Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki

Published Juli 18, 2026 · Updated Juli 18, 2026 · By Jennifer Jackson

Latest Program: Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki

Kejadian Tidak Menyenangkan Terjadi di Jakarta Pusat

Latest Program – Seorang warga Jakarta Pusat, Sri Mulyatin (31), mengalami kejadian mengecewakan setelah pesanan laptop yang ia pesan melalui marketplace hilang secara misterius. Menurut laporan, laptop tersebut dikirim oleh kurir ojek online (ojol) dan diduga dibawa kabur sebelum sampai ke alamat tujuan. Kasus ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada oknum kurir yang memanfaatkan layanan pengiriman digital untuk keuntungan pribadi.

Korban, yang merupakan pemilik usaha kecil menengah (UMKM), mengungkapkan bahwa pesanan laptop tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk menjalankan bisnisnya. Pesanan dibuat oleh suaminya melalui toko di Mangga Dua, Jakarta, dan dijadwalkan dikirim ke rumah mereka di Tanah Tinggi, Johar Baru, pada Selasa (14/7) lalu. Mengingat kecepatan pengiriman ojol yang terkenal, Sri memilih layanan tersebut. "Saya merasa yakin karena pengiriman cepat dan sudah dipesan secara online," katanya.

Masalah muncul ketika suami Sri menemukan status pengiriman yang menunjukkan paket telah selesai dikirim sejak pukul 12.17. Namun, laptop tersebut belum diterima. Ia mencoba menghubungi kurir yang terdaftar atas nama Sarwani, tetapi tidak mendapat respons. "Awalnya masih aktif, tapi setelah chat dan telepon, nomornya diblokir. Saya tak bisa mengetahui keberadaan laptop itu," jelas Sri. Menurutnya, ini adalah kejadian pertama yang dialaminya, namun banyak warga lain mengatakan mengalami hal serupa.

"Latest Program ini mengingatkan kita tentang pentingnya transparansi dalam layanan pengiriman. Saya harap pihak terkait bisa bertindak tegas," kata Sri, yang menyampaikan keluhannya kepada detikcom.

Kerugian yang diderita Sri mencapai Rp 8,5 juta, yang merupakan diskon dari harga normal sebesar Rp 15 juta. "Laptop itu dipesan untuk bisnis, jadi kehilangan sangat mengganggu. Saya ingin mempercepat proses penyelesaian agar tidak ada warga lain yang mengalami hal yang sama," tuturnya. Dalam kondisi ini, ia berharap kasusnya menjadi contoh bagi penegak hukum untuk mengambil tindakan pencegahan.

Kasus Ini Menggambarkan Tantangan Pengiriman Digital

Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi pengguna layanan pengiriman digital di Jakarta Pusat. Meski ojol menjadi solusi praktis untuk kebutuhan logistik, kejadian serupa sering terjadi akibat kurangnya pengawasan terhadap kurir. Berdasarkan laporan, sebagian besar warga Jakarta Pusat mengandalkan layanan ini karena efisiensi dan biaya terjangkau.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan bahwa tim penyidik sedang bergerak cepat untuk mengejar terduga pelaku. "Latest Program ini tidak hanya mengenai satu korban. Kami sedang menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan identitas pelaku dan tindakan hukumnya," ujar Roby saat dihubungi oleh detikcom. Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan.

Pelaku diduga mengambil laptop saat pengiriman berlangsung, lalu menyembunyikannya untuk diperjualbelikan. Polisi menyarankan korban segera melaporkan kejadian tersebut ke unit terkait. "Kami akan memastikan pelaku terlibat dalam tindakan kriminal dan mengambil langkah hukum yang tepat," tambah Roby. Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena menunjukkan risiko penggunaan teknologi dalam transaksi harian.