Lagi Cari Kayu – Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
Lagi Cari Kayu, Warga Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan
Lagi Cari Kayu - Saat sedang melakukan aktivitas Lagi Cari Kayu, seorang warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, menemukan kerangka manusia yang terbongkar di tepi pantai. Temuan ini langsung memicu kehebohan di antara masyarakat setempat, karena kerangka terlihat terpapar oleh pasir yang terus disapu ombak. Jumlah tubuh yang terpapar ini membuat warga merasa cemas dan ingin mengetahui penyebab pasti dari kejadian tak terduga tersebut.
Lokasi Penemuan dan Konfirmasi Awal
Kerangka manusia tersebut ditemukan pada hari Sabtu (18/7/2026) pukul 11.20 WIB, saat penduduk sedang mencari kayu untuk keperluan sehari-hari. Awalnya, mereka hanya mengira itu adalah benda tak bernyawa seperti serpihan kayu atau batu. Namun, setelah mendekat, mereka menyadari bahwa bagian tubuh manusia terbuka dari timbunan pasir, terutama bagian kaki dan lengan yang masih terlihat jelas.
Menurut laporan yang diterima oleh detikSumbagsel, kejadian ini terjadi di area pesisir yang dikenal rawan perubahan pasang surut. Wilayah tersebut merupakan lokasi yang sering digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas pengumpulan kayu, terutama di musim kemarau. Meski masih dalam penyelidikan, beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka sudah memastikan tidak ada tanda-tanda kejadian kecelakaan lalu lintas atau aktivitas yang melibatkan manusia di lokasi tersebut.
Proses Evakuasi dan Penyelidikan Lanjutan
Setelah menerima laporan dari warga, Kepala Desa Legundi segera menghubungi Camat Ketapang untuk memastikan proses evakuasi. Dalam waktu kurang dari 15 menit, dua personel Damkarmat tiba di lokasi dan bekerja sama dengan aparat kepolisian serta pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan investigasi. Tim melakukan pemeriksaan awal terhadap kerangka, termasuk menelusuri jejak atau tanda-tanda identifikasi yang bisa membantu menentukan penyebab kematian.
Menurut pernyataan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, pihaknya mengirimkan tim tercepat untuk memastikan bahwa kerangka manusia itu tidak berisiko menyebabkan kecelakaan kepada pengunjung pantai. "Setelah menerima laporan dari kecamatan, personel Damkarmat langsung datang ke lokasi untuk memeriksa kondisi kerangka dan melibatkan aparat kepolisian dalam penyelidikan lebih lanjut," jelas Rully. Pihak kepolisian juga melakukan pengecekan terhadap lokasi, termasuk mengumpulkan bukti-bukti yang bisa menjadi petunjuk awal.
Kerangka manusia tersebut ditemukan dalam kondisi yang terlihat relatif utuh, meski sebagian tulang sudah tererosi akibat cuaca dan air laut. Pihak Desa Legundi mengungkapkan bahwa kerangka itu kemungkinan berasal dari individu yang jatuh ke laut dan terbawa arus. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai waktu kematian dan identitas korban. Proses evakuasi dihentikan sementara untuk menunggu tim penyelidik lebih lanjut.
Dalam beberapa hari terakhir, warga sekitar mulai menebar kekhawatiran. Beberapa penduduk mengungkapkan bahwa mereka sering mendengar cerita misterius mengenai pesisir Lampung Selatan, termasuk mitos mengenai benda-benda yang muncul dari dalam pasir. Meski demikian, para warga yang menemukan kerangka tetap bersyukur karena bisa segera melaporkan kejadian tersebut. Mereka berharap bahwa kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas di area rawan.