Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemendagri Tekankan soal Evaluasi-Target Terukur

Published Oktober 21, 2026 · Updated Oktober 21, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Empat Pejabat Kemendagri Dilantik, Evaluasi Program Jadi Perhatian Utama

Wahanaberita.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Rabu (21/10). Dalam arahannya, Tomsi menekankan bahwa penugasan baru harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan dan program yang berjalan di setiap unit.

Para pejabat yang menerima amanah baru diminta tidak sekadar meneruskan agenda sebelumnya. Mereka perlu melihat bagian-bagian yang belum optimal, mengenali hambatan, lalu menyusun perbaikan dengan target yang jelas dan dapat diuji hasilnya.

“Pelantikan ini merupakan suatu penyegaran di dalam sebuah organisasi, jadi merupakan sesuatu hal yang biasa dan lumrah. Namun, bagi pejabat yang dilantik di lingkungan yang baru, saya minta bisa menyesuaikan hal-hal yang belum tercapai atau hal-hal yang belum maksimal di dalam pelaksanaan tugas pejabat yang lama agar bisa dipahami, dipelajari, diperbaiki, dan ditingkatkan,” ujar Tomsi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Memahami Kondisi Awal Unit Kerja

Tomsi meminta pejabat baru memulai tugas dengan memetakan kondisi organisasi yang mereka pimpin. Penguasaan data, pemahaman atas dokumen kerja, serta penelaahan regulasi disebut penting agar keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat.

Langkah awal tersebut juga diperlukan untuk membedakan persoalan yang mendesak dengan pekerjaan yang dapat dilaksanakan secara bertahap. Dengan mengetahui kebutuhan spesifik pada masing-masing unit, pejabat dapat menentukan prioritas dan mengarahkan sumber daya ke area yang paling membutuhkan pembenahan.

Dalam konteks birokrasi, pergantian pejabat tidak hanya berarti perpindahan jabatan. Proses itu juga menjadi kesempatan untuk meninjau efektivitas pelaksanaan program, tata kelola anggaran, kesiapan administrasi, serta capaian kerja yang telah dihasilkan. Evaluasi yang baik memungkinkan perbaikan dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar asumsi.

Program Harus Memiliki Hasil yang Terukur

Tomsi mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program tidak cukup dibuktikan dengan terselenggaranya kegiatan atau selesainya dokumen administrasi. Setiap agenda perlu mempunyai tujuan yang tegas, ukuran keberhasilan, dan keluaran yang dapat dinilai secara nyata.

Penekanan pada indikator dan sasaran terukur menjadi penting agar pelaksanaan program tidak berhenti pada laporan kegiatan. Hasil kerja perlu menunjukkan perubahan atau manfaat yang sesuai dengan tujuan awal program. Dengan ukuran yang jelas, unit kerja dapat menilai apakah langkah yang ditempuh sudah efektif atau masih memerlukan penyesuaian.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan anggaran yang wajar. Penggunaan biaya harus dipertimbangkan bersama manfaat yang ingin dicapai, sehingga belanja program tetap sejalan dengan kebutuhan dan tujuan pelaksanaannya. Pendekatan ini menempatkan anggaran sebagai instrumen untuk mencapai hasil, bukan hanya sebagai unsur administratif yang harus diserap.

“Pertanggungjawabannya bukan hanya sekadar sudah dilaksanakan, tetapi sudah ada perubahan dan sudah ada hasil,” tegasnya.

Respons terhadap Persoalan Masyarakat

Selain mengelola tugas internal, pejabat di lingkungan Kemendagri diminta mampu menangkap dan merespons persoalan yang muncul di masyarakat. Tomsi mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tidak terjebak dalam rutinitas administrasi semata.

Dalam keadaan ketika suatu persoalan belum diatur secara rinci, pejabat perlu mengkaji pilihan penyelesaian yang tersedia. Langkah yang diambil tetap harus selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sikap ini diperlukan agar pelayanan dan pelaksanaan program tetap berjalan tanpa mengabaikan tata kelola pemerintahan yang baik.

Evaluasi, pemahaman data, dan kemampuan menentukan langkah perbaikan menjadi bagian yang saling berkaitan. Data membantu pejabat mengenali masalah, evaluasi menunjukkan celah yang perlu ditangani, sedangkan target terukur memberi arah bagi pelaksanaan perbaikan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut diharapkan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Empat pejabat yang dilantik dalam kesempatan itu adalah Budi Santosa sebagai Kepala Biro Keuangan dan Aset; Mey Rany Wahida Utami sebagai Kepala Pusat Penerangan; Hendriwan sebagai Direktur Fasilitasi Perencanaan, Keuangan, dan Aset Pemerintahan Desa pada Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa; serta Bahri sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Penempatan mereka berada pada bidang yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan aset, penyebaran informasi, fasilitasi pemerintahan desa, hingga pengembangan kompetensi kepemimpinan. Karena itu, arahan mengenai evaluasi dan hasil terukur relevan untuk diterapkan sesuai tugas masing-masing.

Tomsi berharap para pejabat tersebut dapat mengubah temuan evaluasi menjadi tindakan yang konkret. Perbaikan yang dilakukan secara bertahap dan terukur diharapkan membuat pelaksanaan tugas di lingkungan Kemendagri semakin efektif, sekaligus memperkuat manfaat program bagi masyarakat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Lantik Pejabat Baru Sekjen Kemendagri Tekankan?

Lantik Pejabat Baru Sekjen Kemendagri Tekankan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lantik Pejabat Baru Sekjen Kemendagri Tekankan matter?

Lantik Pejabat Baru Sekjen Kemendagri Tekankan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.