrastruktur digital, memperkuat keamanan siber, serta mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi BPD untuk tetap kompetitif. Lintasarta Gandeng ASBANDA Perkuat Transformasi ini bertujuan memastikan setiap bank daerah memiliki akses terhadap teknologi terkini tanpa harus membangun infrastruktur dari nol. Hal ini sejalan dengan visi OJK untuk memperkuat peran BPD sebagai motor penggerak perekonomian nasional.

Lintasarta Intelligent Core: Tiga Prinsip Utama

Armand Hermawan, selaku President Director & CEO Lintasarta, menguraikan bahwa Lintasarta Intelligent Core dirancang untuk menyatukan empat komponen utama, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Platform ini dibangun berdasarkan tiga pilar fundamental yang menjadi fondasi kerja sama strategis ini.

Pertama adalah prinsip Sovereign, yang menjamin bahwa seluruh data dan operasional tetap berada di dalam wilayah Indonesia. Kedua, prinsip Integrated, yang menerapkan arsitektur dan tata kelola yang terpadu. Ketiga, prinsip Seamless, bertujuan memberikan layanan yang lebih efisien serta pengalaman nasabah yang konsisten dari awal hingga akhir proses.

"Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui solusi end-to-end yang menyatukan empat kapablitas utama (4C), serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien," jelas Armand di acara BPD Summit 2026 yang digelar di Padma Hotel Semarang, Kamis (6/8/2026).

Tiga Fokus Kerja Sama Strategis

Kolaborasi antara Lintasarta dan ASBANDA mencakup tiga area prioritas utama. Pertama, penguatan sumber daya manusia melalui program Laskar AI yang dijalankan bersama ASBANDA University. Kedua, pemanfaatan use case AI perbankan yang disesuaikan dengan prioritas masing-masing daerah. Ketiga, pembentukan Forum Transformasi Digital & AI sebagai platform berbagi praktik terbaik antar-BPD.

Rokidi, Sekretaris Jenderal ASBANDA, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat talenta digital di lingkungan bank daerah. Peningkatan kapabilitas teknologi diharapkan memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha UMKM serta masyarakat di tingkat daerah. Lintasarta Gandeng ASBANDA Perkuat Transformasi ini juga membuka peluang bagi BPD untuk mengadopsi teknologi cloud dan AI secara lebih masif.

Langkah strategis ini sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 yang digagas OJK, khususnya pada pilar akselerasi transformasi digital dan penguatan peran BPD dalam perekonomian nasional. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, BPD diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi daerah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kolaborasi Lintasarta dan ASBANDA

Apa itu Lintasarta Intelligent Core? Lintasarta Intelligent Core adalah platform terintegrasi yang menyatukan empat komponen utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI. Platform ini dirancang untuk mendukung transformasi digital bank daerah dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless.

Berapa total aset BPD berdasarkan data OJK Maret 2026? Berdasarkan statistik OJK, total aset Bank Pembangunan Daerah mencapai Rp1.036 triliun dengan rasio kecukupan modal sebesar 26,19%.

Apa saja tiga fokus kerja sama Lintasarta dan ASBANDA? Tiga fokus utama meliputi penguatan SDM melalui Laskar AI, pemanfaatan use case AI perbankan, dan pembentukan Forum Transformasi Digital & AI sebagai platform berbagi praktik terbaik.

Bagaimana kolaborasi ini membantu UMKM dan masyarakat? Melalui peningkatan kapabilitas teknologi dan talenta digital, BPD dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelaku usaha UMKM serta masyarakat di tingkat daerah, sejalan dengan roadmap OJK 2024-2027.

Related Reading